Sunday, November 5, 2017

AMBISI DAN KESETIAAN, Matius 20:20-28

Penjelasan Yesus

AMBISI DAN KESETIAAN, Matius 20:20-28; Markus 10:35-45

20 Maka datanglah ibu anak-anak Zebedeus serta anak-anaknya itu kepada Yesus, lalu sujud di hadapan-Nya untuk meminta sesuatu kepada-Nya.
21 Kata Yesus: "Apa yang kaukehendaki?" Jawabnya: "Berilah perintah, supaya kedua anakku ini boleh duduk kelak di dalam Kerajaan-Mu, yang seorang di sebelah kanan-Mu dan yang seorang lagi di sebelah kiri-Mu."
22 Tetapi Yesus menjawab, kata-Nya: "Kamu tidak tahu, apa yang kamu minta. Dapatkah kamu meminum cawan, yang harus Kuminum?" Kata mereka kepada-Nya: "Kami dapat."
23 Yesus berkata kepada mereka: "Cawan-Ku memang akan kamu minum, tetapi hal duduk di sebelah kanan-Ku atau di sebelah kiri-Ku, Aku tidak berhak memberikannya. Itu akan diberikan kepada orang-orang bagi siapa Bapa-Ku telah menyediakannya."
24 Mendengar itu marahlah kesepuluh murid yang lain kepada kedua saudara itu.
25 Tetapi Yesus memanggil mereka lalu berkata: "Kamu tahu, bahwa pemerintah-pemerintah bangsa-bangsa memerintah rakyatnya dengan tangan besi dan pembesar-pembesar menjalankan kuasanya dengan keras atas mereka.
26 Tidaklah demikian di antara kamu. Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu,
27 dan barangsiapa ingin menjadi terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hambamu;
28 sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang."

Preferment Asked
20  Then the mother of the sons of Zebedee came to Jesus with her sons, bowing down and making a request of Him.
21  And He said to her, "What do you wish?" She *said to Him, "Command that in Your kingdom these two sons of mine may sit one on Your right and one on Your left."
22  But Jesus answered, "You do not know what you are asking. Are you able to drink the cup that I am about to drink?" They *said to Him, "We are able."
23  He *said to them, "My cup you shall drink; but to sit on My right and on My left, this is not Mine to give, but it is for those for whom it has been prepared by My Father."
24  And hearing this, the ten became indignant with the two brothers.
25  But Jesus called them to Himself and said, "You know that the rulers of the Gentiles lord it over them, and their great men exercise authority over them.
26  "It is not this way among you, but whoever wishes to become great among you shall be your servant,
27  and whoever wishes to be first among you shall be your slave;
28  just as the Son of Man did not come to be served, but to serve, and to give His life a ransom for many."

Kalau kita perhatikan ayat 20 bagaimana ibu anak-anak Zebedeus ini adalah Yakobus dan Yohanes, mereka menurut Matius 27:56, Markus 15:40; Yohanes 19:25, adalah saudara sepupu.

Hal ini sepertinya biasa saja karena mereka merasa hubungannya dekat, mereka merasa berhak mendapat tempat khusus dalam kerajaan-Nya. Dari sini saya mau menjelaskan betapa Yesus itu sangat mengasihi dan mempercayai murid-murid-Nya adalah keren yaitu Setia sampai mati.

Perikop ini ditekankan dalam Tiga hal :
1.  Tentang PARA MURID.
- Ambisi.
- Mereka menilai ikut Yesus dengan upah pribadi dan
- Kepentingan pribadi
Mereka ikut Yesus untuk Sukses pribadi. Tanpa pengorbanan pribadi.

Ikut Yesus itu Pengorbanan.
Murid Tuhan itu Keren untuk ikut Tuhan mereka siap dan mau bayar harga.
Yakobus yang pertama mati dari 12 murid, Yohanes murid terakhir yang mati.

2.   Kehidupan Kristen.
Ikut Tuhan harus minum cawan-Nya. Apakah cawan-Nya ?
Mati demi manusia yang dikasihinya (bagaimana kita, sudahkah mati untuk yang dikasihinya.)

Jadi cawan itu mungkin saja berarti Kehidupan Kristen yang panjang dan rutin, dengan sekuruh pengorbanan, perjuangan, kepedihan, dan kekecewaan sehari-hari.
Zaman Romawi pernah kepingan mata uang yang gambarnya seekor lembu sedang menatap Mezbah dan Bajak (menarik bajak melelahkan).

Dua sisi yang luar biasa sampai akhir hayat siap menjadi korban kesukaan.

3.   Kebaikan Kristus dan kejujurannya.
      Kepada murid-murid-Nya Yesus tidak ragu mereka akan mempertahankan kesetiaan mereka.

Memang mereka mempunyai ambisi-ambisi keliru, mereka buta, mereka memiliki gagasan-gagasan salah, namun ia yakin mereka dapat dan mau minum cawan dan mereka ada disisi-Nya.

Artinya Yesus pun akan dan tetap mempercayai kasih kita kepada-Nya, sekalipun kita sering salah bersikap dan melangkah.

4.   Murid-murid yang lain kecewa dan marah.
Waktu mendengar permintaan Yakobus dan Yohanes maka marahlah murid-murid-Nya, tetapi Yesus lalu meredakan mereka dan memberikan mereka statement dalam kalimat yang merupakan Dasar Utama dalam Kehidupan Kristiani.

“Tetapi di antara pata pengikut-Ku, hanya pelayanan yang merupakan lambing kebesaran. Kebesaran tidak terletak dalam memerintah orang lain untuk melakukan sesuatu bagi kalian, melainkan terletak dalam melakukan sesuatu untuk orang lain.”

“BILA KAMU INGIN MENJADI BESAR, JADILAH SEORANG PELAYAN; BILA KAMU INGIN MENJADI YANG PERTAMA, JADILAH SEORANG HAMBA.”

Dunia akan menghormati, mengagumi, dan kadang-kadang takut terhadap orang yang berkuasa; namun dunia mencintai orang yang mencintai.

Contoh :
-      Dokter yang bersedia melayani dan menyelamatkan pasiennya kapan saja.
-      Pendeta/Pastor yang selalu berada di tengah umatnya.
-      Majikan yang selalu memperhatikan hidup dan nasib pegawainya.
-      Orang yang selalu siap kita datangi dan tidak pernah merasa terganggu dengan kedatangan kita.

Yesus sendiri melakukan apa yang diminta-Nya kepada para pengikut-Nya. Ia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani. Ia memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang.

A Mother's Request (Mark 10:35-45)
20 Τότε  προσλθεν  ατ    μήτηρ  τν  υἱῶν  Ζεβεδαίου  μετ  τν  υἱῶν  ατς  προσκυνοσα  κα  ατοσά  τι  π’  ατο
21   δ  επεν  ατ  Τί  θέλεις;  λέγει  ατ  Επ  να  καθίσωσιν  οτοι  ο  δύο  υοί  μου  ες  κ  δεξιν  ‹σου›  κα  ες  ξ  εωνύμων  σου  ν  τ  βασιλεί  σου. 
22 ποκριθες  δ    ησος  επεν  Οκ  οδατε  τί  ατεσθε.  δύνασθε  πιεν  τ  ποτήριον    γ  μέλλω  πίνειν;    τ  βάπτισμα    γ  βαπτίζομαι  βαπτισθναι?  λέγουσιν  ατ  Δυνάμεθα. 
23 λέγει  ατος  Τ  μν  ποτήριόν  μου  πίεσθε,  βάπτισμα    γ  βαπτίζομαι  βαπτισθήσεσθε·  τ  δ  καθίσαι  κ  δεξιν  μου  κα  ξ  εωνύμων  οκ  στιν  μν  τοτο  δοναι,  λλ’  ος  τοίμασται  π  το  Πατρός  μου.
24 κα  κούσαντες  ο  δέκα  γανάκτησαν  περ  τν  δύο  δελφν. 
25   δ  ησος  προσκαλεσάμενος  ατος  επεν  Οδατε  τι  ο  ρχοντες  τν  θνν  κατακυριεύουσιν  ατν  κα  ο  μεγάλοι  κατεξουσιάζουσιν  ατν. 
26 οχ  οτως  σται*  ν  μν·  λλ’  ς  ἐὰν  θέλ  ν  μν  μέγας  γενέσθαι,  σται  μν  διάκονος, 
27 κα  ς  ν  θέλ  ν  μν  εναι  πρτος,  σται  μν  δολος· 
28 σπερ    Υἱὸς  το  νθρώπου  οκ  λθεν  διακονηθναι,  λλ  διακονσαι  κα  δοναι  τν  ψυχν  ατο  λύτρον  ντ  πολλν.

Teaches his disciples to be humble;
20 tote  prosēlthen  autō  ē  mētēr  tōn  uiōn  zebedaiou  meta  tōn  uiōn  autēs  proskunousa  kai  aitousa  ti  ap  autou. 
21 o  de  eipen  autē·  ti  theleis;  legei  autō·  eipe  ina  kathisōsin  outoi  oi  duo  uioi  mou  eis  ek  dexiōn  kai  eis  ex  euōnumōn  sou  en  tē  basileia  sou. 
22 apokritheis  de  o  iēsous  eipen·  ouk  oidate  ti  aiteisthe.  dunasthe  piein  to  potērion  o  egō  mellō  pinein;  legousin  autō·  dunametha. 
23 legei  autois·  to  men  potērion  mou  piesthe,  to  de  kathisai  ek  dexiōn  mou  kai  ex  euōnumōn  ouk  estin  emon  dounai,  all  ois  ētoimastai  upo  tou  patros  mou. 
24 kai  akousantes  oi  deka  ēganaktēsan  peri  tōn  duo  adelphōn. 
25 o  de  iēsous  proskalesamenos  autous  eipen·  oidate  oti  oi  archontes  tōn  ethnōn  katakurieuousin  autōn  kai  oi  megaloi  katexousiazousin  autōn. 
26 ouch  outōs  estin  en  umin  all  os  an  thelē  en  umin  megas  genesthai  estai  umōn  diakonos, 
27 kai  os  an  thelē  en  umin  einai  prōtos  estai  umōn  doulos· 

28 ōsper  o  uios  tou  anthrōpou  ouk  ēlthen  diakonēthēnai  alla  diakonēsai  kai  dounai  tēn  psuchēn  autou  lutron  anti  pollōn.

KALIMAT PENDEK

INJIL LUKAS 11

RHEMA HARI INI

BERSELANCAR DALAM KEBENARAN (MATIUS)