Thursday, October 5, 2017

BAHAYA HARTA KEKAYAAN - Matius 19:23-26,

1
Matius 19:23-26, BAHAYA HARTA KEKAYAAN
23 Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sukar sekali bagi seorang kaya untuk masuk ke dalam Kerajaan Sorga.
24 Sekali lagi Aku berkata kepadamu, lebih mudah seekor unta masuk melalui lobang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah."
25 Ketika murid-murid mendengar itu, sangat gemparlah mereka dan berkata: "Jika demikian, siapakah yang dapat diselamatkan?"
26 Yesus memandang mereka dan berkata: "Bagi manusia hal ini tidak mungkin, tetapi bagi Allah segala sesuatu mungkin."

23  And Jesus said to His disciples, "Truly I say to you, it is hard for a rich man to enter the kingdom of heaven.
24  "Again I say to you, it is easier for a camel to go through the eye of a needle, than for a rich man to enter the kingdom of God."
25  When the disciples heard this, they were very astonished and said, "Then who can be saved?"
26  And looking at them Jesus said to them, "With people this is impossible, but with God all things are possible."

Dari Perikop sebelumnya bagaimana Pemimpin Muda yang Kaya itu menunjukan betapa berbahayanya HARTA KEKAYAAN, dimana anak muda yang kaya ini menolak mengikuti Yesus karena hartanya yang banyak itu.

Dari sinilah Yesus menegaskan kepada murid-muridnya betapa “sukarnya bagi orang kaya untuk masuk ke dalam Kerajaan Sorga.”

Untuk itu Yesus menggambarkan tentang sukarnya orang kaya masuk kerajaan surga dengan membandingkan seekor unta yang masuk/melewati lubang jarum.

Dimanakah letak kesukaran untuk orang kaya masuk Kerajaan surga :
a.    Kekayaan memberi kemerdekaan semu.
Orang yang kaya dengan harta dunia, ia cenderung berpikir bahwa ia dapat menyelesaikan setiap persoalan yang timbul.
Contoh di Alkitab adalah di Kitab Wahyu, bagaimana Jemaat di Laodekia berkata,”Aku kaya dan aku telah memperkayakan diriku dan aku tidak kekurangan apa-apa.” (Wahyu 3:17)

b.   Kekayaan membelenggu orang pada dunia ini.
Yesus berkata, “dimana hartamu berada, disitu juga hatimu berada”.(Matius 6:21).
Apabila segala sesuatu yang diinginkan orang terdapat dalam dunia ini, apabila semua minatnya ada di dunia, maka ia tidak akan pernah berpikir lagi tentang dunia yang lain dan kehidupan di seberang sana.
Apabila orang mempunyai terlalu banyak harta di dunia, maka ia akan cenderung melupakan apa yang ada di surga.  Yang harus dimengerti adalah hal-hal yang kelihatan adalah sementara, tetapi hal-hal yang tak kelihatan adalah kekal.

c.  Kekayaan cenderung membuat orang mementingkan diri sendiri.
”Cukup itu selalu sedikit lebih banyak daripada yang dimiliki orang.” Sekali orang telah mempunyai kesenagan dan kemewahan, ia selalu cenderung takut kalau suatu hari kelak ia akan kehilangan itu semua.
Bahaya kekayaan ialah cenderung membuat orang lupa bahwa ia akan kehilangan apa yang ia pertahankan dan ia akan memperoleh apa yang ia berikan.

Yang harus dimengerti Tuhan Yesus tidak berkata bahwa seorang yang kaya “mustahil” masuk ke dalam Kerajaan Surga. Contoh : Zakheus pemungut cukai ketemu Yesus diselamatkan, Yusuf dari Arimatea. (Matius 27:57). Nikodemus (Yohanes 19:39). Adalah orang-orang yang kaya.

Jadi, tidak semua orang kaya tidak diizinkan masuk Kerajaan Surga. Kekayaan itu bukanlah dosa, melainkan kekayaan itu bahaya.

Sekalipun bagian ini berkata bahwa orang kaya sukar masuk surga, kita tidak boleh menarik kesimpulan bahwa orang miskin akan masuk surga secara otomatis. Kalau saudara tidak percaya kepada Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat saudara, maka saudara akan masuk neraka, baik saudara kaya maupun saudara miskin!

Enter into the kingdom of God
23     δ  ησος  επεν  τος  μαθητας  ατο  μν  λέγω  μν  τι  πλούσιος  δυσκόλως  εσελεύσεται  ες  τν  βασιλείαν  τν  ορανν. 
24   πάλιν  δ  λέγω  μν,  εκοπώτερόν  στιν  κάμηλον  δι  τρυπήματος*  αφίδος  εσελθεν    πλούσιον  [εσελθεν]  ες  τν  βασιλείαν  το  Θεο
25   κούσαντες  δ  ο  μαθητα  ξεπλήσσοντο  σφόδρα  λέγοντες  Τίς  ρα  δύναται  σωθναι; 
26   μβλέψας  δ    ησος  επεν  ατος  Παρ  νθρώποις  τοτο  δύνατόν  στιν,  παρ  δ  Θε  πάντα  δυνατά.

23   o  de  iēsous  eipen  tois  mathētais  autou·  amēn  legō  umin  oti  plousios  duskolōs  eiseleusetai  eis  tēn  basileian  tōn  ouranōn. 
24   palin  de  legō  umin,  eukopōteron  estin  kamēlon  dia  trēmatos  raphidos  eiselthein  ē  plousion  eis  tēn  basileian  tou  theou. 
25   akousantes  de  oi  mathētai  exeplēssonto  sphodra  legontes·  tis  ara  dunatai  sōthēnai; 

26   emblepsas  de  o  iēsous  eipen  autois·  para  anthrōpois  touto  adunaton  estin,  para  de  theō  panta  dunata.

MENGHILANGKAN KEBUTUHAN AKAN ALLAH


Apabila orang menjadi kaya ia cenderung berpikir bahwa segala sesuatu ada harganya, bahwa bila ia ingin sesuatu, maka ia dapat membelinya, bahwa apabila situasi sulit mendatanginya, ia dapat membeli jalan keluarnya.

Ia dapat berpikir bahwa ia dapat membeli kebahagiaan, dan mengusir duka cita. maka ia berpikir bahwa ia dapat melakukan segalanya tanpa Allah, dan sanggup menjalani hidupnya sendiri.

Maka akan datang waktunya ketika orang akan menemukan bahwa itu hanyalah suatu ilusi karena ada hal-hal yang tidak dapat dibeli dengan uang, dan ada hal-hal yang tidak dapat diselamatkan dengan uang.


Selalu ada bahaya bahwa harta yang banyak memberikan kemerdekaan semua, yang berpikir bahwa harta itu telah menghilangkan kebutuhan akan Allah

KALIMAT PENDEK

INJIL LUKAS 11

RHEMA HARI INI

BERSELANCAR DALAM KEBENARAN (MATIUS)