Monday, April 13, 2020

IDEAL IMAGE


Setiap manusia diciptakan unik dan setiap manusia memiliki hasrat untuk merasa diterima (to feel acceptance) sebagaimana apa adanya.

Sama seperti tidak ada dua orang yang sama persis (secara fisik, mental, spiritual, emosional) di dunia ini, tidak ada dua hubungan cinta yang sama. Oleh karena itu, adalah suatu hal yang sama sekali salah bila seseorang yang putus cinta lalu berusaha menemukan orang lain yang memiliki kemiripan dengan mantan pacarnya. Dengan berbuat demikian ia tidak menghargai sang pacar baru sebagaimana dia adanya, satu pribadi yang unik dan berbeda.

Demikian juga halnya dengan memiliki pengharapan yang tidak realistik terhadap pasangan kamu.
Memang terkadang kita menginginkan pasangan kita berubah ke arah yang lebih baik, tapi kita juga perlu berhati-hati agar tidak terjebak dalam ideal image kita mengenai pasangan sehingga kita “memaksakan” si dia untuk berubah agar dia menjadi sesuai dengan ideal image yang kita ciptakan.

KEHIDUPAN ROHANI HARUS SEIMBANG DALAM BERPASANGAN


Salah satu faktor yang sangat krusial dalam menentukan kelanggengan suatu hubungan adalah kehidupan rohani (spiritual).

Bahkan Alkitab pun menyatakan dalam 2 Korintus 6:14, “Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang
yang tak percaya. Sebab persamaan apakah terdapat antara kebenaran dan kedurhakaan? Atau bagaimanakah terang dapat bersatu
dengan gelap?”

Kehidupan rohani yang tidak seimbang dalam sebuah hubungan merupakan potensi friksi dalam suatu hubungan dan dapat menyebabkan kesenjangan (gap) diantara sebuah pasangan.

Ada dua akibat dari kesenjangan ini:
- Jika kalian memprioritaskan Tuhan, maka akan terjadi kerenggangan di antara kalian, yang mungkin akan menyebabkan putus hubungan.
- Jika kalian memprioritaskan relationship, maka kalian akan semakin
jauh dari Tuhan.

Jadi seimbanglah dalam kerohanian dalam berpasangan.

KALIMAT PENDEK

INJIL LUKAS 11

RHEMA HARI INI

BERSELANCAR DALAM KEBENARAN (MATIUS)