Monday, March 19, 2018

Matius 21:23-27, PERTANYAAN MENGENAI KUASA YESUS

Pertanyaan mengenai kuasa Yesus - Matius 21:23-27
Authority Challenged
(Markus. 11:27-33; Lukas. 20:1-8)

23  Lalu Yesus masuk ke Bait Allah, dan ketika Ia mengajar di situ, datanglah imam-imam kepala serta tua-tua bangsa Yahudi kepada-Nya, dan bertanya: “Dengan kuasa manakah Engkau melakukan hal-hal itu? Dan siapakah yang memberikan kuasa itu kepada-Mu?” 
24  Jawab Yesus kepada mereka: “Aku juga akan mengajukan satu pertanyaan kepadamu dan jikalau kamu memberi jawabnya kepada-Ku, Aku akan mengatakan juga kepadamu dengan kuasa manakah Aku melakukan hal-hal itu. 
25  Dari manakah baptisan Yohanes? Dari sorga atau dari manusia?” Mereka memperbincangkannya di antara mereka, dan berkata: “Jikalau kita katakan: Dari sorga, Ia akan berkata kepada kita: Kalau begitu, mengapakah kamu tidak percaya kepadanya? 
26  Tetapi jikalau kita katakan: Dari manusia, kita takut kepada orang banyak, sebab semua orang menganggap Yohanes ini nabi.” 
27  Lalu mereka menjawab Yesus: “Kami tidak tahu.” Dan Yesus pun berkata kepada mereka: “Jika demikian, Aku juga tidak mengatakan kepadamu dengan kuasa manakah Aku melakukan hal-hal itu.”

Authority Challenged
23  When He entered the temple, the chief priests and the elders of the people came to Him while He was teaching, and said, "By what authority are You doing these things, and who gave You this authority?"
24  Jesus said to them, "I will also ask you one thing, which if you tell Me, I will also tell you by what authority I do these things.
25  "The baptism of John was from what source, from heaven or from men?" And they began reasoning among themselves, saying, "If we say, 'From heaven,' He will say to us, 'Then why did you not believe him?'
26  "But if we say, 'From men,' we fear the people; for they all regard John as a prophet."
27  And answering Jesus, they said, "We do not know." He also said to them, "Neither will I tell you by what authority I do these things.

Para tokoh Yahudi itu mempertanyakan dengan kuasa mana Yesus melakukan ‘hal-hal itu’.

Yang dimaksud dengan ‘hal-hal itu’ mencakup beberapa hal:

Masuknya Yesus ke Yerusalem dengan naik keledai (Matius 21:1-11).
v  Ia menerima puji-pujian (21:9-10,15-16).
v  Ia menyembuhkan orang sakit (21:14).
v  Ia ‘membersihkan’ Bait Allah (21:12-13).
v  Ia mengajar Firman Tuhan (21:23).

Mereka tidak mempedulikan apakah ajaran Yesus itu baik /benar /sesuai Kitab Suci atau tidak. Yang mereka persoalkan adalah: atas otoritas siapa Yesus bertindak/ mengajar (karena secara resmi Yesus bukan imam/ ahli Taurat). Jadi, dengan kata lain, mereka mau menjalankan organisasi yang strict/ ketat tanpa mempedulikan apakah hal itu menghambat kebenaran atau tidak.

Mujijat-mujijat yang Yesus lakukan (ay 14) sebetulnya jelas membuktikan keilahian Yesus, dan itulah otoritasNya!

Pertanyaan yang ditanyakan oleh Imam-imam dan tua-tua bangsa Yahudi, tidak mungkin harus dijelaskan bahwa dia adalah anak Allah yang memiliki kuasa itu. Karena kalau demikian akan langsung mengadakan perlawanan iman. Karena bagi Yesus , segala sesuatu harus dikerjakan dalam kerangka waktu Allah dan waktu itu belum waktunya menyatakan diri yang sesungguhnya.

Maka Yesus menjawab pertanyaan itu dengan pertanyaan juga, dimana Yesus bertanya kepada mereka dari manakah Baptisan Yohanes ? pelayanan Yohanes berasal dari surga atau dari manusia.?

Yesus bertanya tentang Yohanes Pembaptis karena Yohanes Pembaptis mengakui Yesus sebagai Anak Allah (Yohanes 1:32-34). Jadi, kalau mereka mengakui bahwa Yohanes Pembaptis dari Allah, maka mereka harus mengakui bahwa Yesus adalah Anak Allah, sehingga tentu mempunyai otoritas untuk melakukan apa yang Ia lakukan.

Kata-kata ‘baptisan Yohanes’ dalam ayat 25 adalah suatu synecdoche (suatu gaya bahasa dimana yang sebagian mewakili seluruhnya). Jadi, yang dimaksudkan adalah seluruh pelayanan Yohanes Pembaptis. Dengan kata lain, Yesus menanyakan apakah Yohanes Pembaptis adalah seorang nabi / pelayan Tuhan atau bukan.

Ketika Imam-imam Kepala dan Tua-Tua Yahudi dibalik dengan pertanyaan oleh Yesus mereka bingung kalau dijawab Pelayanan Yohanes dari Allah mereka harus mengakui Pelayanan Yesus dari Allah, tapi kalau menjawab Pelayanan Yohanes bukan dari Allah mereka takut kepada orang banyak yang akan marah kepada mereka, maka jawaban mereka “kami tidak tahu”.

Ini jelas adalah pragmatism, yaitu suatu ajaran yang hanya mementingkan hasil akhir, tanpa mempedulikan benar tidaknya jalan yang ditempuh untuk mencapai hasil akhir tersebut. Banyak orang mempraktekkan Pragmatism.

Minat mereka bukan mengucapkan apa yang benar, tetapi apa yang menguntungkan mereka. Tetapi, apakah saudara tidak pernah berbuat seperti ini? Dalam bekerja, dagang dsb?

Mereka adalah orang yang menekankan taktik / politik / kebijaksanaan duniawi sehingga tidak mempedulikan kebenaran.

PURA-PURA TIDAK TAHU KARENA TAKUT, BUNGKAM KARENA MEMENTINGKAN KEPANTASAN SUNGGUH MERUPAKAN HAL YANG MEMALUKAN.
BILA ORANG TAHU KEBENARAN, IA WAJIB MENGATAKAN SEKALIPUN LANGIT AKAN RUNTUH.

Jesus' Authority Challenged
(Mark 11:27-33; Luke 20:1-8)
23 Κα  λθόντος  ατο  ες  τ  ερν  προσλθον  ατ  διδάσκοντι  ο  ρχιερες  κα  ο  πρεσβύτεροι  το  λαο  λέγοντες  ν  ποί  ξουσί  τατα  ποιες;  κα  τίς  σοι  δωκεν  τν  ξουσίαν  ταύτην; 
24 ποκριθες  δ    ησος  επεν  ατος  ρωτήσω  μς  κγ  λόγον  να,  ν  ἐὰν  επητέ  μοι,  κγ  μν  ρ  ν  ποί  ξουσί  τατα  ποι· 
25 τ  βάπτισμα  τ  ωάννου*  πόθεν  ν;  ξ  ορανο    ξ  νθρώπων;  ο  δ  διελογίζοντο  ν  αυτος  λέγοντες·  Ἐὰν  επωμεν  ξ  ορανο,  ρε  μν  Δι  τί  ον  οκ  πιστεύσατε  ατ; 
26 ἐὰν  δ  επωμεν  ξ  νθρώπων,  φοβούμεθα  τν  χλον·  πάντες  γρ  ς  προφήτην  χουσιν  τν  ωάννην*. 
27 κα  ποκριθέντες  τ  ησο  επαν  Οκ  οδαμεν.  φη  ατος  κα  ατός  Οδ  γ  λέγω  μν  ν  ποί  ξουσί  τατα  ποι.

Puts to silence the priests and elders
23 kai  elthontos  autou  eis  to  ieron  prosēlthon  autō  didaskonti  oi  archiereis  kai  oi  presbuteroi  tou  laou  legontes·  en  poia  exousia  tauta  poieis;  kai  tis  soi  edōken  tēn  exousian  tautēn; 
24 apokritheis  de  o  iēsous  eipen  autois·  erōtēsō  umas  kagō  logon  ena,  on  ean  eipēte  moi  kagō  umin  erō  en  poia  exousia  tauta  poiō· 
25 to  baptisma  to  iōannou  pothen  ēn;  ex  ouranou  ē  ex  anthrōpōn;  oi  de  dielogizonto  en  eautois  legontes·  ean  eipōmen·  ex  ouranou,  erei  ēmin  dia  ti  oun  ouk  episteusate  autō; 
26 ean  de  eipōmen·  ex  anthrōpōn,  phoboumetha  ton  ochlon,  pantes  gar  ōs  prophētēn  echousin  ton  iōannēn. 
27 kai  apokrithentes    iēsou  eipan·  ouk  oidamen.  ephē  autois  kai  autos·  oude  egō  legō  umin  en  poia  exousia  tauta  poiō.

KALIMAT PENDEK

INJIL LUKAS 11

RHEMA HARI INI

BERSELANCAR DALAM KEBENARAN (MATIUS)