Thursday, April 19, 2018

Matius 21:33-46, Penggarap-Penggarap Kebun Anggur

Vineyard

Perumpamaan tentang penggarap-penggarap kebun anggur
Matius 21:33-46, (Markus 12:1-12; Lukas 20:9-19)

33 Yes. 5:1-2 “Dengarkanlah suatu perumpamaan yang lain. Adalah seorang tuan tanah membuka kebun anggur dan menanam pagar sekelilingnya. Ia menggali lobang tempat memeras anggur dan mendirikan menara jaga di dalam kebun itu. Kemudian ia menyewakan kebun itu kepada penggarap-penggarap lalu berangkat ke negeri lain. 
34     Ketika hampir tiba musim petik, ia menyuruh hamba-hambanya kepada penggarap-penggarap itu untuk menerima hasil yang menjadi bagiannya. 
35     Tetapi penggarap-penggarap itu menangkap hamba-hambanya itu: mereka memukul yang seorang, membunuh yang lain dan melempari yang lain pula dengan batu. 
36     Kemudian tuan itu menyuruh pula hamba-hamba yang lain, lebih banyak dari pada yang semula, tetapi mereka pun diperlakukan sama seperti kawan-kawan mereka. 
37     Akhirnya ia menyuruh anaknya kepada mereka, katanya: Anakku akan mereka segani. 
38     Tetapi ketika penggarap-penggarap itu melihat anaknya itu, mereka berkata seorang kepada yang lain: Ia adalah ahli waris, mari kita bunuh dia, supaya warisannya menjadi milik kita. 
39     Mereka menangkapnya dan melemparkannya ke luar kebun anggur itu, lalu membunuhnya. 
40     Maka apabila tuan kebun anggur itu datang, apakah yang akan dilakukannya dengan penggarap-penggarap itu?” 
41     Kata mereka kepada-Nya: “Ia akan membinasakan orang-orang jahat itu dan kebun anggurnya akan disewakannya kepada penggarap-penggarap lain, yang akan menyerahkan hasilnya kepadanya pada waktunya.” 

42Mzm. 118:22-23 Kata Yesus kepada mereka: “Belum pernahkah kamu baca dalam Kitab Suci:
Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan
telah menjadi batu penjuru:
hal itu terjadi dari pihak Tuhan,
suatu perbuatan ajaib di mata kita.
43     Sebab itu, Aku berkata kepadamu, bahwa Kerajaan Allah akan diambil dari padamu dan akan diberikan kepada suatu bangsa yang akan menghasilkan buah Kerajaan itu.
[44   Dan barangsiapa jatuh ke atas batu itu, ia akan hancur dan barangsiapa ditimpa batu itu, ia akan remuk.]”
45     Ketika imam-imam kepala dan orang-orang Farisi mendengar perumpamaan-perumpamaan Yesus, mereka mengerti, bahwa merekalah yang dimaksudkan-Nya. 
46     Dan mereka berusaha untuk menangkap Dia, tetapi mereka takut kepada orang banyak, karena orang banyak itu menganggap Dia nabi.

Parable of the Landowner
33  "Listen to another parable. There was a landowner who planted a vineyard and put a wall around it and dug a wine press in it, and built a tower, and rented it out to vine-growers and went on a journey.
34  "When the harvest time approached, he sent his slaves to the vine-growers to receive his produce.
35  "The vine-growers took his slaves and beat one, and killed another, and stoned a third.
36  "Again he sent another group of slaves larger than the first; and they did the same thing to them.
37  "But afterward he sent his son to them, saying, 'They will respect my son.'
38  "But when the vine-growers saw the son, they said among themselves, 'This is the heir; come, let us kill him and seize his inheritance.'
39  "They took him, and threw him out of the vineyard and killed him.
40  "Therefore when the owner of the vineyard comes, what will he do to those vine-growers?"
41  They *said to Him, "He will bring those wretches to a wretched end, and will rent out the vineyard to other vine-growers who will pay him the proceeds at the proper seasons."
42  Jesus *said to them, "Did you never read in the Scriptures, 'The stone which the builders rejected, This became the chief corner stone; This came about from the Lord, And it is marvelous in our eyes'?
43  "Therefore I say to you, the kingdom of God will be taken away from you and given to a people, producing the fruit of it.
44  "And he who falls on this stone will be broken to pieces; but on whomever it falls, it will scatter him like dust."
45  When the chief priests and the Pharisees heard His parables, they understood that He was speaking about them.
46  When they sought to seize Him, they feared the people, because they considered Him to be a prophet.

Dalam perumpamaan ini banyak hal yang detil-detil yang mempunyai arti yang dalam dan Imam-imam Kepala dan orang-orang Farisi tahu benar apa yang di maksudkan Yesus dalam perumpamaan ini.
Bangsa Yahudi sebagai kebun anggur Allah adalah gambaran profetis yang sudah dikenal. Yesaya 5:7 – “Kebun anggur Tuhan semesta alam ialah kaum Israel.”

Perlengkapan Kebun anggur dan apa yang dimaksud dari perumpamaan ini :
a.    Pagar berduri. Untuk mencegah babi hutan yang akan masuk ke dalam kebung anggur itu dan juga pencuri yang mau mencuri anggur.
b.    Alat pemeras. Alat ini mempunyai dua cekungan yang dibuat dengan melubangi batu, atau dibagun dari batu bata;yang satu sedikit lebih tinggi dari yang lain. Dan kedua dihubungi dengan saluran.
c.    Menara. Ada dua fungsi Menara :
1.  Sebagai tempat untuk menjaga kebun anggur dari pencuri jika buah anggurnya sudahmasak.
2.  Sebagai tempat berteduh untuk para pekerja.

Yang dimaksud dari perumpaam ini :
a.    Kebun anggur itu ialah bangsa Israel dan pemiliknya adalah Allah.
b.    Para Penggarapnya ialah para Pemimpin agama Yahudi, yang menerima tanggung jawab dari Allah untuk kesejahteran baagsa itu.
c.    Para utusan yang diutus. Ialah para Nabi yang diutus Allah namun sering kali ditolak dan dibunuh.
d.    Anak yang datang terakhir adalah Yesus sendiri.

Dalam perumpamaan ini ada tiga hal penting yang mau dijelaskan.
I.       Berbicara tentang Siapa Allah :
1.    Menceritakan tentang Kepercayaan Allah kepada manusia. Pemilik kebun anggur itu mempercayakan kebun itu kepada para penggarap. Setiap tugas yang kita terima adalah tugas yang Allah berikan kepada kita.
2.    Menceritakan tentang Kesabaran Allah. Ia memberikan kesempatan berkali-kali kepada para penggarap itu untuk menjawab imbauan-Nya. Allah sabar terhadap manusia.
3.    Menceritakan penghakiman Allah. Allah mengambil kembali kebun anggurnya dari para penggarap dan memberikannya kepada yang lain. Penghakiman Allah yang paling keras ialah ketika Ia merenggur kembali dari tangan kita tugas yang seharusnya kita lakukan. Orang tenggelam ke dalam derajatnya yang terendah ketika ia tak berguna lagi di hadapan Allah.

Karena itu Hak dari Allah sebagai pemilik kebun anggur menerima :
1.   Penyembahan dari manusia.
2.   Kepercayaan dari manusia.
3.   Ketaatan dari manusia.
4.   Pelayanan dari manusia.
5.   Persembahan dari manusia.

II.    Berbicara tentang Manusia.:
a.    Hak istimewa manusia. Kebun anggur tempat mereka bekerja diperlengkapi, pagar, alat pemeras anggur, menara. Untuk mempermudah tugas para penggarap. Ketika allah menugaskan kita Ia juga memberi kelengkapan2 Nya.
b.    Kebebasan manusia. Allah memberikan kebebasan pada penggarap untuk menggarap kebun-Nya seperti yang mereka inginkan.
c.    Pertanggung jawaban manusia. Penggarap-pengarap tersebut harus mempertanggung jawabkan semua pekerjaannya. Demikian juga kita harus mempertanggung jawakan semua perbuatan kita.
d.    Kesengajaan dosa manusia. Para penggarap ini sengaja membangkang dan melawan majikannya. Dosa ialah melawan perintah Allah; dosa berarti mengambil jalan sendiri ketika kita tahu benar manakah jalan Allah.

III.     Berbicara tentang Yesus.
a.    Klaim Yesus bahwa dia anak pemilik kebun anggur itu. Tuan telah mengutus utusan kepada Penggarap namun semua utusan itu dianiaya dan dibunuh, demikian juga ketika si Tuan Pemilik kebun mengutus anaknya, anaknya dibunuh oleh penggarap ekbun anggur itu.
b.    Pengorbanan Yesus. anaknya yang diutuspun dianiaya dan dibunuh oleh Penggarap-penggarap. Demikian juga Yesus datang kepada Israel kepunyaan-Nya namun toh dia dibunuh juga.

Ayat 40-43 :
Karena mereka menolak penerapan itu, maka Yesus lalu mengutip Mazmur 118:22-23 untuk membuktikan kebenaran ucapan­Nya.

Mazmur 118 adalah mazmur yang sama dengan mazmur yang dikutip dalam Matius 21:9, hanya ayatnya yang berbeda (Matius 21:9 mengutip Maz 118:25-26). Jadi, mereka pasti tahu bahwa mazmur itu adalah mazmur tentang Mesias, dan mereka pasti mengerti bahwa yang dimaksud dengan ‘batu penjuru’ di situ adalah Mesias sendiri.

Di sini  terjadi perbedaan antar manuscript (naskah Yunani), yaitu ada manuscript yang mempunyai ayat ini, dan ada manu­script yang tidak mempunyai ayat ini.

Ayat 44-46.
Kalau dilihat dari kontexnya, maka penempatan dari ayat ini memang aneh. Dalam ay 43, Yesus sudah meninggalkan pembicaraan tentang Mazmur 118, dan Ia memberikan penerapan dari perumpamaan. Tetapi dalam ay 44, Ia kembali lagi bicara tentang ‘batu’ / kembali bicara tentang Mazmur 118!

Karena itu, rupanya dalam manuscript asli Matius, ayat ini sebetulnya tidak ada.

Tetapi dalam Lukas 20:18, semua manuscript mempunyai ayat ini. Jadi, dalam Injil Lukas, ayat ini memang ada.

Sekalipun dalam Matius kata-kata itu tidak ada, tetapi bagaimanapun kata-kata itu tetap adalah Firman Tuhan! (mungkin pengcopynya melihat bahwa ayat itu ada dalam Lukas, tetapi tak ada dalam Matius, maka ia lalu menambahkan ayat itu dalam Matius, untuk menyamakannya dengan Lukas).

Arti dari ayat ini: orang yang bertentangan / menentang Yesus, pasti akan hancur!


The Parable of the Wicked Tenants
(Mark 12:1-12Luke 20:9-18)
33     Ἄλλην  παραβολὴν  ἀκούσατε.  Ἄνθρωπος  ἦν  οἰκοδεσπότης  ὅστις  ἐφύτευσεν  ἀμπελῶνα,  καὶ  φραγμὸν  αὐτῷ  περιέθηκεν  καὶ  ὤρυξεν  ἐν  αὐτῷ  ληνὸν  καὶ  ᾠκοδόμησεν  πύργον,  καὶ  ἐξέδετο  αὐτὸν  γεωργοῖς,  καὶ  ἀπεδήμησεν. 
34     ὅτε  δὲ  ἤγγισεν    καιρὸς  τῶν  καρπῶν,  ἀπέστειλεν  τοὺς  δούλους  αὐτοῦ  πρὸς  τοὺς  γεωργοὺς  λαβεῖν  τοὺς  καρποὺς  αὐτοῦ. 
35     καὶ  λαβόντες  οἱ  γεωργοὶ  τοὺς  δούλους  αὐτοῦ  ὃν  μὲν  ἔδειραν,  ὃν  δὲ  ἀπέκτειναν,  ὃν  δὲ  ἐλιθοβόλησαν. 
36     πάλιν  ἀπέστειλεν  ἄλλους  δούλους  πλείονας  τῶν  πρώτων,  καὶ  ἐποίησαν  αὐτοῖς  ὡσαύτως. 
37     ὕστερον  δὲ  ἀπέστειλεν  πρὸς  αὐτοὺς  τὸν  υἱὸν  αὐτοῦ  λέγων  Ἐντραπήσονται  τὸν  υἱόν  μου. 
38     οἱ  δὲ  γεωργοὶ  ἰδόντες  τὸν  υἱὸν  εἶπον  ἐν  ἑαυτοῖς  Οὗτός  ἐστιν    κληρονόμος•  δεῦτε  ἀποκτείνωμεν  αὐτὸν  καὶ  σχῶμεν  τὴν  κληρονομίαν  αὐτοῦ• 
39     καὶ  λαβόντες  αὐτὸν  ἐξέβαλον  ἔξω  τοῦ  ἀμπελῶνος  καὶ  ἀπέκτειναν. 
40     ὅταν  οὖν  ἔλθῃ    κύριος  τοῦ  ἀμπελῶνος,  τί  ποιήσει  τοῖς  γεωργοῖς  ἐκείνοις; 
41     λέγουσιν  αὐτῷ  Κακοὺς  κακῶς  ἀπολέσει  αὐτούς,  καὶ  τὸν  ἀμπελῶνα  ἐκδώσεται  ἄλλοις  γεωργοῖς,  οἵτινες  ἀποδώσουσιν  αὐτῷ  τοὺς  καρποὺς  ἐν  τοῖς  καιροῖς  αὐτῶν.
42     Λέγει  αὐτοῖς   Ἰησοῦς  Οὐδέποτε  ἀνέγνωτε  ἐν  ταῖς  γραφαῖς  Λίθον  ὃν  ἀπεδοκίμασαν  οἱ  οἰκοδομοῦντες,  οὗτος  ἐγενήθη 

33 allēn  parabolēn  akousate.  anthrōpos  ēn  oikodespotēs  ostis  ephuteusen  ampelōna  kai  phragmon  autō  periethēken  kai  ōruxen  en  autō  lēnon  kai  ōkodomēsen  purgon  kai  exedeto  auton  geōrgois  kai  apedēmēsen. 
34 ote  de  ēngisen  o  kairos  tōn  karpōn,  apesteilen  tous  doulous  autou  pros  tous  geōrgous  labein  tous  karpous  autou. 
35 kai  labontes  oi  geōrgoi  tous  doulous  autou  on  men  edeiran,  on  de  apekteinan,  on  de  elithobolēsan. 
36 palin  apesteilen  allous  doulous  pleionas  tōn  prōtōn.  kai  epoiēsan  autois  ōsautōs. 
37 usteron  de  apesteilen  pros  autous  ton  uion  autou  legōn·  entrapēsontai  ton  uion  mou. 
38 oi  de  geōrgoi  idontes  ton  uion  eipon  en  eautois·  outos  estin  o  klēronomos·  deute  apokteinōmen  auton  kai  schōmen  tēn  klēronomian  autou, 
39 kai  labontes  auton  exebalon  exō  tou  ampelōnos  kai  apekteinan. 
40 otan  oun  elthē  o  kurios  tou  ampelōnos,  ti  poiēsei  tois  geōrgois  ekeinois; 
41 legousin  autō·  kakous  kakōs  apolesei  autous  kai  ton  ampelōna  ekdōsetai  allois  geōrgois,  oitines  apodōsousin  autō  tous  karpous  en  tois  kairois  autōn. 
42 legei  autois  o  iēsous·  oudepote  anegnōte  en  tais  graphais·
      lithon  on  apedokimasan  oi  oikodomountes,
            outos  egenēthē  eis  kephalēn  gōnias·
         para  kuriou  egeneto  autē
            kai  estin  thaumastē  en  ophthalmois  ēmōn;
43 dia  touto  legō  umin  oti  arthēsetai  aph  umōn  ē  basileia  tou  theou  kai  dothēsetai  ethnei  poiounti  tous  karpous  autēs. 
44 kai  o  pesōn  epi  ton  lithon  touton  sunthlasthēsetai·  eph  on  d  an  pesē  likmēsei  auton.
45 kai  akousantes  oi  archiereis  kai  oi  pharisaioi  tas  parabolas  autou  egnōsan  oti  peri  autōn  legei·  46 kai  zētountes  auton  kratēsai  ephobēthēsan  tous  ochlous,  epei  eis  prophētēn  auton  eichon.

KALIMAT PENDEK

INJIL LUKAS 11

RHEMA HARI INI

BERSELANCAR DALAM KEBENARAN (MATIUS)