Thursday, January 26, 2017

TANDA-TANDA YANG MEMBEDAKAN SEORANG NABI SEJATI (YT)

KECIL TAPI BERDAMPAK BESAR, Matius 13:31-32

Matius 13:31-32
31  Yesus membentangkan suatu perumpamaan lain lagi kepada mereka, kata-Nya: "Hal Kerajaan Sorga itu seumpama biji sesawi, yang diambil dan ditaburkan orang di ladangnya. 
32  Memang biji itu yang paling kecil dari segala jenis benih, tetapi apabila sudah tumbuh, sesawi itu lebih besar dari pada sayuran yang lain, bahkan menjadi pohon, sehingga burung-burung di udara datang bersarang pada cabang-cabangnya."

The Parable of the Mustard Seed
31   Another parable He put forth to them, saying: "The kingdom of heaven is like a mustard seed, which a man took and sowed in his field,
32  which indeed is the least of all the seeds; but when it is grown it is greater than the herbs and becomes a tree, so that the birds of the air come and nest in its branches."

Tanaman Sesawi Palestina sangat berbeda dari tanaman sesawi yang biasa kita kenal. Yang pasti biji sesawi bukan yang paling kecil diantara biji-bijian; biji pohon cemara (cypress) masih lebih kecil.

Ada alasan yang sangat bagus kenapa Yesus membicarakan biji-bijian di dalam banyak perumpamaan. Benih merupakan suatu hal yang indah. Dimana didalamnya kita belajar tentang Karya Keselamatan Kristus. Dalam Yohanes 12:24. “Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah.”

Ketika benih ditaburkan ke tanah, benih itu akan mati. Lalu benih itu bertunas, dan bertumbuh tentunya menghasilkan buah. Hal ini menunjukan gambaran yang lengkap tentang kematian dan kebangkitan Kristus.

Secara harfiah hidup baru baru akan muncul dari Penguburan, kematian dan kebangkitan suatu benih. Demikian juga Yesus mati, dikubur, dan seprtinya hilang selamanya, tetapi Yesus dibangkitkan oleh Allah kedalam hidup baru. Dan menghasilkan buah (karya kebangkitan/Hidup), buah keselamatan.

Didalam Yohanes 12:25. Barangsiapa mencintai nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, tetapi barangsiapa tidak mencintai nyawanya di dunia ini, ia akan memeliharanya untuk hidup yang kekal.

Jika kita tidak menjadi benih dan hidup bagi Kristus didunia ini, kita tidak akan memperoleh kepenuhan Kristus dalam hidup kita .

Dalam Perumpamaan Biji Sesawi diatas Kristuslah biji sesawi itu dan dialah Kerajaan Allah itu sendiri. Dan ketika Yesus mati, dikuburkan dan melalui kebangkitanNya Kerajaan Allah menjadi nyata di dunia.

Seorang yang benar-benar Kristen ialah orang yang memiliki Kristus didalam hidupnya. Dia akan memiliki hidup baru yang dibentuk oleh Roh Kudus yang menjadikan dia manusia baru sepenuhnya.

Apa yang terjadi kalau kita hidup didalam Kristus  ? jika kita benar-benar orang Kristen, keserupaan dengan Kristus harus termanifestasikan dalam kehidupan. Bagaimana dunia bisa mengenal Kristus jika dunia tidak melihat bahwa Kristus hidup didalam kita ?

Benih yang lahir dengan benar haruslah serupa dengan yang aslinya.

Apa kita lahir serupa dengan Kristus ?
Apakah Krsitus bekerja secara penuh dalam kehidupan kita ?
Sudahkah pikiran kita diubahkan dan keegoisan kita dihilangkan ketika kita menjadi serupa dengan Kristus ?

Adalah fakta sejarah bahwa hal-hal yang besar selalu dimulai dari hal-hal kecil.
Suatu gagasan yang dapat mengubah peradaban bermula dari satu orang.
Suatu kesaksian harus bermula dari satu orang.
Sebuah reformasi bermula dari satu orang.

Yesus sendiri adalah teladan darinya satu orang maka semua manusia diselamatkan.

The Parable of the Mustard Seed
31   λλην  παραβολν  παρέθηκεν  ατος  λέγων·  μοία  στιν    βασιλεία  τν ορανν  κόκκ  σινάπεως,  ν  λαβν  νθρωπος  σπειρεν  ν  τ  γρ  ατο·
32     μικρότερον  μέν  στιν  πάντων  τν  σπερμάτων  ταν  δ  αξηθ  μεζον  τν λαχάνων  στιν  κα  γίνεται  δένδρον,  στε  λθεν  τ  πετειν  το  ορανο  κα κατασκηνον  ν  τος  κλάδοις  ατο.

31 allēn  parabolēn  parethēken  autois  legōn·  omoia  estin  ē  basileia  tōn ouranōn  kokkō  sinapeōs,  on  labōn  anthrōpos  espeiren  en  tō  agrō  autou·  

32 o mikroteron  men  estin  pantōn  tōn  spermatōn  otan  de  auxēthē  meizon  tōn lachanōn  estin  kai  ginetai  dendron,  ōste  elthein  ta  peteina  tou  ouranou  kai kataskēnoun  en  tois  kladois  autou. 

45 (empat puluh lima) Nubuat yang digenapi pada kedatangan Yesus (YT)

Monday, January 23, 2017

LALANG DIANTARA GANDUM. Matius 13:24-30


Matius 13:24-30; dan Matius 13:36-43/ Tares among Wheat
24     Jesus presented another parable to them, saying, "The kingdom of heaven may be compared to a man who sowed good seed in his field.
25     "But while his men were sleeping, his enemy came and sowed tares among the wheat, and went away.
26     "But when the wheat sprouted and bore grain, then the tares became evident also.
27     "The slaves of the landowner came and said to him, 'Sir, did you not sow good seed in your field? How then does it have tares?'
28     "And he said to them, 'An enemy has done this!' The slaves *said to him, 'Do you want us, then, to go and gather them up?'
29     "But he *said, 'No; for while you are gathering up the tares, you may uproot the wheat with them.
30     'Allow both to grow together until the harvest; and in the time of the harvest I will say to the reapers, "First gather up the tares and bind them in bundles to burn them up; but gather the wheat into my barn."'".

The parable of the weeds;
24   Ἄλλην  παραβολὴν  παρέθηκεν  αὐτοῖς  λέγων·  ὡμοιώθη  ἡ  βασιλεία  τῶν  οὐρανῶν  ἀνθρώπῳ  σπείραντι  καλὸν  σπέρμα  ἐν  τῷ  ἀγρῷ  αὐτοῦ. 
25   ἐν  δὲ  τῷ  καθεύδειν  τοὺς  ἀνθρώπους  ἦλθεν  αὐτοῦ  ὁ  ἐχθρὸς  καὶ  ἐπέσπειρεν  ζιζάνια  ἀνὰ  μέσον  τοῦ  σίτου  καὶ  ἀπῆλθεν. 
26   ὅτε  δὲ  ἐβλάστησεν  ὁ  χόρτος  καὶ  καρπὸν  ἐποίησεν,  τότε  ἐφάνη  καὶ  τὰ  ζιζάνια. 
27   προσελθόντες  δὲ  οὶ  δοῦλοι  τοῦ  οἰκοδεσπότου  εἶπον  αὐτῷ·  κύριε  οὐχὶ  καλὸν  σπέρμα  ἔσπειρας  ἐν  τῷ  σῷ  ἀγρῷ;  πόθεν  οὐν  ἔχει  ζιζάνια; 
28   ὁ  δὲ  ἔφη  αὐτοῖς·  ἐχθρὸς  ἄνθρωπος  τοῦτο  ἐποίησεν.  οἱ  δὲ  αὐτῷ  λέγουσιν·  θέλεις  οὖν  ἀπελθόντες  συλλέξωμεν  αὐτά; 
29   ὁ  δὲ  φησιν·  οὔ,  μήποτε  συλλέγοντες  τὰ  ζιζάνια  ἐκριζώσητε  ἅμα  αὐτοῖς  τὸν  σῖτον. 
30   ἄφετε  συναυξάνεσθαι  ἀμφότερα  ἕως  τοῦ  θερισμοῦ,  καὶ  ἐν  καιρῷ  τοῦ  θερισμοῦ  ἐρῶ  τοῖς  θερισταῖς·  συλλέξατε  πρῶτον  τὰ  ζιζάνια  καὶ  δήσατε  αὐτὰ  εἰς  δέσμας  πρὸς  τὸ  κατακαῦσαι  αὐτά,  τὸν  δὲ  σῖτον  συνάγετε  εἰς  τὴν  ἀποθήκην  μου.

Dalam ayat 36 murid-murid bertanya kepada Yesus tentang arti perumpamaan Lalang diantara Gandum itu, dan dalam ayat 37-43 Yesus menjelaskan arti perumpamaan itu.

Jadi, kalau kita mau mengerti Firman Tuhan/AlKitab, kita harus berharap dan meminta kepada Tuhan. Tuhan memang bisa mengajarkan artinya melalui buku, manusia, hamba Tuhan.

Efesus 4:11-15’,”11 Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar, 12 untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus, 13 sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus, 14 sehingga kita bukan lagi anak-anak, yang diombang-ambingkan oleh rupa-rupa angin pengajaran, oleh permainan palsu manusia dalam kelicikan mereka yang menyesatkan, 15 tetapi dengan teguh berpegang kepada kebenaran di dalam kasih kita bertumbuh di dalam segala hal ke arah Dia, Kristus, yang adalah Kepala”),

dan karena itu kita harus mau menggunakan buku, manusia, hamba Tuhan, tetapi harapan kita tidak boleh diletakkan pada manusia, buku, hamba Tuhan, tetapi kepada Tuhan, itu sebabnya Berdoalah dengan sungguh-sungguh sebelum membaca Alkitab, buku rohani, Saat Teduh, ataupun sebelum mendengar khotbah, Pemahaman Alkitab.
‘Orang yang menabur benih gandum’ menggambarkan ‘Tuhan yang memproduksi orang kristen’ (ayat 37-38) dengan cara: pemberitaan Injil, Tuhan bekerja dalam diri orang itu : melahirbarukan, memberi terang, pengertian tentang Injil, memberikan iman dan pertobatan.

Bagi seorang Petani Lalang itu sangat mengganggu dan merugikan.
Lalang biasa disebut DARNEL BERJANGGUT (lolium temulentum).
Pada tahap awal lalang AMAT MIRIP dengan tanaman gandum, sehingga mustahil untuk membedakan yang satu dari yang lain.

Orang Yahudi menyebut lalang itu Gandum Haram (Bastard wheat)
Dalam bahasa Ibrani, Lalang disebut ZUNIM , bahasa Yunani zizanion.
Lalang dan Gandumg tidak dapat dipisahkan dengan aman ketika  keduanya sedang tumbuh, tetapi memang akhirnya harus dipisahkan.

Didalam Perumpamaan Lalang diantara Gandum ini, mengajarkan beberapa hal yang luar biasa :
a.    Selalu ada kuasa jahat didalam dunia, yang sedang mencari dan menanti untuk menghancurkan benih yang baik. (lih: 1 Petus 5:8).
Selalu ada didalam Gereja Pengaruh yang menolong benih Firman untuk bertumbuh dan berkembang, dan pengaruh yang berupaya mengahancurkan benih Firman. Solusinya adalah berjaga-jagalah.
b.    Betapa sukar membedakan mereka yang adalah benih Kerajaan Allah dengan benih dari si Jahat.
Kenyataan yang sering terjadi adalah seseorang mungkin kelihatan buruk, tetapi sebenarnya baik dan sebaliknya seseorang kelihatan baik ternyata buruk.
Kita selalu cepat menilai orang dan mencap mereka baik atau buruk tanpa mengetahui fakta-fakta yang ada.
c.    Penghakiman pasti datang pada akhirnya.

Penghakiman tidak terburu-buru, karena pada saatnya akan tampak konsekwensi dosa yang dilakukan dan akan nampak sekarang atau nanti.
Hanya Allah saja yang berhak menghakimi, karena hanya Allah yang tahu membedakan mana yang baik dan jahat.

Matius 13:24-30; dan Matius 13:36-43
24 Yesus membentangkan suatu perumpamaan lain lagi kepada mereka, kata-Nya: "Hal Kerajaan Sorga itu seumpama orang yang menaburkan benih yang baik di ladangnya.
25 Tetapi pada waktu semua orang tidur, datanglah musuhnya menaburkan benih lalang di antara gandum itu, lalu pergi.
26 Ketika gandum itu tumbuh dan mulai berbulir, nampak jugalah lalang itu.
27 Maka datanglah hamba-hamba tuan ladang itu kepadanya dan berkata: Tuan, bukankah benih baik, yang tuan taburkan di ladang tuan? Dari manakah lalang itu?
28 Jawab tuan itu: Seorang musuh yang melakukannya. Lalu berkatalah hamba-hamba itu kepadanya: Jadi maukah tuan supaya kami pergi mencabut lalang itu?
29 Tetapi ia berkata: Jangan, sebab mungkin gandum itu ikut tercabut pada waktu kamu mencabut lalang itu.
30 Biarkanlah keduanya tumbuh bersama sampai waktu menuai. Pada waktu itu aku akan berkata kepada para penuai: Kumpulkanlah dahulu lalang itu dan ikatlah berberkas-berkas untuk dibakar; kemudian kumpulkanlah gandum itu ke dalam lumbungku."
36 Maka Yesuspun meninggalkan orang banyak itu, lalu pulang. Murid-murid-Nya datang dan berkata kepada-Nya: "Jelaskanlah kepada kami perumpamaan tentang lalang di ladang itu."
37 Ia menjawab, kata-Nya: "Orang yang menaburkan benih baik ialah Anak Manusia;
38 ladang ialah dunia. Benih yang baik itu anak-anak Kerajaan dan lalang anak-anak si jahat.
39 Musuh yang menaburkan benih lalang ialah Iblis. Waktu menuai ialah akhir zaman dan para penuai itu malaikat.
40 Maka seperti lalang itu dikumpulkan dan dibakar dalam api, demikian juga pada akhir zaman.
41 Anak Manusia akan menyuruh malaikat-malaikat-Nya dan mereka akan mengumpulkan segala sesuatu yang menyesatkan dan semua orang yang melakukan kejahatan dari dalam Kerajaan-Nya.
42 Semuanya akan dicampakkan ke dalam dapur api; di sanalah akan terdapat ratapan dan kertakan gigi.
43 Pada waktu itulah orang-orang benar akan bercahaya seperti matahari dalam Kerajaan Bapa mereka. Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar!"

The parable of the weeds;
24 allēn  parabolēn  parethēken  autois  legōn·  ōmoiōthē  ē  basileia  tōn  ouranōn  anthrōpō  speiranti  kalon  sperma  en  tō  agrō  autou. 
25 en  de  tō  katheudein  tous  anthrōpous  ēlthen  autou  o  echthros  kai  epespeiren  zizania  ana  meson  tou  sitou  kai  apēlthen. 
26 ote  de  eblastēsen  o  chortos  kai  karpon  epoiēsen,  tote  ephanē  kai  ta  zizania. 
27 proselthontes  de  oi  douloi  tou  oikodespotou  eipon  autō·  kurie  ouchi  kalon  sperma  espeiras  en  tō  sō  agrō;  pothen  oun  echei  zizania; 
28 o  de  ephē  autois·  echthros  anthrōpos  touto  epoiēsen.  oi  de  autō  legousin·  theleis  oun  apelthontes  sullexōmen  auta; 
29 o  de  phēsin·  ou,  mēpote  sullegontes  ta  zizania  ekrizōsēte  ama  autois  ton  siton. 

30 aphete  sunauxanesthai  amphotera  eōs  tou  therismou,  kai  en  kairō  tou  therismou  erō  tois  theristais·  sullexate  prōton  ta  zizania  kai  dēsate  auta  eis  desmas  pros  to  katakausai  auta,  ton  de  siton  sunagete  eis  tēn  apothēkēn  mou.

NYANYIAN SYUKUR KARENA SELAMAT DARI BAHAYA, Mazmur 30:1-13



Friday, January 20, 2017

The Voice of the LORD in the Storm, A Psalm of David. Psalms 29:1-11


MENABUR DAN MENGHASILKAN, Matius 13:1-9; 18-23

indram642.blogspot.co.id
Matius 13:1-9; 18-23
1 Pada hari itu keluarlah Yesus dari rumah itu dan duduk di tepi danau.
2 Maka datanglah orang banyak berbondong-bondong lalu mengerumuni Dia, sehingga Ia naik ke perahu dan duduk di situ, sedangkan orang banyak semuanya berdiri di pantai.
3 Dan Ia mengucapkan banyak hal dalam perumpamaan kepada mereka. Kata-Nya: "Adalah seorang penabur keluar untuk menabur.
4 Pada waktu ia menabur, sebagian benih itu jatuh di pinggir jalan, lalu datanglah burung dan memakannya sampai habis.
 5 Sebagian jatuh di tanah yang berbatu-batu, yang tidak banyak tanahnya, lalu benih itupun segera tumbuh, karena tanahnya tipis.
6 Tetapi sesudah matahari terbit, layulah ia dan menjadi kering karena tidak berakar.
7 Sebagian lagi jatuh di tengah semak duri, lalu makin besarlah semak itu dan menghimpitnya sampai mati.
8 Dan sebagian jatuh di tanah yang baik lalu berbuah: ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang tiga puluh kali lipat.
9 Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar!"

The parable of the sower and the seed;
1        Ἐν  τῇ  ἡμέρᾳ  ἐκείνῃ  ἐξελθὼν  ὁ  Ἰησοῦς  τῆς  οἰκίας  ἐκάθητο  παρὰ  τὴν  θάλασσαν· 
2        καὶ  συνήχθησαν  πρὸς  αὐτὸν  ὄχλοι  πολλοί,  ὥστε  αὐτὸν  εἰς  πλοῖον  ἐμβάντα  καθῆσθαι  καὶ  πᾶς  ὁ  ὄχλος  ἐπὶ  τὸν  αἰγιαλὸν  εἱστήκει. 
3        Καὶ  ἐλαλησεν  αὐτοῖς  πολλὰ  ἐν  παραβολαῖς  λέγων·  ἰδοὺ  ἐξῆλθεν  ὁ  σπείρων  τοῦ  σπείρειν. 
4        καὶ  ἐν  τῷ  σπείρειν  αὐτὸν  ἃ  μὲν  ἔπεσεν  παρὰ  τὴν  ὁδόν,  καὶ  ἐλθόντα  τὰ  πετεινὰ  κατέφαγεν  αὐτά. 
5        ἀλλὰ  δὲ  ἔπεσεν  ἐπὶ  τὰ  πετρώδη  ὅπου  οὐκ  εἶχεν  γῆν  πολλήν,  καὶ  εὐθέως  ἐξανέτειλεν  διὰ  τὸ  μὴ  ἔχειν  βάθος  γῆς· 
6        ἡλίου  δὲ  ἀνατείλαντος  ἐκαυματίσθη  καὶ  διὰ  τὸ  μὴ  ἔχειν  ῥίζαν  ἐξηράνθη. 
7        ἄλλα  δὲ  ἔπεσεν  ἐπὶ  τὰς  ἀκάνθας  καὶ  ἀνέβησαν  αἱ  ἄκανθαι  καὶ  ἀπέπνιξαν  αὐτά. 
8        ἄλλα  δὲ  ἔπεσεν  ἐπὶ  τὴν  γῆν  τὴν  καλὴν  καὶ  ἐδίδου  καρπόν,  ὃ  μὲν  ἑκατόν,  ὃ  δὲ  ὲξήκοντα,  ὃ  δὲ  τριάκοντα. 
9        ὁ  ἔχων  ὦτα  ἀκούετω.

Sangat sedikit orang yang dapat menangkap dan mengerti gagasan-gagasan abstrak; kebanyakan orang berpikir dalam gambar-gambar. Hal yang penting dari suatu perumpamaan adalah bahwa perumpamaan itu membuat kebenaran menjadi suatu gambaran yang dapat dilihat dan dipahami semua orang.

Dengan cara inilah Tuhan Yesus menyatakan firman Allah tentang kerajaan Allah, hari ini kita belajar dalam Matius 13;1-9 dan 18-23, Perumpaan tentang Penabur kalau kita perhatikan di Palestina ada dua cara menabur benih :
1.     Ditabur dengan cara mengayun tangan keatas dan kebawah sambil menyusuri ladang.
2.    Penabur menaruh sekarung benih dibelakang seekor keledai, melubangi karung dibawahnya sehingga ketika Keledai itu berjalan benihnya keluar dan tersebar.

Kita pelajari sedikit tentang Ladang dan Tanah di Palestina.
a.    Ladang di Palestina mirip dengan pematang-pematang sawah atau kebun-kebun di Indonesia, yaitu ada sebidang tanah atau tanah yang berpetak-petak, perbatasan bidang tanah atau batas petak-petak itulah yang disebut pembatas dan sering dijadikan jalan oleh petani-petani.
Inilah yang disebut pinggir jalan, tanah yang keras itu, karena sering di injak oleh manusia sehingga tanah itu menjadi keras. Dan ketika benih itu terjatuh dipinggirnya maka burung akan mudah memakannya.

b.    Dipalestina yang disebut tanah yang berbatu adalah tanah yang dimana dibawahnya banyak batuan dan lapisan tanahnya tipis.
Ditanah yang seperti ini benih cepat tumbuh karena panas matahari cepat menghangatkan tanahnya. Ketika akarnya ingin mengisap makanan dan air, yang ada hanyalah batu dibawahnya, sehingga benih yang mulai bertunas akan segera mati dan tidak mampu menahan panas matahari.

c.    Tanah yang bersemak duri, adalah dimana tanahnya sebenarnya cukup baik tetapi karena ada belukar mengelilinginya maka pertumbuhan benih terhambat. Kecepatan pertumbuhan belukar, rumput liar dan ilalang lebih cepat dari benih yang ditanam, sehingga menghambat pertumbuhan benih yang ada.
d.    Tanah yang baik ialah tanah yang dalam, bersih dan gembur sehingga akar benih itu dapat menerobosnya untuk menghisap makanan, dan tumbuh dengan bebas.
Ditanah yang subur ini benih dapat menghasilkan tuaian yang melimpah.

Perumpamaan ini ditujukan kepada dua macam orang.
A.   Perumpamaan ini ditujukan kepada pendengar yang hadir.
Jadi ada beberapa pendengar Firman :
  v  Pendengar yang pikirannya tertutup. Banyak penyebabnya :
-          Prasanka dapat membuat orang buta terhadap segala hal yang tidak ingin ia lihat.
-          Roh keras kepala ( ada dua : Kesombongan yang tidak tahu bahwa ia perlu tahu; Ketakutan akan kebenaran baru).
-          Juga karakter yang amoral dan cara hidup seseorang dapat juga menutup pikirannya.
-           
  v  Pendengar yang pikirannya seperti tanah dangkal. (ia adalah orang yang gagal memikirkan sesuatu dan gagal untuk terus memikirkannya).
-          Sebagian orang gemar sekali akan hal baru. Cepat menerima, cepat pula membuangnya.
-          Semangat yang tiba-tiba selalu dapat pula menjadi api yang padam dengan cepat.
Ini menjadi peringatan Tidak ada orang yang dapat mendasarkan hidupnya pada EMOSI.
  v  Pendengar yang mempunyai begitu banyak minat dalam hidupnya sehingga seringkali hal-hal yang terpenting menjadi terdesak.
Tidak cukup waktu berdoa, tidak cukup waktu baca firman, karena hidup ini semakin padat dan cepat. Banyak terlibat dalam berbagai kepanitiaan, pekerjaan, dan pelayanan kasih sehingga tidak lagi menyisakan waktu untuk Tuhan.
Yang berbahaya adalah hal yang baik seharusnya no dua, menjadi musuh terburuk bagi yang terbaik. Sehingga yang terbaik terabaikan.
Kita harus berhati-hati jangan sampai Kristus terdesak hanya karena hal-hal yang sifatnya remeh dalam hidup.

  v  Pendengar yang baik, seperti Tanah yang subur.
Ada empat tahap untuk penerimaan firman Tuhan.:
-          Pikirannya terbuka, senantiasa ingin belajar,
-          Menyiapkan diri untuk mendengar. Tidak sombong atau terlalu sibuk untuk mendengar.
-          Mau mengerti, ia memikirkan apa yang didengarnya dengan sungguh-sungguh dan mengetahui apa firman yang didengarnya. Dan siap menerimanya.
-          Mempraktekan apa yang didengarnya kedalam tindakan.
Ia menghasilkan buah yang baik dari benih yang baik.

PENDENGAR SEJATI ADALAH ORANG YANG MENDENGARKAN, MENGERTI, DAN TAAT.

     B.    Perumpamaan ini ditujukan juga kepada yang memberitakan firman.
Perumpamaan ini bukan hanya untuk pendengar saja tapi untuk sekelompok murid Yesus.
Murid melihat Yesus yang luar biasa dan bijaknya ternyata dalam pandangan muridnya ia dilihat malah gagal :
-          punya musuh (ahli Taurat dan Farisi) dan
-          orang banyak yang datang hanya untuk kepentingan pribadi, setelah mendapatkan yang dibutuhkan mereka berlalu begitu saja.

Ini menyebabkan murid-murid patah semangat, tetapi perumpamaan ini menjawab sikap murid yang patah semangat :
HIKMAHNYA YAITU “PANEN ITU PASTI”

Tidak ada petani yang menanam tidak mengharapkan hasil atau petani yang berharap semua benihnya menghasilkan, pasti ada juga tidak menghasilkan buah. Tetapi itu tidak menghilangkan harapannya dan kepastian akan PANEN.

Maka perumpaan ini adalah pendorong semangat bagi mereka yang menabur benih firman. :
o   Ketika menabur benih firman, kita tidak tahu dampak apa yang terjadi terhadap benih firman itu.
Adalah tugas kita untuk menabur benih firman dan selanjutnya menyerahkannya kepada Tuhan untuk menghidupinya.
o   Ketika menabur benih firman, kita tidak boleh mengharapakan hasil yang SEGERA.
Dalam alam tidak pernah ada pertumbuhan yang tergesa-gesa, dibutuhkan waktu yang amaat lama. Sebuah biji mangga untuk menjadi pohon mangga membutuhkan waktu yang amat lama.
Benih firman yang ditabur bisa sangat lama bersemi dihati yang mendengar dan menerimanya.
Zaman ini adalah zaman yang membutuhkan hasil yang instan (yang segera), tetapi tidak pernah ada pertumbuhan yang instan.

DALAM MENABUR BENIH, KITA HARUS MEMILIK KESABARAN DAN PENGHARAPAN DAN MENUNGGU DALAM WAKTU PANEN YANG CUKUP LAMA BAHKAN BISA SANGAT LAMA.


Matius 3:18-23 (jawaban ayat 1-9)
18 Karena itu, dengarlah arti perumpamaan penabur itu.
19 Kepada setiap orang yang mendengar firman tentang Kerajaan Sorga, tetapi tidak mengertinya, datanglah si jahat dan merampas yang ditaburkan dalam hati orang itu; itulah benih yang ditaburkan di pinggir jalan.
20 Benih yang ditaburkan di tanah yang berbatu-batu ialah orang yang mendengar firman itu dan segera menerimanya dengan gembira.
21 Tetapi ia tidak berakar dan tahan sebentar saja. Apabila datang penindasan atau penganiayaan karena firman itu, orang itupun segera murtad.
22 Yang ditaburkan di tengah semak duri ialah orang yang mendengar firman itu, lalu kekuatiran dunia ini dan tipu daya kekayaan menghimpit firman itu sehingga tidak berbuah.
23 Yang ditaburkan di tanah yang baik ialah orang yang mendengar firman itu dan mengerti, dan karena itu ia berbuah, ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang tiga puluh kali lipat."

The parable of the sower and the seed;
1 en  tē  ēmera  ekeinē  exelthōn  o  iēsous  tēs  oikias  ekathēto  para  tēn  thalassan· 
2 kai  sunēchthēsan  pros  auton  ochloi  polloi,  ōste  auton  eis  ploion  embanta  kathēsthai  kai  pas  o  ochlos  epi  ton  aigialon  eistēkei. 
3 kai  elalēsen  autois  polla  en  parabolais  legōn·  idou  exēlthen  o  speirōn  tou  speirein. 
4 kai  en  tō  speirein  auton  a  men  epesen  para  tēn  odon,  kai  elthonta  ta  peteina  katephagen  auta. 
5 alla  de  epesen  epi  ta  petrōdē  opou  ouk  eichen  gēn  pollēn,  kai  eutheōs  exaneteilen  dia  to  mē  echein  bathos  gēs· 
6 ēliou  de  anateilantos  ekaumatisthē  kai  dia  to  mē  echein  rizan  exēranthē. 
7 alla  de  epesen  epi  tas  akanthas  kai  anebēsan  ai  akanthai  kai  apepnixan  auta. 
8 alla  de  epesen  epi  tēn  gēn  tēn  kalēn  kai  edidou  karpon,  o  men  ekaton,  o  de  exēkonta,  o  de  triakonta. 
9 o  echōn  ōta  akouetō.

Matthew 13: Jesus Teaches in Parables
1    That day Jesus went out of the house and was sitting by the sea.
2    And large crowds gathered to Him, so He got into a boat and sat down, and the whole crowd was standing on the beach.
3    And He spoke many things to them in parables, saying, "Behold, the sower went out to sow;
4    and as he sowed, some seeds fell beside the road, and the birds came and ate them up.
5    "Others fell on the rocky places, where they did not have much soil; and immediately they sprang up, because they had no depth of soil.
6    "But when the sun had risen, they were scorched; and because they had no root, they withered away.
7    "Others fell among the thorns, and the thorns came up and choked them out.
8    "And others fell on the good soil and *yielded a crop, some a hundredfold, some sixty, and some thirty.

9    "He who has ears, let him hear."

KALIMAT PENDEK

INJIL LUKAS 11

RHEMA HARI INI

BERSELANCAR DALAM KEBENARAN (MATIUS)