Wednesday, April 30, 2014

Matius 3:13-17, Permit it to be so now (BAPTISAN)

indram642.blogspot.com

Matius 3:13-17
11.  I indeed baptize you with water unto repentance, but He who is coming after me is mightier than I, whose sandals I am not worthy to carry. He will baptize you with the Holy Spirit and fire.

13. Then Jesus came from Galilee to John at the Jordan to be baptized by him.
14. And John tried to prevent Him, saying, "I need to be baptized by You, and are You coming to me?"
15. But Jesus answered and said to him, "Permit it to be so now, for thus it is fitting for us to fulfill all righteousness." Then he allowed Him.
16.  When He had been baptized, Jesus came up immediately from the water; and behold, the heavens were opened to Him, and He saw the Spirit of God descending like a dove and alighting upon Him.
17.  And suddenly a voice came from heaven, saying, "This is My beloved Son, in whom I am well pleased."

Sejak semula para pemikir telah bingung oleh kenyataan bahwa Yesus menyerahkan dirinya untuk di Baptis.
Ada beberapa alasannya :
     1.     30 tahun Yesus menunggu suara panggilan .
     Ketika Yohanes muncul , Yesus tahu bahwa saat yang dinanti-nantikanya telah tiba.
     Inilah pengajaran/teladan bagaimana menantikan janji yang telah ditetapkan dengan          kesetiaan dan kepekaan. Tidak terlalu cepat pasti juga tidak terlambat.

     2.    Orang Yahudi tahu Baptisan – tapi hanya untuk yang Proselit.
-      Saat itulah/gerakan pertobatan Yohanes hadir dan orang-orang Yahudi menyadari dosanya. Saat inilah yang ditunggu Yesus – dan Dia minta di Baptis.
-      Saat itu ada suara terdengar. Ayat 17.
Mazmur 2:7; Yesaya 42:1; Yesaya 42:1 Yesaya membuat uraian tentang hamba yang menderita dan puncaknya didalam Yesaya 53.

     3.    Ketika Yesus di Baptis ada 2 hal yang pasti :
-      Dia benar-benar dipilih oleh Allah.
-      Kepastian jalan dihadapan-Nya adalah menuju SALIB.
-      Yesus tahu tahu dia dipilih menjadi Raja, TahtaNya adalah KAYU SALIB.
-      Yesus tahu Ia ditetapkan menjadi penakluk, SENJATANYA kekuatan Penderitaan KASIH.

Ada hal Penting yang saya mau jelaskan tentang Baptisan air :
     a.    Baptisan itu Perintah atau mau dikatakan dengan bahasa yang alkitabiah yaitu Amanat Agung Tuhan Yesus ada di dalam Matius 28:19-20.
19. poreuqenteV oun maqhteusate panta ta eqnh baptizonteV autouV eiV to onoma tou patroV kai tou uiou kai tou agiou pneumatoV
19 poreuthentes  oun  mathēteusate  panta  ta  ethnē, baptizontes  autous  eis  to  onoma  tou  patros  kai  tou  uiou  kai  tou  agiou pneumatos,  

20. didaskonteV autouV threin panta osa eneteilamhn umin kai idou egw meq umwn eimi pasaV taV hmeraV ewV thV sunteleiaV tou aiwnoV amhn
20 didaskontes  autous  tērein  panta  osa  eneteilamēn  umin·  kai  idou egō  meth  umōn  eimi  pasas  tas  ēmeras  eōs  tēs  sunteleias  tou  aiōnos. 

     b.    Arti Baptisan dari bahasa Yunani :”Baptize, Bapto” yng berarti Meliputi seluruhnya, mencelupkan sesuatu kedalam air, kemudian mengeluarkannya, dibanjiri, dibenamkan.

     c.    Mengapa harus dibaptis air ?
-      Memenuhi kehendak Allah.
-      Mengikuti teladan Tuhan Yesus
-      Melakukan amanat Agung.

     d.    Makna Baptisan air :
-      Tanda kematian manusia lama kita. Dan bangkit kedalam hidup yang baru. Roma 6:2-4, 2 Korintus 5:17
-      Tanda ketaatan. Matius 3;11
-      Sarana bagi orang Percaya untuk menerima karunia-karunia. Kisah 2:38.
-      Pernyataan kepada Dunia bahwa kita telah menjadi bagian dari tubuh Kristus dan Keluarga Allah. 1 Korintus 12:13; Efesus 4:3-6

Demikinlah kasih Tuhan memberi pencerahan kepada saya untuk dapat mengerti perikop ini dan menulisnya, kiranya menjadi berkat bagi kita semua.


Bekasi, 15 Juli 2013


Indram642.blogspot.com


11   γ  μν  μς  βαπτίζω  ν  δατι  ες  μετάνοιαν,    δ  πίσω  μου  ρχόμενος σχυρότερος  μού  στιν,  ο  οκ  εμι  κανς  τ  ποδήματα  βαστάσαι·  ατς μς  βαπτίζω  ν  πνεύματι  γί  κα  πυρί·
11 egō  men  umas  baptizō  en  udati  eis  metanoian,  o  de  opisō  mou erchomenos  ischuroteros  mou  estin,  ou  ouk  eimi  ikanos  ta  upodēmata  bastasai· autos  umas  baptisei  en  pneumati  agiō  kai  puri·

13.Τότε  παραγίνεται    ησος  π  τς  Γαλιλαίας  π  τν  ορδάνην  πρς  τν ωάννην  το  βαπτισθναι  π’  ατο.
13 tote  paraginetai  o  iēsous  apo  tēs  galilaias  epi  ton  iordanēn  pros  ton  iōannēn tou  baptisthēnai  up  autou.

14     δἑ  διεκώλυεν  αὐτὸν  λέγων  Ἐγὼ χρείαν  ἔχω  ὑπὸ  σοῦ  βαπτισθῆναι  καῖ  σὺ  ἔρχῃ  πρὸς  με;
14 o  de  diekōluen  auton  legōn  egō  chreian  echō  upo sou  baptisthēnai  kai  su  erchē  pros  me

16   βαπτισθεὶς  δὲ    Ἰησοῦς  εὐθὺς  ἀνέβη  ἀπὸ τοῦ  ὕδατος  καὶ  ἰδοὺ  ἠνεῴχθησαν  οὶ  οὐρανοί,  καὶ  εἶδεν  πνεῦμα  θεοῦ καταβαῖνον  ὡσεὶ  περιστερὰν  ἐρχόμενον  ἐπ’  αὐτόν· 
16 baptistheis  de  o  iēsous  euthus  anebē  apo  tou  udatos  kai  idou ēneōchthēsan  oi  ouranoi,  kai  eiden  pneuma  theou  katabainon  ōsei  peristeran erchomenon  ep  auton·
17.  And suddenly a voice came from heaven, saying, "This is My beloved Son, in whom I am well pleased."

Tuesday, April 22, 2014

PANGGILAN, INJIL DAN PELAYANAN.

Paulus

Romans 1: 1-7, Greeting

1       Paul, a bondservant of Jesus Christ, called to be an apostle, separated to the gospel of God
2      which He promised before through His prophets in the Holy Scriptures,
3      concerning His Son Jesus Christ our Lord, who was born of the seed of David according to the flesh,
4      and declared to be the Son of God with power according to the Spirit of holiness, by the resurrection from the dead.
5      Through Him we have received grace and apostleship for obedience to the faith among all nations for His name,
6      among whom you also are the called of Jesus Christ;
7    To all who are in Rome, beloved of God, called to be saints:
      Grace to you and peace from God our Father and the Lord Jesus Christ.

1.        Παῦλος  δοῦλος  Ἰησοῦ  Χριστοῦ,  κλητὸς  ἀπόστολος  ἀφωρισμένος  
εἰς εὐαγγέλιον  θεοῦ,  
2.    ὁ  προεπηγγείλατο  διὰ  τῶν  προφητῶν  αὐτοῦ  ἐν  γραφαῖς ἁγίαις  
3.    περὶ  τοῦ  υἱοῦ  αὐτοῦ  τοῦ  γενομένου  ἐκ  σπέρματος  Δαυὶδ  κατὰ  
σάρκα, 
4.    τοῦ  ὁρισθέντος  υἱοῦ  θεοῦ  ἐν  δυνάμει  κατὰ  πνεῦμα  ἁγιωσύνης  ἐξ 
ἀναστάσεως  νεκρῶν  Ἰησοῦ  Χριστοῦ  τοῦ  κυρίου  ἡμῶν,  
5.    δι’  οὗ  ἐλάβομεν  χάριν καὶ  ἀποστολὴν  εἰς  ὑπακοὴν  πίστεως  ἐν  
πᾶσιν  τοῖς  ἔθνεσιν  ὑπὲρ  τοῦ  ὀνόματος αὐτοῦ,  
6.    ἐν  οἷς  ἐστε  καὶ  ὑμεῖς  κλητοὶ  Ἰησοῦ  Χριστοῦ,  
7.    πᾶσιν  τοῖς  οὖσιν  ἐν ῾Ρώμῃ  ἀγαπητοῖς  θεοῦ,  κλητοῖς  ἁγίοις,  
χάρις  ὑμῖν  καὶ  εἰρήνη  ἀπὸ  θεοῦ πατρὸς  ἡμῶν  καὶ  κυρίου  Ἰησοῦ  Χριστοῦ. 

“PAULUS”
Kebanyakan orang Yahudi di zaman Paulus memiliki dua nama depan, satu nama Yahudi, dan satu nama Romawi (lihat Kisah Rasul 13:9) Nama Yahudi Paulus adalah Saulus. Ia, sebagaimana Raja Israel kuno, berasal dari suku Benyamin (lihat. Roma 11:1; Filipi3:4). Nama Romawinya dalam format bahasa Yunani, Paulus (Paulos), berarti “kecil”. Ini menunjukkan baik
1.   Postur fisik tubuhnya yang dalam suatu buku non kanonik dari abad kedua, Kisah Paulus, di dalam pasal tentang Tesalonika, disindir dan disebut sebagai “Paulus dan Thekla”.
2.   Perasaan pribadinya sebagai yang terkecil dari golongan orang kudus karena ia pada mulanya menganiaya Gereja (bandingkan 1 Korintus 15:9; Efesus 3:8; 1 Timotius 1:15)
3.   Nama pemberian orang tuanya.

Kalau kita lihat disini tulisannya jelas bahwa Paulus dalam suratnya ini memberitahukan  bahwa dia belum pernah kenal dengan Jemaat yang ada di roma karena itu ia menulis dengan kata-kata yang sangat teliti.

Dalam ayat ini awalnnya dia menjelaskan tentang dirinya sendiri :
I.   Menyebut dirinya sebagai Hamba (doulos) dari Yesus Kristus.
      Ada dua pemikiran tentang hamba ini :
§   Paulus menyebut Yesus adalah TUHAN (kurios =Tuan, pemilik mutlak) lawan kata dari TUHAN (kurios) adalah Hamba (DUOLOS), Paulus menganggap dirinya Hamba Yesus Kristus.
§   Hamba menggambarkan ketulusan tanggung jawab dari kasih.

Hamba mempunyai arti yang lain, didalam Perjanjian Lama kata Hamba dipaki untuk orang besar yang dipilih Allah contoh :
·           Musa, adalah Hamba Tuhan (Bilangan 12:7, Yosua 1:1; 24:29).
·           Gelar kebanggaan dari nabi-nabi, justru karena mereka adalah Hamba Allah. Amsal 3:7; Yeremia 7:25.
Jadi hamba Yesus Kristus  itu adalah tanggung jawab dari kasih dan kehormatan pekerjaanNya yang mulia.

II. Menggambarkan dirinya orang yang dipanggil menjadi Rasul.
Kata ini adalah kata umu bahasa Yunani untuk kata “mengutus” (yaitu apostellō) Istilah ini memiliki beberapa kegunaan teologis.
Istilah “rasul” di lingkaran Yahudi-palestina abad pertama berarti “orang yang diutus sebagai seorang wakil resmi” (2 Taw 17:7-9). Dalam Perjanjian Baru istilah ini digunakan dalam dua hal:
1.   Sebutan bagi 12 murid dan Paulus; dan
2.   Karunia rohani yang berlanjut di gereja (bandingkan 1 Kor 12:28-29; Efesus 4:11).

Didalam Perjanjian Lama orang yang dipanggil adalah orang yang mendengar dan menjawab Panggilan Allah. :
Ø  Abraham mendengar panggilan Allah. Keluaran 3:10.
Ø  Yeremia mendengar dan menjawab. Yeremia 1:4-5.
Ø  Yesaya mendengar dan menjawab. Yesaya 42:1, 19; 52:13

Ini adalah pilihan Allah, bukan pilihannya sendiri (lihat. Kisah 9:15; Galatia 1:15; Efesus 3:7.
Paulus sedang menegaskan kualifikasi dan otoritas kerohaniannya sebagaimana ia buat dalam 1 Korintus 1:1; 2 Korintus 1:1; Galatia 1:1; Efesus 1:1; Kolose 1:1; I Timotius 1:1; Titus 1:1, kepada gereja yang belum pernah ditemuinya ini.

Demikian Paulus ketika dipanggil dan mau menjawab panggilan Yesus maka ia tidak pernah lagi memikirkan  dirinya lagi tapi kehendak Tuhan untuk dirinyalah yang dia lakukan.

III. Menggambarkan dirinya orang yang telah dikuduskan untuk memberitakan Injil.
“dikuduskan” Ini adalah kata bentuk ketiga pasif yang menyatakan bahwa ia telah di sendirikan oleh Tuhan di masa lalu (Yeremia 1:5 dan Galatia 1:15) dan hal ini secara terus-menerus menjadi kondisi kehidupannya. Ini adalah kata-kata bahasa Aram “Farisi”. Mereka dikuduskan bagi legalisme Yahudi termasuk Paulus. Filipi 3:5 sebelum berjumpa dengan Yesus di perjalanan ke Damaskus, namun sekarang ia dikuduskan bagi Injil.
Hal ini berhubungan dengan kata Ibrani untuk “kudus” yang artinya “dipindahkan untuk dipakai Allah” (Keluaran 19:6; I Petrus 2:5). Istilah “orang kudus”, “penyucian”, dan “pemisahan” semua memiliki akar kata Yunani yang sama yaitu “kudus” (hagios).
v  Ia dikuduskan untuk tugas yang akan dikerjakan. Galatia 1:15.
v  Ia dipilih dari antara manusia.
Allah mengirim setiap manusia kedalam dunia untuk melakukan hal yang sudah ditetapkan. Kisah Para Rasul 13:2.

Demikian juga kekristenan memisahkan kita dari dunia, bukan untuk kepentingan dan kemuliaan diri sendiri ataupun kesombongan, tapi untuk melayani dan rendah hati serta mengasihi sesama manusia.

Dan pemberitaan yang di kemukakan oleh Paulus adalah :
a.      Pusat pemberitaan adalah Yesus, mengenai Inkarnasi  (Tuhan yang menjadi manusia)
b.     Kebangkitan Kristus dari antara orang mati.


Bekasi, 06 Agustus 2013


Indram642.blogspot.com

KALIMAT PENDEK

INJIL LUKAS 11

RHEMA HARI INI

BERSELANCAR DALAM KEBENARAN (MATIUS)