Tuesday, August 8, 2017

Matius 18:7-11. PENYESATAN DAN PEMENGGALAN BAGIAN TUBUH


Matius 18:7-11. 
7 Celakalah dunia dengan segala penyesatannya: memang penyesatan harus ada, tetapi celakalah orang yang mengadakannya.
8 Jika tanganmu atau kakimu menyesatkan engkau, penggallah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu masuk ke dalam hidup dengan tangan kudung atau timpang dari pada dengan utuh kedua tangan dan kedua kakimu dicampakkan ke dalam api kekal.
9 Dan jika matamu menyesatkan engkau, cungkillah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu masuk ke dalam hidup dengan bermata satu dari pada dicampakkan ke dalam api neraka dengan bermata dua.
10 Ingatlah, jangan menganggap rendah seorang dari anak-anak kecil ini. Karena Aku berkata kepadamu: Ada malaikat mereka di sorga yang selalu memandang wajah Bapa-Ku yang di sorga.
11 [Karena Anak Manusia datang untuk menyelamatkan yang hilang.]"

Stumbling Blocks
7    "Woe to the world because of its stumbling blocks! For it is inevitable that stumbling blocks come; but woe to that man through whom the stumbling block comes!
8    "If your hand or your foot causes you to stumble, cut it off and throw it from you; it is better for you to enter life crippled or lame, than to have two hands or two feet and be cast into the eternal fire.
9    "If your eye causes you to stumble, pluck it out and throw it from you. It is better for you to enter life with one eye, than to have two eyes and be cast into the fiery hell.
10  "See that you do not despise one of these little ones, for I say to you that their angels in heaven continually see the face of My Father who is in heaven.
11   ["For the Son of Man has come to save that which was lost.]

Ayat 7
Ayat ini menekankan ancaman yang mengerikan terhadap mereka yang mengajar orang lain untuk berbuat dosa. Didunia ini tidak ada yang lebih mengerikan daripada mencemarkan keluguan seseorang.

Jika seseorang mengajar orang lain berbuat dosa, lebih baik baginya sebuah batu kilangan digantungkan di lehernya dan ia dicampakan kedalam laut.
a)   Itu tidak berarti bahwa orang yang sesat ataupun yang menyesatkan, dianggap bersalah dan perlu ber­tanggung jawab!
Ayat 7 jelas menunjukkan 2 x kata ‘celaka­lah’ yang jelas menunjukkan bahwa mereka bertanggung jawab atas penyesatan / dosa mereka itu!
b)   Itu tidak berarti bahwa kita boleh membiarkan orang-orang yang sesat. Tetap kita harus menolong mereka yang sesat.

Memang benar dosa telah masuk kedalam dunia namun kenyataan ini tidak mengurangi tanggung jawab orang yang menjadi batu sandungan terhadap orang lain yang lebih muda usianya atau terhadap orang yang mulai bertumbuh dalam iman.

Ay 8-9:
1)   Bagian ini tentu tidak bersifat hurufiah, dan karena itu, bagian ini tidak boleh diartikan bahwa:
·     Kita betul-betul harus memotong kaki, tangan dan sebagainya.
·     Di surga ada orang yang cacat.

Arti bagian ini menurut kami :
a)   Mata, tangan, kaki menggambarkan hal-hal yang kita cintai. Wujudnya bermacam-macam, seperti: hobby, pekerjaan, study, dan sebagainya. Tetapi kalau hal-hal yang kita cintai itu membawa / menjatuhkan kita ke dalam dosa, maka kita harus rela membuangnya.

Seorang penafsir berkata:
“It is better to go to heaven, without enjoying the things that caused us to sin, than to enjoy them here, and then be lost” (= Adalah lebih baik pergi ke surga tanpa menikmati hal-hal yang menyebabkan kita berdosa dari pada menikmatinya di sini, dan setelah itu terhilang).
b)   Kita harus begitu benci pada dosa / penyesatan sehingga kita harus lebih rela kehilangan tangan, kaki, mata daripada disesatkan.

2)   Kalau ayat 6-7 menyuruh kita hati-hati supaya tidak menyesat­kan orang lain, maka ayat 8-9 menyuruh kita hati-hati supaya tidak menyesatkan diri sendiri / membiarkan diri sendiri tersesat. Kita memang harus punya keseimbangan antara perhatian kepada orang lain dan perhatian kepada diri sendiri! (1 Timotius 4:16, Kisah 20:28).

Ada banyak orang yang sibuk mengurusi kerohanian orang lain dengan jalan melakukan banyak sekali pelayanan, tetapi ia lalu mengabaikan kerohaniannya sendiri. Sebaliknya ada juga orang yang hanya sibuk mengurusi kerohaniannya sendiri, tetapi tidak mempedulikan orang lain dan tidak mau melayani orang lain. Apakah saudara termasuk dalam salah satu dari dua golongan itu? Bertobatlah dan lakukan kedua-duanya dengan seimbang!

3)   Api yang kekal atau Neraka (Gehena of fire. ayat 8).
Gehena ialah Lembah Hinom, yakni sebuah lembah yang terletak di bawah bukit Yerusalem. Lembah ini dikutuk selamanya, karena di sanalah orang Yahudi murtad mengurbankan anak-anak mereka kedalam api untuk dewa kafir Molokh. 2 Raja 23:10; Yeremia 32:35.

Bandingkan ini dengan:
·    Markus 9:43 - ‘api yang tak terpadamkan’.
·    Markus 9:44,48 - ‘api yang tak padam dan ulat yang tak mati’.

Ini simbol-simbol dari hukuman / siksaan kekal dalam neraka (lihat Wahyu 14:11, 20:10). Sekalipun hal-hal ini hanya simbol, tetapi perlu diketahui bahwa kalau simbolnya saja begitu mengerikan, aslinya pasti lebih mengerikan lagi! Karena itu jangan meremehkan neraka! Dan pada waktu saudara memberitakan Injil, tekankan hal ini kepada orang yang saudara injili!

Ayat 10
Untuk mengetahui arti istilah ini, kita perlu membandingkan dengan Ester 1:14 yang menunjukkan bahwa orang yang meman­dang wajah raja adalah orang-orang yang dekat dengan raja.
Jadi, kalau dikatakan ‘malaikat memandang wajah Bapa’ artinya adalah: malaikat itu dekat dengan Bapa. Tetapi toh dikatakan sebagai ‘malaikat mereka’. Ini semua menunjukkan bahwa anak-anak kecil itu begitu berharga bagi Bapa sehingga Ia menugaskan malaikat-malaikat yang dekat dengan Dia untuk menjaga / mengawasi anak-anak itu. Kalau Bapa begitu tinggi menilai anak-anak kecil itu, jelas bahwa kita tidak boleh menganggap rendah mereka.

Ayat 11:
Ayat ini ada dalam tanda kurung, karena dalam manuscript-manuscript yang terbaik, ayat ini tidak ada. Jadi, ayat ini dianggap sebagai penambahan dan sebetulnya tidak ada dalam Kitab Suci aslinya.

Temptations and Trespasses
(Mark 9:42-50; Luke 17:1-4)
7 Οα  τ  κόσμ  π  τν  σκανδάλων·  νάγκη  γρ  λθεν  τ  σκάνδαλα,  πλν  οα  τ  νθρώπ  δι’  ο  τ  σκάνδαλον  ρχεται.
8 Ε  δ    χείρ  σου      πούς  σου  σκανδαλίζει  σε,  κκοψον  ατν  κα  βάλε  π  σο·  καλόν  σοί  στιν  εσελθεν  ες  τν  ζων  κυλλν    χωλόν,    δύο  χερας    δύο  πόδας  χοντα  βληθναι  ες  τ  πρ  τ  αώνιον. 
9 κα  ε    φθαλμός  σου  σκανδαλίζει  σε,  ξελε  ατν  κα  βάλε  π  σο·  καλόν  σοί  στιν  μονόφθαλμον  ες  τν  ζων  εσελθεν,    δύο  φθαλμος  χοντα  βληθναι  ες  τν  γέενναν  το  πυρός.
10 ρτε  μ  καταφρονήσητε  νς  τν  μικρν  τούτων·  λέγω  γρ  μν  τι  ο  γγελοι  ατν  ν  ορανος  δι  παντς  βλέπουσι  τ  πρόσωπον  το  Πατρός  μου  το  ν  ορανος. 

AVOID OFFENSES
7 ouai  tō  kosmō  apo  tōn  skandalōn·  anankē  gar  elthein  ta  skandala,  plēn  ouai  tō  anthrōpō  di  ou  to  skandalon  erchetai. 
8 ei  de  ē  cheir  sou  ē  o  pous  sou  skandalizei  se  ekkopson  auton  kai  bale  apo  sou·  kalon  soi  estin  eiselthein  eis  tēn  zōēn  kullon  ē  chōlon  ē  duo  cheiras  ē  duo  podas  echonta  blēthēnai  eis  to  pur  to  aiōnion. 
9 kai  ei  o  ophthalmos  sou  skandalizei  se,  exele  auton  kai  bale  apo  sou·  kalon  soi  estin  monophthalmon  eis  tēn  zōēn  eiselthein  ē  duo  ophthalmous  echonta  blēthēnai  eis  tēn  geennan  tou  puros.

10 orate  mē  kataphronēsēte  enos  tōn  mikrōn  toutōn·  legō  gar  umin  oti  oi  angeloi  autōn  en  ouranois  dia  pantos  blepousin  to  prosōpon  tou  patros  mou  tou  en  ouranois.

KALIMAT PENDEK

INJIL LUKAS 11

RHEMA HARI INI

BERSELANCAR DALAM KEBENARAN (MATIUS)