Thursday, August 24, 2017

Matius 18:21-35 - HARGA SEBUAH PENGAMPUNAN


HARGA SEBUAH PENGAMPUNAN, Matius 18:21-35
21 Kemudian datanglah Petrus dan berkata kepada Yesus: "Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?"
22 Yesus berkata kepadanya: "Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali.
23 Sebab hal Kerajaan Sorga seumpama seorang raja yang hendak mengadakan perhitungan dengan hamba-hambanya.
24 Setelah ia mulai mengadakan perhitungan itu, dihadapkanlah kepadanya seorang yang berhutang sepuluh ribu talenta.
25 Tetapi karena orang itu tidak mampu melunaskan hutangnya, raja itu memerintahkan supaya ia dijual beserta anak isterinya dan segala miliknya untuk pembayar hutangnya.
26 Maka sujudlah hamba itu menyembah dia, katanya: Sabarlah dahulu, segala hutangku akan kulunaskan.
27 Lalu tergeraklah hati raja itu oleh belas kasihan akan hamba itu, sehingga ia membebaskannya dan menghapuskan hutangnya.
28 Tetapi ketika hamba itu keluar, ia bertemu dengan seorang hamba lain yang berhutang seratus dinar kepadanya. Ia menangkap dan mencekik kawannya itu, katanya: Bayar hutangmu!
29 Maka sujudlah kawannya itu dan memohon kepadanya: Sabarlah dahulu, hutangku itu akan kulunaskan.
30 Tetapi ia menolak dan menyerahkan kawannya itu ke dalam penjara sampai dilunaskannya hutangnya.
31 Melihat itu kawan-kawannya yang lain sangat sedih lalu menyampaikan segala yang terjadi kepada tuan mereka.
32 Raja itu menyuruh memanggil orang itu dan berkata kepadanya: Hai hamba yang jahat, seluruh hutangmu telah kuhapuskan karena engkau memohonkannya kepadaku.
33 Bukankah engkaupun harus mengasihani kawanmu seperti aku telah mengasihani engkau?
34 Maka marahlah tuannya itu dan menyerahkannya kepada algojo-algojo, sampai ia melunaskan seluruh hutangnya.
35 Maka Bapa-Ku yang di sorga akan berbuat demikian juga terhadap kamu, apabila kamu masing-masing tidak mengampuni saudaramu dengan segenap hatimu."

Syukurlah Yesus memiliki murid yang mudah sekali berkata-kata, dan ini sering terjadi dia bertanya kepada Yesus.
Di ayat diatas dituliskan bagaimana Petrus dengan tiba-tiba mendatangi Yesus dan langsung mengajukan pertanyaan dan menjawabnya sendiri, ini merupakan pertanyaan yang mengejutkan tetapi juga sangat penting untuk diketahui umat manusia, bagaimana berkehidupan yang saling mengasihi dan ini adalah pengajaran yang abadi.

Di ayat 21 Petrus mengajukan pertanyaan bagaimana mengampuni yang benar, dia bertanya tapi juga menjelaskan kepada Yesus.
Kalau diperhatikan dengan baik pertanyaan dan jawaban Petrus itu diperkirakan didasarkan dari Prinsip Pengajaran Rabinik. Yang mengajarkan “Orang tidak boleh minta pengampunan dari sesamanya lebih dari 3 (tiga kali)”  dan apabila lebih dari tiga kali maka yang kempat kali ia tidak dapat diampuni lagi. (lihat Amos 1:3, 6, 9, 11, 13; Amos 2:1,4,6).

Dari Prinsip Pengajaran Rabinik dapat disimpulkan bahwa pengampunan Allah hanya diberikan pada tiga pelanggaran dan pada pelanggaran yang keempat Allah menghukumnya.
Dalam pertanyaan ini sepertinya Petrus sudah merasa terbaik pertanyaanya dan menjawab sendiri yaitu  Tapi ternyata Tuhan Yesus memberi jawaban yang mengejutkan dari pertanyaan Petrus yaitu apakah saudara kita berdosa kepada kita dapat diampuni sampai 7 kali ? dan Yesus menjawabnya, bukan tujuh kali, tetapi mengampuni sampai 70 (tujuh puluh) kali 7 (tujuh).

Dan jawaban Tuhan Yesus ini dijelaskan dengan Prinsip Kerajaan Surga, yaitu tentang “Kisah Hamba Yang Hutangnya di Hapus”. Hamba ini dihapuskan utangnya oleh Tuannya, tetapi ia menagih temannya yang berutang padanya dengan jumlah yang tidak berarti dengan utangnya sendiri yang dihapuskan oleh Tuannya.

Perumpamaan ini mengajarkan pelajaran yang sangat mulia dari Tuhan Yesus. :
a.    Pengajaran dari perumpamaan ini terdapat dalam seluruh Perjanjian Baru.
Bahwa seseorang harus mengampuni supaya ia diampuni. Matius 6:14-15. Bandingkan dengan (Yakobus 2:13. Berbelas Kasihan).

b.    Mengapa harus mengampuni ?
Mari kita lihat isi dari Perumpamaan ini :
Hamba yang pertama Berutang kepada Tuannya sebesar 10.000 Talenta.
Hamba yang kedua yang disebut memiliki hutang pada hamba pertama, sebut saja hamba B, berhutang sebesar 100 dinar.

1 talenta = 6000 dinar (sumber : kamus Alkitab)

Hutang hamba A = 10.000 talenta = 10.000 x 6.000 dinar = 60.000.000 dinar
Hutang hamba B = 100 dinar.
Kalo kita liat angka 100 sama 60.000.000 itu aja udah jauh banget yahhh. Kalo kita punya utang 60 juta sama 100 perak itu perbandingannya jauh banget. Tapi itu masih dalam satuan dinar.
Gimana kalo dalam rupiah?
1 dinar = upah pekerja harian dalam satu hari.
Kita coba hitung dengan UMR DKI Jakarta per bln Rp.3.100.000,-/25 hari = Rp.124.000,-/hari. (dibulatkan 120.000,-)
Sekarang kita hitung dengan hutang si A dan B :
Hutang si A = 60.000.0000 dinar X 120.000,- = 7.200.000.000.000,- (7,2 Triliun)
Hutang si B = 100 dinar x 120.000,- = 12.000.000,- (12 juta)

60.000.000 hari : 260 (hari) = 166.666 tahun. (inilah hutang si A)
100 hari : 260 (hari)  = 0,38 tahun (+- 4 bln).

Pernah tidak kita berpikir, kalo seringkali kita ini menjadi sama seperti hamba A itu?? Semua dosa kita yang sangat banyak dan tak bisa kita bayar itu, udah dilunasi oleh darah Kristus Yesus.  Sampai seumur hidup kita pun kita nggak bisa mengganti/membayar dosa itu, baik oleh kelakuan baik kita atau kerajinan kita beribadah. Itu semua nggak bisa melunasi hutang kita. Tapi karena Allah begitu baik, penuh kasih, penuh belas kasihan, Dia menghapus semua dosa kita. Dia melunasinya. sedangkan kita ga akan pernah bisa ngelunasinnya.

Lalu bagaimana jika ada hamba lain yang berhutang sama kita? Bagaimana kalo ada orang lain yang bersalah dan menyakiti kita? Apakah kita mau bersikap seperti hamba A yang jahat itu? Ato membebaskan dan mengampuni orang yang bersalah pada kita? Kesalahan orang lain ke kita tidak akan jauh lebih besar daripada kesalahan kita ke Tuhan. Ya karena semua orang telah berbuat dosa.

Okey, mungkin orang yang menyakiti kita memang bersalah, tapi kita juga punya salah. Sudah sewajarnya kita mengampuni karena kita sudah diampuni lebih banyak lagi. Tidak ada alasan untuk tidak mengampuni. Kalo kita MAU, Dia yang akan membuat kita MAMPU. Mampu untuk mengampuni dan mengasihi orang yang menyakiti kita.

Liat lagi Matius 18:21-22. Tuhan mau kita mengampuni tujuh puluh kali tujuh kali. Angka 7 adalah angka sempurna. Artinya Tuhan bilang kalo kita harus terus mengampuni. Bukan hanya 7 kali ataupun 490 kali, tapi terus menerus, tidak berhenti. Meskipun orang itu melakukan kesalahan lagi, bahkan kesalahan yang sama sekalipun kita harus tetap mengampuni. Tuhanlah yang memampukan kita mengampuni.
Saat kita mendendam, kita sendiri juga sebenernya yang rugi. Kita tidak bisa tenang, kita sendiri yang sakit, dan dendam itu bisa menghancurkan diri kita juga. Makanya, mari lepaskanlah pengampunan!!

JIKA ALLAH TELAH MENGAMPUNI DOSA KITA, KITAPUN HARUS BERSEDIA MENGAMPUNI SESAMA KITA ATAS KESALAHAN MEREKA KEPADA KITA.
PENGAMPUNAN YANG KITA BERIKAN KEPADA ORANG LAIN TIDAK DAPAT DIBANDINGKAN DENGAN PENGAMPUNAN YANG TELAH KITA TERIMA.
ATAU KITA SAMA SEKALI TIDAK AKAN MENERIMA KEMURAHAN.

Matius 6:14-15. ”14 Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga. 15 Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu.”

Forgiveness
21  Then Peter came and said to Him, "Lord, how often shall my brother sin against me and I forgive him? Up to seven times?"
22  Jesus *said to him, "I do not say to you, up to seven times, but up to seventy times seven.
23  "For this reason the kingdom of heaven may be compared to a king who wished to settle accounts with his slaves.
24  "When he had begun to settle them, one who owed him ten thousand talents was brought to him.
25  "But since he did not have the means to repay, his lord commanded him to be sold, along with his wife and children and all that he had, and repayment to be made.
26  "So the slave fell to the ground and prostrated himself before him, saying, 'Have patience with me and I will repay you everything.'
27  "And the lord of that slave felt compassion and released him and forgave him the debt.
28  "But that slave went out and found one of his fellow slaves who owed him a hundred denarii; and he seized him and began to choke him, saying, 'Pay back what you owe.'
29  "So his fellow slave fell to the ground and began to plead with him, saying, 'Have patience with me and I will repay you.'
30  "But he was unwilling and went and threw him in prison until he should pay back what was owed.
31  "So when his fellow slaves saw what had happened, they were deeply grieved and came and reported to their lord all that had happened.
32  "Then summoning him, his lord *said to him, 'You wicked slave, I forgave you all that debt because you pleaded with me.
33  'Should you not also have had mercy on your fellow slave, in the same way that I had mercy on you?'
34  "And his lord, moved with anger, handed him over to the torturers until he should repay all that was owed him.
35  "My heavenly Father will also do the same to you, if each of you does not forgive his brother from your heart."

The Parable of the Unforgiving Servant
(Romans 12:14-21)
21 Τότε  προσελθν  «  Πέτρος  επεν»   ατ  Κύριε,  ποσάκις  μαρτήσει  ες  μ    δελφός  μου  κα  φήσω  ατως  πτάκις;  22 λέγει  ατ    ησος  Ο  λέγω  σοι  ως  πτάκις,  λλ  ως  βδομηκοντάκις  πτά.

23 Δι  τοτο  μοιώθη    βασιλεία  τν  ορανν  νθρώπ  βασιλε  ς  θέλησεν  συνραι  λόγον  μετ  τν  δούλων  ατο
24 ρξαμένου  δ  ατο  συναίρειν  προσηνέχθη*  ες   ατ  φειλέτης  μυρίων  ταλάντων. 
25 μ  χοντος  δ  ατο  ποδοναι  κέλευσεν  ατν    κύριος  πραθναι  κα  τν  γυνακα  κα  τ  τέκνα  κα  πάντα  σα  χει,  κα  ποδοθναι. 
26 πεσν  ον    δολος  προσεκύνει  ατ  λέγων  Μακροθύμησον  π’  μοί,  κα  πάντα  ποδώσω  σοι. 
27 σπλαγχνισθες  δ    κύριος  το  δούλου  κείνου  πέλυσεν  ατόν,  κα  τ  δάνειον  φκεν  ατ
28 ξελθν  δ    δολος  κενος  ερεν  να  τν  συνδούλων  ατος  φειλεν  ατ  κατν  δηνάρια,  κα  κρατήσας  ατν  πνιγεν  λέγων  πόδος  ε  τι  φείλεις. 
29 πεσν  ον    σύνδουλος  ατο  παρεκάλει  ατν  λέγων  Μακροθύμησον  π’  μοί,  κα  ποδώσω  σοι. 
30   δ  οκ  θελεν,  λλ  πελθν  βαλεν  ατν  ες  φυλακν  ως  ‹ο›  ποδ  τ  φειλόμενον. 
31 δόντες  ον  ο  σύνδουλοι  ατο  τ  γενόμενα  λυπήθησαν  σφόδρα,  κα  λθόντες  διεσάφησαν  τ  κυρί  αυτν  πάντα  τ  γενόμενα. 
32 τότε  προσκαλεσάμενος  ατν    κύριος  ατο  λέγει  ατ  Δολε  πονηρέ,  πσαν  τν  φειλν  κείνην  φκά  σοι,  πε  παρεκάλεσάς  με· 
33 οκ  δει  κα  σ  λεσαι  τν  σύνδουλόν  σου,  ς  κγ  σ  λέησα; 
34 κα  ργισθες    κύριος  ατο  παρέδωκεν  ατν  τος  βασανιστας  ως  ο  ποδ  πν  τ  φειλόμενον  〈ατ
35 Οτως  κα    Πατήρ  μου    οράνιος  ποιήσει  μν,  ἐὰν  μ  φτε  καστος  τ  δελφ  ατο  π  τν  καρδιν  μν.

How often to forgive them;
21 tote  proselthōn  o  petros  eipen  autō·  kurie,  posakis  amartēsei  eis  eme  o  adelphos  mou  kai  aphēsō  autō;  eōs  eptakis; 
22 legei  autō  o  iēsous·  ou  legō  soi  eōs  eptakis  alla  eōs  ebdomēkontakis  epta.
23 dia  touto  ōmoiōthē  ē  basileia  tōn  ouranōn  anthrōpō  basilei,  os  ēthelēsen  sunarai  logon  meta  tōn  doulōn  autou. 
24 arxamenou  de  autou  sunairein  prosēchthē  eis  autō  opheiletēs  muriōn  talantōn. 
25 mē  echontos  de  autou  apodounai  ekeleusen  auton  o  kurios  prathēnai  kai  tēn  gunaika  kai  ta  tekna  kai  panta  osa  echei  kai  apodothēnai. 
26 pesōn  oun  o  doulos  prosekunei  autō  legōn·  makrothumēson  ep  emoi,  kai  panta  apodōsō  soi. 
27 splanchnistheis  de  o  kurios  tou  doulou  ekeinou  apelusen  auton  kai  to  daneion  aphēken  autō. 
28 exelthōn  de  o  doulos  ekeinos  euren  ena  tōn  sundoulōn  autou,  os  ōpheilen  autō  ekaton  dēnaria,  kai  kratēsas  auton  epnigen  legōn·  apodos  ei  ti  opheileis. 
29 pesōn  oun  o  sundoulos  autou  parekalei  auton  legōn·  makrothumēson  ep  emoi,  kai  apodōsō  soi. 
30 o  de  ouk  ēthelen  alla  apelthōn  ebalen  auton  eis  phulakēn  eōs  apodō  to  opheilomenon. 
31 idontes  oun  oi  sundouloi  autou  ta  genomena  elupēthēsan  sphodra  kai  elthontes  diesaphēsan  tō  kuriō  eautōn  panta  ta  genomena.
32 tote  proskalesamenos  auton  o  kurios  autou  legei  autō·  doule  ponēre,  pasan  tēn  opheilēn  ekeinēn  aphēka  soi,  epei  parekalesas  me· 
33 ouk  edei  kai  se  eleēsai  ton  sundoulon  sou,  ōs  kagō  se  ēleēsa; 
34 kai  orgistheis  o  kurios  autou  paredōken  auton  tois  basanistais  eōs  ou  apodō  pan  to  opheilomenon. 

35 outōs  kai  o  patēr  mou  o  ouranios  poiēsei  umin,  ean  mē  aphēte  ekastos  tō  adelphō  autou  apo  tōn  kardiōn  umōn.

WAHYU UMUM


KALIMAT PENDEK

INJIL LUKAS 11

RHEMA HARI INI

BERSELANCAR DALAM KEBENARAN (MATIUS)