Friday, September 30, 2016

Yesus dan Hukum Taurat , Matius 5:17-48





A Woman Healed, Matius 9:20-22


Matius 9:20-22; (Markus 5:25-34; Lukas 8:43-48)
20 And suddenly, a woman who had a flow of blood for twelve years came from behind and touched the hem of His garment.
21 For she said to herself, "If only I may touch His garment, I shall be made well."
22 But Jesus turned around, and when He saw her He said, "Be of good cheer, daughter; your faith has made you well." And the woman was made well from that hour.
20   Κα  δο  γυν  αμορροοσα  δώδεκα  τη  προσελθοσα  πισθεν  ψατο  το  κρασπέδου  το  ματίου  ατο· 
21   λεγεν  γρ  ν  αυτ·  ἐὰν  μόνον  ψωμαι  το  ματίου  ατο  σωθήσομαι. 
22     δ  ησος  στραφες  κα  δν  ατν  επεν·  θάρσει,  θύγατερ·    πίστις  σου  σέσωκεν  σε.  κα  σώθη    γυν  π  τς  ρας  κείνης.

Kalau kita membaca ayat 20 diatas, bagaimana perempuan yang menderita pendarahan selama 12 belas tahun ini:
1.     Pendarahan selama 12 tahun.
2.    Berulang-ulang diobati oleh Tabib, (Markus 5:26a)
3.    Semua yang ada padanya telah habis. (Markus 5;26a)
4.    Tidak berhasil disembuhkan oleh siapapun (Lukas 8:43)
5.    Malah keadaannya semakin buruk. (Markus 5:26b)

Betapa menderitanya perempuan ini,  tapi Puji Tuhan di mau melangkah, Markus 5:27.
Langkah-langkah untuk menerima Mujizat :
-      Wanita ini pernah mendengar  berita-berita tentang Yesus.
Bandingkan kitab
+ Roma 10:13-15 “Bagaimana mereka dapat percaya kepada Dia, jika mereka tidak mendengar tentang dia. Bagaimana mereka mendengar tentang dia jika tidak ada yang memberitakan”
+ Roma 10:17 “jadi iman datangnya dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus”
Jadi betapa pentingnya kita memberitakan nama Yesus kepada semua orang, sekalipun mereka belum mau menerima/mendengar tentang Yesus, paling tidak tiba saatnya nanti Roh Kudus akan menjamah mereka yang sudah mendengar tentang Yesus. Jadi marilah kabari terus Nama Yesus.

-      Mendekat kepada Yesus.
Didalam ke galauannya tentang penyakitnya yang sulit untuk sembuh, Wanita yang menderita penyakit pendarahan ini, memaksakan dirinya untuk mendekat kepada Yesus, kenapa sedemikian sulitnya dia mendekat kepada Yesus ?
a.    Yesus dikelilingi orang banyak terlebih oleh murid-muridnya yang jelas akan menjaga guru mereka.
b.    Menurut adat istiadat Yahudi, wanita pendarahan/lelehan darah itu Najis. Imamat 15:19-27
c.    Hubungannya terputus dengan orang lain.
d.    Pada dasarnya menjadi orang yang tidak berguna/berharga lagi.

Tapi dengan tekat yang kuat Wanita Pendarahan ini berjuang untuk dapat bertemu dengan Yesus yang telah didengarnya itu. Dan dengan Iman yang luar biasa ia mengambil tindakan/Keputusan iman kalau dia menjamah jubah Yesus maka dia yakin sembuh.

-      Menjamah Jumbai Jubah. Markus 5:26.
Menurut adat Yahudi setiap orang Israel wajib ujung puncah jubahnya dibuatkan Jumbai-jumbai dengan benang ungu kebiru-biruan. Itulah yang selalu wajib dipakai oleh orang Yahudi. Bilangan 15:37-41.
Jumbai-jumbai itu mengandung 2 makna :
a.    Si pemakai adalah benar-benar orang Yahudi.
b.    Bermakna orang yang memakainya adalah milik Tuhan.
Kalau ada marah bahaya maka jumbainya tidak dipasang di jubah luar tetapi dengan pakain dalamnya.
c.    Untuk zaman sekarang yang memakai jumbai-jumbai hanya pada waktu ibadah atau berdoa saja.

Akibat dari 3 tindakan diatas maka kita dapat melihat kuasa Tuhan yang mengalir untuk menyatakan Mujizat-Nya menyembuhkan wanita pendarahan itu.

Yesus ketika mengetahui bahwa ada tenaga /kuasa yang mengalir keluar dari hidupnya, langsung bertanya siapa yg menyentuhNya, dan ketika Dia mengetahui ada seorang perempuan yang mengaku dirinyalah yang menyentuh Tuhan, dan wanita itu menceritakan tentang keadaannya yang mengalami sakit pendarahan selama 12 tahun dan merasa dirinya sudah sembuh ketika menyentuh Jumbai jubah Tuhan Yesus.
Ketika Yesus mengetahui wanita itu penyakit pendarahan dan disembuhkan oleh langkah imannya, yang seharusnya wanita itu tidak layak mendekatinya karena sesuai dengan penjelasan diatas tentang wanita yang Pendarahan adalah najis dan tidak layak untuk dihargai.
Tetapi Tuhan tidak menganggap rendah orang yang datang kepada-Nya dengan segala kelemahan dan kekurangan, karena Tuhan datang untuk orang yang tahu dirinya berdosa dan mau percaya kepadaNya.


Matius 9:20-22
20 Pada waktu itu seorang perempuan yang sudah dua belas tahun lamanya menderita pendarahan maju mendekati Yesus dari belakang dan menjamah jumbai jubah-Nya.
21 Karena katanya dalam hatinya: "Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh."
22 Tetapi Yesus berpaling dan memandang dia serta berkata: "Teguhkanlah hatimu, hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau." Maka sejak saat itu sembuhlah perempuan itu.

20 kai  idou  gunē  aimorroousa  dōdeka  etē  proselthousa  opisthen  ēpsato  tou  kraspedou  tou  imatiou  autou· 
21 elegen  gar  en  eautē·  ean  monon  apsōmai  tou  imatiou  autou  sōthēsomai. 

22 o  de  iēsous  strapheis  kai  idōn  autēn  eipen·  tharsei,  thugater·  ē  pistis  sou  sesōken  se.  kai  esōthē  ē  gunē  apo  tēs  ōras  ekeinēs.

Personal Relationships, Matthew 5:17-48





Tuesday, September 27, 2016

A Girl Restored to Life, Matthew 9:18-19; 23-26

indram642.blogspot.co.id

Matthew 9:18-19; 23-26 (Markus 5:21-43; Lukas 8:40-56)
18 While He spoke these things to them, behold, a ruler came and worshiped Him, saying, "My daughter has just died, but come and lay Your hand on her and she will live."
19 So Jesus arose and followed him, and so did His disciples.
23 When Jesus came into the ruler's house, and saw the flute players and the noisy crowd wailing,
24 He said to them, "Make room, for the girl is not dead, but sleeping." And they ridiculed Him.
25 But when the crowd was put outside, He went in and took her by the hand, and the girl arose.
26 And the report of this went out into all that land.             

18   Ταύτα  ατο  λαλοντος  ατος  δο  ρχων  ες  προσελθν  προσεκύνει  ατ  λέγων  τι    θυγάτηρ  μου  ρτι  τελεύτησεν·  λλ  λθν  πίθες  τν  χερα  σου  π’  ατν  κα  ζήσεται. 
19   κα  γερθες    ησος  κολούθει  ατ  κα  ο  μαθητα  ατο.
23   Κα  λθν    ησος  ες  τν  οκίαν  το  ρχοντος  κα  δν  τος  αλητς  κα  τν  χλον  θορυβούμενον 
24   λεγεν·  ναχωρετε,  ο  γρ  πέθανεν  τ  κοράσιον  λλ  καθεύδει.  κα  κατεγέλων  ατο
25   τε  δ  ξεβλήθη    χλος  εσελθν  κράτησεν  τς  χειρς  ατς  κα  γέρθη  τ  κοράσιον. 
26   κα  ξλθεν    φήμη  ατη  ες  λην  τν  γν  κείνην.

Dalam ayat diatas Matius menulis tidak terlalu rinci, berbeda dengan di tulisan Markus 5:21-43 dan Lukas 8:40-56 dimana cerita ini ditulis lebih terperinci.
Didalam Injil Markus dan Lukas nama Kepala rumah Ibadat, disebutkan yaitu namanya “Yairus”.

Pada zaman itu Pejabat rumah Ibadat (Pejabat Synagoge) adalah orang penting :
Ø  Ia dipilih dari Antara para Penatua.
Ø  Tugasnya bukan untuk mengajar atau berkhotbah.
Ø  Bertanggung jawab bagi keteraturan pelaksanaan ibadah umum.
Ø  Pengawas hal-hal yang menyangkut synagoge secara umum.
Ø  Mengatur dan menunjuk petugas untuk membaca kitab suci, berdoa dan menyampaikan khotbah dalam ibadah-ibadah di synagogue
Ø  Bertanggung jawab terhadap gedung synagogue.
Ø  Bertanggung jawab terhadap seluruh administrasi synagogue.

Dari penjelasan diatas tentang kepala rumah Ibadah berarti dia adalah orang yang cukup penting dan dipastikan dia adalah seorang Yahudi Ortodoks yang juga pasti menganggap Yesus orang yang berbahaya (Penyesat yang berbahaya)

Dan Yesus juga tahu bahwa orang seperti Kepala rumah Ibadat ini adalah orang yang sangat menentang akan pengajarannya.
Tetapi yang kita lihat dari ayat-ayat diatas ternyata ketika Kepala rumah Ibadat itu datang kepada Yesus dan meminta pertolongan kepada-Nya, Yesus menerima dengan senang hati dan dengan tangan terbuka.
Lalu Yesus berjalan bersama ke rumah Yairus, tetapi setibanya dirumah Yairus didapati Peniup-peniup seruling dan orang banyak yang rebut, memenuhi rumah Yairus.

Pada jaman Tuhan Yesus di Israel orang yang mati itu harus diratapi, ada 3 macam pengertian Ratapan pada saat itu :
1.     Ratapan dengan merobek-robek pakaian. Ada 39 aturan cara merobek-robek pakaian.
-     Perobekan harus dilakukan sambil berdiri.
-     Bagi ayah atau ibu yang berduka, perobekan itu harus tepat dibagian dada, sehingga dada kelihatan.
-     Bagi orang lain perobekan dilakuan disebelah kanan.
-     Baju yang dipakai harus dipakai selama 7 hari.
-     Setelah itu selama  sebulan harus ditisik besar-besar supaya kelihatan.
-     Setelah itu dijahit/dibetulkan kembali.
-     Untuk wanita cara merobeknya :
+ wanita merobek pakaian dalamnya secara sembunyi, lalu dipakai secara terbalik.
+ pakain luarnyalah yang dirobek.

2.  Ratapan dengan menangisi orang yang mati.
-     Dalam rumah duka ratapan tangis itu harus terdengar terus-menerus.
-     Dilakukan oleh wanita yang khusus melakukan tugas itu. (pintar dalam hal tangis menangis)
-     Para peratap tahu sejarah hidup hampir setiap orang dalam kota/masyarakat itu.
-     Para peratap, meratap sambil menyebut-nyebut nama –nama keluarga yang telah meninggal.
-     Sehingga pelayat datangpun segera terharu dan ikut menangis.
-     Maka ketika mereka (para peratap) berkumpul melakukan tugasnya membangkitkan rasa duka para pelayat.
-     Maka terjadilah tangisan ratapan yang hiruk pikuk.

3.  Ratapan dengan membunyikan seruling.
Music suling ditimur tengah kuno selalu dikaitkan dengan kematian.
-     Didalam Talmud. Suami yang isterinya meninggal haruslah menguburnya, mengadakan ratapan, dan tangisan baginya dan membunyikan seruling.
Di kota Romapun terdapat peratap yang meniup seruling.
-     Dalam peristiwa pemakaman Kaisar claudius suara peniup seruling itu demikian menyayat sehingga ada rumor Claudius pun mendengar suara seruling yang menyayat itu.

Ketempat duka yang menyayat itulah Tuhan Yesus datang, disana dipenuhi oleh Ratapan dan hiruk-pikuk, dan Tuhan Yesus memerintahkan untuk Peratap dan pemain seruling untuk pergi.
Tuhan Yesus dengan tenang mengatakan bahwa anak itu tidak mati dan sedang tidur, akibatnya Tuhan Yesus di tertawakan oleh Peratap dan peniup seruling, karena mereka adalah orang-orang yang berpengalaman dalam hal orang mati, mereka tahu anak perempuan itu sudah mati.

I.    Didalam Ayat 18   tertulis ‘Baru saja meninggal’
Ini kelihatannya bertentangan / kontradiksi dengan Markus 5:23: ‘sedang sakit, hampir mati’, dan Lukas 8:42: ‘hampir mati’.

Cara mengharmoniskan:
a   Matius menceritakan secara singkat tanpa mempedulikan detail-detailnya, sedangkan Markus dan Lukas menceritakan detail-detailnya.
b   Kata-kata Yairus yang sebenarnya adalah: ‘Anakku sakit begitu berat sehingga pasti saat ini ia sudah mati’. Matius lalu mengambil sebagian dari kata-kata ini dan Markus / Lukas mengambil bagian yang lain.
      Ini adalah satu penafsiran yang mungkin sekali. Memang dalam Markus 5:23 di katakan: ‘Supaya ia selamat dan tetap hidup’. Ayat ini seolah-olah menentang penafsiran ini. Tetapi kata ‘tetap’ dalam ayat itu sebetulnya tidak ada sehingga penafsiran ini tetap mempunyai kemungkinan benar.
c   Anak itu masih hidup waktu Yairus meninggalkan rumah, tetapi sudah mati waktu Yairus berbicara dengan Yesus. Matius memasukkan fakta itu ke dalam perkataan Yairus, sedangkan Markus / Lukas menceritakan kata-kata Yairus sesuai dengan anggapan Yairus (Yairus tidak tahu anaknya sudah mati). Ini juga merupakan penafsiran yang mungkin sekali benar.

II. Iman Yairus lebih kecil dari iman perwira.  Matius 8:5-13
Karena Yairus merasa perlu Yesus datang ke rumahnya sedangkan perwira itu menganggap Yesus bisa menyembuhkan tanpa datang.

Tetapi dengan iman yang semacam itu ia toh berdoa dan doanya dikabulkan! Memang bagus sekali kalau kita bisa berdoa dengan iman yang hebat, tetapi kalau tidak bisa, janganlah lalu takut berdoa; tetapi sebaliknya, tetaplah berdoa!
Catatan: ‘Iman’ di sini bukanlah ‘saving faith’ (= iman yang menyelamatkan)! Iman di sini hanya satu kepercayaan bahwa Yesus bisa menyembuhkan.
Iman seperti ini tidak menyelamatkan kita!

Seharusnya Iman Yairus dikuatkan dengan peristiwa perempuan yang menderita Pendarahan selama 12 tahun, tetapi dengan menjamah jumbai jubah Yesus dia sembuh. Dengan peristiwa itu Yairus dengan mata kepala sendiri melihat hanya dengan menjamah jumbai Jubah Perempuan pendarahan itu sembuh, apalagi ketika Yesus sendiri yang datang untuk menjamah anak nya sendiri pasti sembuh.


Dari ayat ini dapat di tekankan untuk Yairus, tanpa iman yang cukup kuat asal Yesus saja yang menjamah PASTI AKAN SEMBUH.

Friday, September 23, 2016

NEW THINKS AND COMPREHENSION (Pemikiran dan Pemahaman yang baru), Matius 9:16-17


Matius 9:16-17
16 Tidak seorangpun menambalkan secarik kain yang belum susut pada baju yang tua, karena jika demikian kain penambal itu akan mencabik baju itu, lalu makin besarlah koyaknya.
17 Begitu pula anggur yang baru tidak diisikan ke dalam kantong kulit yang tua, karena jika demikian kantong itu akan koyak sehingga anggur itu terbuang dan kantong itupun hancur. Tetapi anggur yang baru disimpan orang dalam kantong yang baru pula, dan dengan demikian terpeliharalah kedua-duanya."

16   οὐδεῖς  δὲ  ἐπιβάλλει  ἐπίβλημα  ῥάκους  ἀγνάφου  ἐπὶ  ἱματίῳ  παλαιῷ·  αἴρει  γὰρ  τὸ  πλήρωμα  αὐτοῦ  ἀπὸ  τοῦ  ἱματίου  καὶ  χεῖρον  σχίσμα  γίνεται. 
17   οὐδὲ  βάλλουσιν  οἶνον  νέον  εἰς  ἀσκοὺς  παλαιούς·  εἱ  δὲ  μὴ  γε,  ῥήγνυνται  οἱ  ἀσκοὶ  καὶ  ὁ  οἶνος  ἐκχεῖται  καὶ  οἱ  ἀσκοὶ  ἀπόλλυνται·  ἀλλὰ  βάλλουσιν  οἶνον  νέον  εἰς  ἀσκοὺς  καινούς,  καὶ  ἀμφότεροι  συντηροῦνται.

Yesus datang dengan PEMIKIRAN-PEMIKIRAN dan PEMAHAMAN yang baru tentang KEBENARAN, khususnya untuk orang Yahudi.
Yesus tahu sulit sekali untuk mereka memahami Pemikiran-pemikiran dan Pemahaman yang baru itu.

Dan Yesus untuk membuat orang-orang Yahudi itu dapat mengerti dan mau menerima Pemikiran-pemikiran dan Pemahaman Nya, didalam ayat diatas Yesus membuat dua gambaran yang tidak asing untuk orang Yahudi :
1.     Ayat 16. “Tidak seorangpun menambalkan secarik kain yang belum susut pada baju yang tua, karena jika demikian kain penambal itu akan mencabik baju itu, lalu makin besarlah koyaknya.”
Orang Yahudi sangat suka melihat segala sesuatu sebagaimana adanya, mereka tidak suka merubah, menambah atau menguranginya, contohnya “Hukum Taurat” bagi orang Yahudi Hukum Taurat adalah Firman Allah yang terakhir dan final, tidak boleh dirubah.
Menambah atau mengurangi Hukum Taurat adalah dosa yang mematikan/mengerikan. Dan yang bertugas memagari dan melindunginya adalah ahli-ahli Taurat dan orang Farisi.

Bagi orang Yahudi pikiran-pikiran yang baru untuk Hukum Taurat adalah bukan hanya kesalahan tetapi dosa.
Untuk membawa Pemikiran-pemikiran dan Pemahaman yang baru dan dapat diterima dan dimengerti itulah Yesus memakai Gambaran dan perumpamaan diatas.

SIKAP DAN SEMANGAT seperti orang Yahudi itu ternyata masih ada sampai saat ini, khususnya dalam JEMAAT dan GEREJA.
Kalau ada pemikiran atau ide yang baru yang diusulkan, dengan sangat cepat timbul penolakan dari berbagai pihak.

Sejarah telah mencatat pola ini :
Ø  Gereja dan Jemaat terikat kepada hal-hal yang lama.
Ø  Liturginya Lama.
Ø  Ajarannya Lama.
Ø  Kegiatannyapun itu-itu saja.
Dan kalaupun mau ada perubahan hanya sekedar menyesuaikan saja dengan keadaan masa kini :
v  Pemerintahan dan Pelayanan Gereja diusahakan agar sesuai dengan keadaan masa kini.
v  Nyanyian-nyayianpun demikian.
v  Rumusan iman juga demikian.

Tapi apapun alasannya itu semua hanyalah bersifat tambal sulam. Karena  tidak ada seorangpun yang dengan :
-      Sukarela, tanpa penyesalan, tanpa kekerasan mau meninggalkan hal-hal yang lama yang terbukti tahan uji selama bertahun-tahun.
-      Meninggalkan hal-hal yang menjadi andalan angkatan tua dan telah membahagiakan.

Yang harus diketahui, dunia ini makin luas bertumbuh dan berkembang terus tanpa ada seorangpun yang dapat menghentikannya. Dengan ini usaha tambal sulam sama sekali tidak berguna, kita harus menerima perubahan kalau tidak, maka Gereja akan tersingkir, sebab terpaut kepada masa lalu saja, sama saja bukan lagi Yesus yang disembah tetapi masa lampau itu sendiri.

2.    Ayat 17.”Begitu pula anggur yang baru tidak diisikan ke dalam kantong kulit yang tua, karena jika demikian kantong itu akan koyak sehingga anggur itu terbuang dan kantong itupun hancur. Tetapi anggur yang baru disimpan orang dalam kantong yang baru pula, dan dengan demikian terpeliharalah kedua-duanya."

Di Israel pada waktu itu anggur disimpan dalam kantong-kantong kulit, jadi kalau ada anggur baru dimasukan kedalam kantong kulit, maka anggur masih mengalami proses peragian (menghasilkan uap atau gas yang tekanannya semakin lama semakin besar) sehingga kantong kulitnya menggelembung/mengembang, kalau kantong kulitnya masih baru maka akan kuat karena masih elastis, tetapi kalau kantong kulitnya sudah lama resikonya kantong kulitnya tidak dapat mengembang dan akhirnya jebol.

Pengertian dari perkataan Tuhan Yesus di ayat 17 itu, kira-kira sebagai berikut :
Ø  Pikiran kita harus elastis untuk bisa menerima dan menyimpan ide dan pikiran-pikiran yang baru.
Ø  Tetapi pikiran/ide yang baru harus berjuang melawan penolakan dari naluriah manusia.
Contoh :
a)    Mobil, Kereta api dan Pesawat Terbang diamati dengan penuh kecurigaan.
b)   Simpson harus berjuang memperkenalkan Khloroform,
c)    Lister dengan penemuannya Anteseptik
d)   Kopernikus pun dipaksa untuk menarik kembali pernyataannya yang mengatakan bahwa bumilah yang beredar mengelilingi matahari dan bukan sebaliknya.
e)   Jonas hanway yang memperkenalkan PAYUNG ke Negeri inggris, dia ditimpuki batu dan makian.

Sikap penolakan seperti ini terdapat disegala bidang kehidupan, Juga kehidupan di Gereja sikap penolakan terhadap ide atau pemikiran baru hampir merupakan “penyakit” kronis di dalam gereja.
Jadi kita perlu selalu berdoa agar Tuhan membebaskan kita dari pemikiran yang Picik, Sempit dan Tertutup.
Kalau kita perhatikan 10, 30, 50 tahun yang lalu kita dapat melihat perubahan yang yang ada sekarang, tidak ada pada waktu itu.

Sesuai dengan perkataan Yesus diatas telah mengingatkan agar :
GEREJA TIDAK MENJADI LEMBAGA YANG INGIN TETAP HIDUP DALAM MASA LAMPAU, GEREJA HARUS TERBUKA TERHADAP IDE DAN PEMIKIRAN-PEMIKIRAN YANG BARU. YANG DAHULU TIDAK ADA DAN YANG SEKARANG ADA.



16 No one puts a piece of unshrunk cloth on an old garment; for the patch pulls away from the garment, and the tear is made worse.
17 Nor do they put new wine into old wineskins, or else the wineskins break, the wine is spilled, and the wineskins are ruined. But they put new wine into new wineskins, and both are preserved."

16 oudeis  de  epiballei  epiblēma  rakous  agnaphou  epi  imatiō  palaiō·  airei  gar  to  plērōma  autou  apo  tou  imatiou  kai  cheiron  schisma  ginetai. 

17 oude  ballousin  oinon  neon  eis  askous  palaious·  ei  de  mē  ge,  rēgnuntai  oi  askoi  kai  o  oinos  ekcheitai  kai  oi  askoi  apolluntai·  alla  ballousin  oinon  neon  eis  askous  kainous,  kai  amphoteroi  suntērountai.

KALIMAT PENDEK

INJIL LUKAS 11

RHEMA HARI INI

BERSELANCAR DALAM KEBENARAN (MATIUS)