Wednesday, October 25, 2017

Followers of Tradition - Mark 7:1-37 (Perintah Allah dan adat istiadat Yahudi)

DO YOU HAVE FEAR ?


PERGAULAN

"PERGAULAN YANG BURUK MERUSAKAN KEBIASAAN YANG BAIK".

Jika Anda berkumpul dengan serigala, Anda akan belajar melolong.

Tapi jika Anda bergaul dengan Rajawali, Anda akan belajar cara terbang mencapai ketinggian yang luar biasa.

Kenyataan yang sederhana TETAPI BENAR, bahwa Anda MENJADI seperti orang yang bergaul dekat dengan Anda.

Wednesday, October 18, 2017

“ENGKAU BERHARGA”

UKURAN ALLAH “ENGKAU BERHARGA”

Bagaimana Allah melihat dan mengukurmu? Manusia melihat rupa, namun Allah melihat hati. Ia lebih mementingkan inner beauty dari pada outer beauty. Ia tidak memandang kemuliaan seseorang berdasarkan harta atau warna kulitnya. Anda mau tahu bagaimana Allah memandangmu? Beginilah pandanganNya terhadapmu:

"..engkau berharga di mata-Ku dan mulia, dan Aku ini mengasihi engkau.." (Yesaya 43:4a)


Setiap kali engkau merasa tidak diterima, tidak dikasihi, tidak penting, dan itu semua membuatmu merasa insecure, ingatlah bahwa engkau adalah milik Allah. Dan Dia mengasihimu sebagai harta-Nya yang paling berharga.

HARI GINI MASIH ADA KOTAK-KOTAK ??.

HARI GINI MASIH ADA KOTAK-KOTAK ??.
Bagaimana manusia melihat dan mengukurmu? Manusia akan mengkotak-kotakanmu dalam kotak kaya-miskin, terpelajar-bodoh, cantik-jelek, seiman tidak seiman, dan pribumi-nonpribumi.
Dan penilaian manusia serta penerimaan mereka terhadapmu akan didasarkan pada kemampuanmu mencapai standar kelayakan mereka.
Jika Anda cukup kaya, cukup terpelajar, tampan dan cantik, seiman dengan mereka dan sewarna kulit dengan mereka, maka Anda akan masuk hitungan.
Dunia masih melakukan kotak-kotak terserah, tapi kalau Gereja ha....ha....ha....Tuhan Yesus menangis....

Saturday, October 14, 2017

MAJIKAN MENCARI PEKERJA. Matius 20:1-16

PEKERJA KEBUN ANGGUR

Majikan mencari Pekerja. Matius 20:1-16
1 "Adapun hal Kerajaan Sorga sama seperti seorang tuan rumah yang pagi-pagi benar keluar mencari pekerja-pekerja untuk kebun anggurnya.
2 Setelah ia sepakat dengan pekerja-pekerja itu mengenai upah sedinar sehari, ia menyuruh mereka ke kebun anggurnya.
3 Kira-kira pukul sembilan pagi ia keluar pula dan dilihatnya ada lagi orang-orang lain menganggur di pasar.
4 Katanya kepada mereka: Pergi jugalah kamu ke kebun anggurku dan apa yang pantas akan kuberikan kepadamu. Dan mereka pun pergi.
5 Kira-kira pukul dua belas dan pukul tiga petang ia keluar pula dan melakukan sama seperti tadi.
6 Kira-kira pukul lima petang ia keluar lagi dan mendapati orang-orang lain pula, lalu katanya kepada mereka: Mengapa kamu menganggur saja di sini sepanjang hari?
7 Kata mereka kepadanya: Karena tidak ada orang mengupah kami. Katanya kepada mereka: Pergi jugalah kamu ke kebun anggurku.
8 Ketika hari malam tuan itu berkata kepada mandurnya: Panggillah pekerja-pekerja itu dan bayarkan upah mereka, mulai dengan mereka yang masuk terakhir hingga mereka yang masuk terdahulu.
9 Maka datanglah mereka yang mulai bekerja kira-kira pukul lima dan mereka menerima masing-masing satu dinar.
10 Kemudian datanglah mereka yang masuk terdahulu, sangkanya akan mendapat lebih banyak, tetapi mereka pun menerima masing-masing satu dinar juga.
11 Ketika mereka menerimanya, mereka bersungut-sungut kepada tuan itu,
12 katanya: Mereka yang masuk terakhir ini hanya bekerja satu jam dan engkau menyamakan mereka dengan kami yang sehari suntuk bekerja berat dan menanggung panas terik matahari.
13 Tetapi tuan itu menjawab seorang dari mereka: Saudara, aku tidak berlaku tidak adil terhadap engkau. Bukankah kita telah sepakat sedinar sehari?
14 Ambillah bagianmu dan pergilah; aku mau memberikan kepada orang yang masuk terakhir ini sama seperti kepadamu.
15 Tidakkah aku bebas mempergunakan milikku menurut kehendak hatiku? Atau iri hatikah engkau, karena aku murah hati?
16 Demikianlah orang yang terakhir akan menjadi yang terdahulu dan yang terdahulu akan menjadi yang terakhir."

Laborers in the Vineyard
1  "For the kingdom of heaven is like a landowner who went out early in the morning to hire laborers for his vineyard.
2  "When he had agreed with the laborers for a denarius for the day, he sent them into his vineyard.
3  "And he went out about the third hour and saw others standing idle in the market place;
4  and to those he said, 'You also go into the vineyard, and whatever is right I will give you.' And so they went.
5  "Again he went out about the sixth and the ninth hour, and did the same thing.
6  "And about the eleventh hour he went out and found others standing around; and he *said to them, 'Why have you been standing here idle all day long?'
7  "They *said to him, 'Because no one hired us.' He *said to them, 'You go into the vineyard too.'
8  "When evening came, the owner of the vineyard *said to his foreman, 'Call the laborers and pay them their wages, beginning with the last group to the first.'
9  "When those hired about the eleventh hour came, each one received a denarius.
10  "When those hired first came, they thought that they would receive more; but each of them also received a denarius.
11   "When they received it, they grumbled at the landowner,
12  saying, 'These last men have worked only one hour, and you have made them equal to us who have borne the burden and the scorching heat of the day.'
13  "But he answered and said to one of them, 'Friend, I am doing you no wrong; did you not agree with me for a denarius?
14  'Take what is yours and go, but I wish to give to this last man the same as to you.
15  'Is it not lawful for me to do what I wish with what is my own? Or is your eye envious because I am generous?'
16  "So the last shall be first, and the first last."

Berdasarkan perumpamaan ini dapat digambarkan bahwa pencari kerja (buruh) yang berdiri di pasar itu bukanlah para penganggur yang malas.

Pada zaman itu untuk orang yang mau kerja baik secara harian atau tetap nantinya, harus datang kepasar (tempat orang-orang pencari kerja kumpul-kalau sekarang disebut bursa tenaga kerja walaupun tidak ada tempatnya).

Seseorang yang mau mencari kerja harus datang pagi-pagi sambil membawa perkakasnya, lalu menanti hingga ada orang lain yang mau mengupahnya, kenyataan ada orang yang berdiri menunggu sampai petang hari itu adalah bukti mereka sangat menginginkan pekerjaan.

Perumpamaan ini menggambarkan kebiasaan yang terjadi di Palestina pada zaman itu, ketika musim panen anggur tiba maka pemilik kebun harus memanen secepat-cepatnya karena panen anggur itu biasanya ada dibulan September dan sesudah itu masuk musim hujan, apabila tidak memanen sebelum musim hujan, maka rusak semua buah Anggurnya.
Maka pada saat masa panen itu maka pemilik kebun anggur membutuhkan sekali tenaga pekerja untuk memanen anggurnya.

Upah yang diberikan satu dinar atau satu dirham adalah upah sehari yang wajar bagi seorang buruh. Tapi upah ini tidak untuk bisa disimpan paling tidak untuk kehidupan sehari bagi satu keluarga. Kalau mereka kerja hanya setengah hari saja sudah mengganggu kehidupan ekonomi keluarga, apalagi kalau tidak dapat pekerjaan hari itu bisa menjadi bencana untuk mereka.

Jam kerja pada saat itu menurut perhitungan Yahudi, hari kerja dimulai pada terbit matahari pukul 6 pagi sampai pukul 6 sore.

Dari penjelasan diatas kita mau mengurai sedikit tentang perumpamaan diatas :
a.    Perumpamaan ini merupakan peringatan bagi para murid-murid.
Karena mereka murid pertama yang menerima hak istimewa yang besar, dihari nanti ada orang lain juga yang akan datang, murid-murid tidak boleh menuntut penghormatan dan tempat khusus. Semua orang, tak peduli kapan mereka datang, sama berharganya bagi Kristus.
Banyak orang Kristen yang tidak senang melihat bangkitnya generasi yang baru dengan rencana dan cara yang berbeda. Dalam Gereja Kristen senioritas tidak dengan sendirinya berarti kehormatan.

b.    Ini juga peringatan bagi orang Yahudi.
Mereka tahu mereka adalah bangsa pilihan. Konsekuensinya mereka memandang rendah orang non- Yahudi. Hal ini berbahaya bila masuk kedalam gereja Kristen. Akan ada ekslusifisme umat didalam Gereja, Gereja seperti  ini tidak sehat tidak layak di hadapan Tuhan.

c.    Compassion (belas kasihan) Allah yang tidak terbatas.
1.     Kelembutan Allah. Tidak ada yang paling tragis dalam dunia ini dari pada orang yang menganggur sehingga talentanya berkarat dalam kesia-siaan, karena tidak ada yang dilakukan.
Dipasar orang-orang itu menunggu sampai ada orang yang mempekerjakan, itupun kalau ada. Dalam kasihnya, si tuan itu memberi mereka pekerjaan. Ia tidak tega melihat mereka terus menganggur.
Biasanya menurut perhitungan kerja 1 hari 1 dinar, berarti kalau kurang dari satu hari dihitung berdasarkan jam kerjanya. Makin singkat bekerja, makin sedikit upah yang diterima.
Namun, tuan itu tahu benar bahwa 1 dinar per hari itu hanya cukup hari itu saja. Karena itu, si Tuan melangkah melampaui keadilan dan memberi mereka lebih banyak daripada yang seharusnya mereka terima.
Perumpamaan ini mengungkapkan secara implisit dua kebenaran yaitu hak pekerja, yaitu hak setiap orang untuk bekerja dan menerima upah yang layak atas pekerjaannya.

2.    Kemurahan Allah. Orang-orang itu tidak melakukan pekerjaan dalam waktu yang sama, tetapi mereka menerima upah yang sama besarnya.
Semua pelayanan sama pentingnya di hadapan Allah. Bukan jumlah pelayanannya tapi kasih yang diberikan itulah yang diperhitungkan.
Apa yang Allah berikan berasal dari kebaikan hati-Nya. Yang Allah berikan bukan bayaran, melainkan hadiah; bukan upah, melainkan anugerah.

d.    Yang terpenting dalam pelayanan adalah semangat yang melandasinya.
Para pekerja ini terbagi dua kelompok.
Yang pertama bekerja dengan membuat kesepakatan, mereka membuat kontrak, mereka bekerja kalau mereka diberi upah yang disepakati.
Yang kedua, tidak ada sama sekali kesepakatan ataupun kontrak kerja. Yang penting mereka dapat pekerjaan dan bayarannya terserah si tuan.

Dalam hal ini untuk orang Kristen tidaklah boleh minat utamanya hanya upah dalam melayani. Orang Kristen bekerja demi sukacita melayani Allah dan sesamanya.
Itulah sebabnya yang pertama akan menjadi yang terakhir dan yang terakhir akan menjadi yang pertama. Banyak orang yang diberkati menduduki tempat yang rendah di dalam Kerajaan Allah, banyak orang yang menurut ukuran dunia ini miskin, namun menjadi besar dalam Kerajaan Allah. Karena bekerja demi sukacita pekerjaan itu dan senang melayani.

The Parable of the Vineyard Workers
1 μοία  γάρ  στιν    βασιλεία  τν  ορανν  νθρώπ  οκοδεσπότστις  ξλθεν  μα  πρω  μισθώσασθαι  ργάτας  ες  τν  μπελνα  ατο
2 συμφωνήσας  δ  μετ  τν  ργατν  κ  δηναρίου  τν  μέραν  πέστειλεν  ατος  ες  τν  μπελνα  ατο
3 κα  ξελθν  περ  τρίτην  ραν  εδεν  λλους  σττας  ν  τ  γορ  ργούς, 
4 κα  κείνοις  επεν  πάγετε  κα  μες  ες  τν  μπελνα,  κα    ἐὰν    δίκαιον  δώσω  μν. 
5 ο  δ  πλθον.  πάλιν  δ  ξελθν  περ  κτην  κα  νάτην  ραν  ποίησεν  σαύτως. 
6 περ  δ  τν  νδεκάτην  ξελθν  ερεν  λλους  σττας,  κα  λέγει  ατος  Τί  δε  στήκατε  λην  τν  μέραν  ργοί; 
7 λέγουσιν  ατ  τι  οδες  μς  μισθώσατο.  λέγει  ατος  πάγετε  κα  μες  ες  τν  μπελνα.  κα    ἐὰν    δίκαιον  λήψεσθε.
8 ψίας  δ  γενομένης  λέγει    κύριος  το  μπελνος  τ  πιτρόπ  ατο  Κάλεσον  τος  ργάτας  κα  πόδος  ‹ατος›  τν  μισθόν,  ρξάμενος  π  τν  σχάτων  ως  τν  πρώτων. 
9 κα**  λθόντες  ο  περ  τν  νδεκάτην  ραν  λαβον  ν  δηνάριον. 
10 κα  λθόντες  ο  πρτοι  νόμισαν  τι  πλεον  λήμψονται·  κα  λαβον  τ  ν  δηνάριον  κα  ατοί. 
11 λαβόντες  δ  γόγγυζον  κατ  το  οκοδεσπότου 
12 λέγοντες  Οτοι  ο  σχατοι  μίαν  ραν  ποίησαν,  κα  σους  ατος   μν  ποίησας  τος  βαστάσασι  τ  βάρος  τς  μέρας  κα  τν  καύσωνα. 
13   δ  ποκριθες  ν  ατν  επεν  ταρε,  οκ  δικ  σε·  οχ  δηναρίου  συνεφώνησάς  μοι; 
14 ρον  τ  σν  κα  παγε·  θέλω  δ  τούτ  τ  σχάτ  δοναι  ς  κα  σοί· 
15 []  οκ  ξεστίν  μοι    θέλω  ποισαι  ν  τος  μος;      φθαλμός  σου  πονηρός  στιν  τι  γ  γαθός  εμι; 
16 Οτως  σονται  ο  σχατοι  πρτοι  κα  ο  πρτοι  σχατοι.  πολλο  γάρ  εσιν  κλητοί,  λίγοι  δ  κλεκτοί.

Jesus, by the parable of the laborers in the vineyard,  
1 omoia  gar  estin  ē  basileia  tōn  ouranōn  anthrōpō  oikodespotē,  ostis  exēlthen  ama  prōi  misthōsasthai  ergatas  eis  ton  ampelōna  autou. 
2 sumphōnēsas  de  meta  tōn  ergatōn  ek  dēnariou  tēn  ēmeran  apesteilen  autous  eis  ton  ampelōna  autou. 
3 kai  exelthōn  peri  tritēn  ōran  eiden  allous  estōtas  en  tē  agora  argous 
4 kai  ekeinois  eipen  upagete  kai  umeis  eis  ton  ampelōna,  kai  o  ean  ē  dikaion  dōsō  umin. 
5 oi  de  apēlthon.  palin  de  exelthōn  peri  ektēn  kai  enatēn  ōran  epoiēsen  ōsautōs. 
6 peri  de  tēn  endekatēn  exelthōn  euren  allous  estōtas  kai  legei  autois·  ti  ōde  estēkate  olēn  tēn  ēmeran  argoi; 
7 legousin  autō·  oti  oudeis  ēmas  emisthōsato.  legei  autois·  upagete  kai  umeis  eis  ton  ampelōna. 
8 opsias  de  genomenēs  legei  o  kurios  tou  ampelōnos  tō  epitropō  autou·  kaleson  tous  ergatas  kai  apodos  ton  misthon  arxamenos  apo  tōn  eschatōn  eōs  tōn  prōtōn. 
9 elthontes  de  oi  peri  tēn  endekatēn  ōran  elabon  ana  dēnarion. 
10 kai  elthontes  oi  prōtoi  enomisan  oti  pleion  lēmpsontai  kai  elabon  to  ana  dēnarion  kai  autoi. 
11 labontes  de  egonguzon  kata  tou  oikodespotou 
12 legontes·  outoi  oi  eschatoi  mian  ōran  epoiēsan,  kai  isous  ēmin  autous  epoiēsas  tois  bastasasin  to  baros  tēs  ēmeras  kai  ton  kausōna. 
13 o  de  apokritheis  eni  autōn  eipen·  etaire,  ouk  adikō  se·  ouchi  dēnariou  sunephōnēsas  moi; 
14 aron  to  son  kai  upage.  thelō  de  toutō  tō  eschatō  dounai  ōs  kai  soi· 

15 ouk  exestin  moi  o  thelō  poiēsai  en  tois  emois;  ē  o  ophthalmos  sou  ponēros  estin  oti  egō  agathos  eimi;  16 outōs  esontai  oi  eschatoi  prōtoi  kai  oi  prōtoi  eschatoi.

KALIMAT PENDEK

INJIL LUKAS 11

RHEMA HARI INI

BERSELANCAR DALAM KEBENARAN (MATIUS)