Wednesday, March 25, 2020

Matius 1;1-17, WANITA WANITA BERDOSA Dipakai Tuhan untuk Kemuliaan-Nya.





WANITA-WANITA BERDOSA
Matius 1:1-17

Saudara silsilah untuk beberapa suku-suku itu sangat penting sekali, suku Batak dengan Marga nya, suku Menado dengan Fam nya, bangsa China dengan She nya, demikian juga dengan Bangsa Israel bagi mereka silsilah atau daftar keturunan sangat penting sekali, Kalau kita perhatikan silsilah di Kitab Matius 1:1-17 ini ada sesuatu yang menarik dari silsilah atau daftar keturunan ini, di wilayah Asia dan Timur, masalah silsilah sangat penting sekali sehingga banyak keluarga yang mencantumkan nama keturunannya dibelakang namanya.

Didalam tulisan silsilah di kitab Matius diatas ternyata ada sesuatu yang menggilitik hati saya, ternyata didalam silsilah itu ada nama-nama wanita, yang seharusnya kita ketahui di Israel Silsilah selalu pria yang dijadikan dasar silsilahnya, dan ini adalah satu hal yang mengherankan dan luar biasa, dalam kitab Matius ini ternyata wanita ikut didalam silsilah ini. Mari kita coba lihat siapa sajakah wanita-wanita ini dan apa saja yang mereka lakukan:

1.   TAMAR. Ayat 3. Kejadian 38:1-30,. ORANG YANG DIKECEWAKAN
Arti Tamar adalah “Pohon Korma”, isteri pertama dari Er anak pertama dari Yehuda, ketika Er mati karena jahat dihadapan Tuhan, maka Yehuda menyuruh Onan anaknya yang kedua untuk menikahi Tamar, tetapi Onan ternyata melakukan hal yang jahat terhadap Tuhan dia tahu kalau ia membuat Tamar mengandung maka anak yang dilahirkannya bukanlah keturunannya dan itu dianggap keturunan kakaknya, maka ketika ia menghampiri Tamar maninya dibiarkan terbuang, dan itu jahat dalam pemandangan Tuhan maka dibunuhnyalah Onan oleh Tuhan, ketika hal itu terjadi, Yehuda selanjutnya tidak ingin memberikan anaknya yang ketiga kepada Tamar, karena ia berpikir anaknya Syela akan mati  kalau dinikahkan menggantikan kakak-kakaknya yang telah mati itu dan meminta Tamar pulang kerumah orang tuanya.

Tetapi setelah Syela dewasa ternyata Tamar tidak di nikahkan dengan Syela. Maka selanjutnya ketika diketahuinya bahwa Yehuda mertuanya datang ke wilayahnya Tamar melakukan siasat, dia membuat dirinya seperti wanita pelacur yang di tengah jalan menantikan Yehuda dan Yehuda tidak tahu bahwa itu menantunya, akhirnya Yehuda berhubungan dengan Tamar, maka darinya lahirlah dua orang anak kembar yang bernama Peres dan Zerah, inilah yang disebut pernikahan Israel Kuno yaitu “LEVIRAT”, Levirat adalah pernikahan yang terjadi karena untuk menjaga garis keturunan dan waris.

Seorang wanita yang tidak dapat mempunyai anak sering kali dicela oleh tetangga-tetangganya. Kejadian 30:1-2, 23; I Samuel 1:6-10; Lukas 1:25. Maka ia dan keluarganya akan berdoa dengan sungguh-sungguh. Kejadian 25:21; I Samuel 1:10-12, 26-28.

Situasi yang lebih serius akan timbul apabila suaminya meninggal sebelum ia melahirkan seorang ahli waris. Untuk memecahkan masalah ini, kebiasaan perkawinan levirat dimulai. Pertama kali perkawinan levirat disebutkan dalam hubungan dengan keluarga Yehuda. Kejadian 38:8, tetapi kemudian perkawinan ini menjadi bagian dari Taurat Musa. Ulangan 25:5-10. Apabila seorang wanita menjadi janda, saudara laki-laki suaminya yang telah meninggal akan menikahi dia sesuai dengan hukum levirat. Anak-anak dari pernikahan ini menjadi ahli waris dari saudara laki-laki yang telah meninggal itu, supaya "nama itu jangan terhapus dari antara orang Israel". Ulangan 25:6. Apabila seorang laki-laki menolak untuk menikahi ipar perempuannya yang telah menjadi janda, ia akan dipermalukan di depan umum. Ulangan 25:7-10; Rut 4:1-7.

Contoh yang paling terkenal dari keadaan ini adalah perkawinan Boas dengan Rut. Dalam hal ini, kerabat yang terdekat tidak bersedia menikahi Rut; karena itu Boas, sebagai kerabat terdekat berikutnya, bertindak sebagai kerabat penebus. Setelah membayar utang atas tanah pusaka Elimelekh, Boas mengambil Rut menjadi istrinya "untuk menegakkan nama orang yang telah mati itu di atas milik pusakanya. Demikianlah nama orang itu tidak akan lenyap dari antara saudara-saudaranya dan dari antara warga kota". Rut 4:10.

2.  RAHAB. Ayat 5a. Yosua 2:1-14, ORANG YANG TIDAK BERHARGA.
Rahab adalah seorang pelacur yang tinggal di kota Yerikho, ketika Yosua mengirim dua orang Pengintai ke kota Yerikho dan kedua orang pengintai itu dicurigai oleh petugas, maka kedua pengintai itu bertemu dengan Rahab untuk bisa sembunyi, dan Rahab yang mengetahui mereka adalah bangsa Israel dan Rahab tahu bahwa sebentar lagi kota Yerikho akan diserang dan dikalahkan membuat perjanjian dengan ke dua pengintai itu “kalau mereka mengalahkan Kota Yerikho mereka mengingat dia dan keluarga besarnya”. Maka ke dua pengintai itu setuju. Kelak mereka menjadi warga Israel (Yosua 2:6, 17, 22-24), karena ia mau mendengar Suara Tuhan dan mau melangkah maka kitab Ibrani menulisnya sebagai salah satu orang beriman (Ibrani 11:31 dan Yakobus 2:25).

3. RUT. Ayat 5b. Rut 1:1,4. ORANG YANG TERBUANG   
Ketika ada kelaparan di Israel, Elimelekh dan Naomi yang berasal dari Betlehem-Yehuda pergi kedaerah Moab, tetapi disana Elimelek mati dan kedua anaknya Mahlon dan Kilyon menikahi perempuan Moab, Mahlon menikahi Rut dan Kilyon menikahi Orpa, tetapi Mahlon dan Kilyonpun mati karena itu Naomi mengambil keputusan untuk kebali ke Israel, dan Naomi menasehatkan Rut dan Orpa untuk kembali kepada keluarga mereka. Ternyata Rut berketetapan untuk mengikuti Naomi ke Israel dan meninggalkan keluarga dan bangsanya.

Ketika Rut berada di Betlehem atas petunjuk Naomi mertuanya dan berdasarkan adat istiadat yang ada (perkawinan Levirat penjelasan di no.1) bahwa Boas punya hak untuk menikahinya tapi harus melalui penebusan karena ada yang lebih berhak dari pada Boas, maka Boas melakukan penebusan dan akhirnya menikahi Rut orang Moab itu. Dan kita ketahui Rut melahirkan Obed bapak dari Isai dimana Isai adalah bapak dari Raja Daud.

Seperti kita ketahui berdasarkan Firman Tuhan di Kitab Ulangan 23:3-5 bahwa orang Amon dan orang Moab tidak boleh menjadi jemaah Israel, jadi kalau sampai Rut yang secara kebangsaan adalah orang yang tidak layak untuk menjadi jamaah Israel tapi untuk hal ini Tuhan menjadikan Rut yang boleh disebut adalah orang yang terbuang menjadi bahagian dari kasih anugerah Tuhan.

4. BATSEBAH, ayat 6, isteri Uria. MUDAH JATUH DALAM DOSA.   
Sesuai dengan Kitab 2 Samuel 11-12, dimana Daud pada waktu itu tidak ikut berperang dan ketika saat petang Daud berjalan-jalan diatas sotoh istana, dari sana Daud melihat Batsebah mandi, dan tertariklah Daud, dia menyuruh orang untuk memanggil Batsebah dan Daud tidur dengannya, beberapa wakti kemudia hamilah Batsebah dan diberitahukan kepada Daud bahwa Batsebah hamil, maka Daud merancangkan kedatangan Uria untuk pulang, tapi ketika Uria pulang dia tidak mau pulang kerumahnya dan akhirnya Daud merancangkan pembunuhan Uria melalui Yoab, sehingga Uria akhirnya mati dalam peperangan.

Nabi Natan diperintahkan Tuhan untuk menegor Daud dan Daud mengaku bersalah kepada Tuhan, anak dari perzinahan Batsebah dengan Daud jatuh sakit dan tidak lama kemudian anak itupun mati, tetapi setelah itu Batsebah melahirkan seorang anak laki-laki yang diberinama Salomo, yang akhirnya menggantikan Raja Daud.

Dari silsilah yang didalamnya tertulis nama-nama wanita yang saya jelaskan diatas saya mendapatkan pengertian yang sangat indah dan luar biasa atas Kitab Matius ini, bagaimana Tuhan memakai wanita untuk menggenapkan rencana keselamataNya terhadap manusia, yang kalau kita perhatikan wanita-wanita ini bukanlah wanita-wanita yang baik secara kehidupan dan dari sudut pandang adat istiadat yang berlaku saat itu. Ada beberapa hal yang saya dapatkan pengertian yang indah atas tulisan Matius 1:1-17 ini dimana khusus wanita yang ditulis yaitu :

1.   Perbedaan orang Yahudi dengan non Yahudi ditiadakan oleh Tuhan, sehingga tidak ada batasan lagi untuk Tuhan memakai manusia untuk rencanaNya dapat digenapi. Mau penzinahkah, mau orang yang sudah tidak berhargakah asal mau dipakai oleh Tuhan maka Tuhan akan pakai untuk kemuliaannya, demikian juga dengan saudara sekalipun saudara orang yang tidak berarti, penzinah, pembunuh, penipu, penjudi, pemabok, pemadat, pemerkosa, dll. asal kita mau bertobat dan berserah kepada Tuhan maka Tuhan akan ampuni kita, seperti firman berkata “Sekalipun dosamu merah seperti kain kermizi akan putih seperti salju, sekalipun dosamu merah seperti kain kesumba akan menjadi putih seperti bulu domba”.

2.   Batasan antara Laki-laki dan Wanita di hilangkan. Bukan berarti bahwa wanita melanggar otorita Lelaki, tetapi sesuai dengan kodratnya wanita sebagai pekerja, pengusaha, pegawai negeri sipil maupun militer, tetap kodrat mereka sebagai ibu rumah tangga, wanita yang melahirkan, yang Tuhan tetapkan adalah sebagai penolong bagi laki-laki, tetapi ketika Tuhan mau pakai untuk menggenapi rencanaNya, Tuhan pasti pakai. Dan bagi Tuhan wanita dan Laki-laki itu duduk sama rendah dan berdiri sama tinggi, serta sama pentingnya didalam rencan Allah.

3.   Batasan orang suci dan orang berdosa juga dihilangkan, artinya sekalipun saudara dan saya pernah berbuat dosa tetapi ketika kita mau bertobat, maka Tuhan akan hilangkan perbedaan orang berdosa dan orang tidak berdosa seperti apa kata ahli Taurat dan orang Farisi, sekali orang sudah berdosa maka tidak layak dan bisa untuk dipakai untuk melayani Tuhan. apalagi menggenapi rencanaNya. tetapi dihadapan Tuhan adalah yang mau bertobat, mengaku dosanya maka Tuhan pasti pakai kita untuk menjadi alatnya yang heran.

Demikianlah pencerahan firman Tuhan yang saya dapatkan dari Tuhan tentang kitab Matius 1:1-17, kiranya menjadi berkat bagi kita semua.


The Genealogy of Jesus Christ
1   The book of the genealogy of Jesus Christ, the Son of David, the Son of Abraham:
2   Abraham begot Isaac, Isaac begot Jacob, and Jacob begot Judah and his brothers.
3   Judah begot Perez and Zerah by Tamar, Perez begot Hezron, and Hezron begot Ram.
4   Ram begot Amminadab, Amminadab begot Nahshon, and Nahshon begot Salmon.
5   Salmon begot Boaz by Rahab, Boaz begot Obed by Ruth, Obed begot Jesse,
6   and Jesse begot David the king.
     David the king begot Solomon by her who had been the wife of Uriah.
7   begot Rehoboam, Rehoboam begot Abijah, and Abijah begot Asa.
8   Asa begot Jehoshaphat, Jehoshaphat begot Joram, and Joram begot Uzziah.
9   Uzziah begot Jotham, Jotham begot Ahaz, and Ahaz begot Hezekiah.
10 Hezekiah begot Manasseh, Manasseh begot Amon, and Amon begot Josiah.
11 Josiah begot Jeconiah and his brothers about the time they were carried away to Babylon.
12 And after they were brought to Babylon, Jeconiah begot Shealtiel, and Shealtiel begot Zerubbabel.
13 Zerubbabel begot Abiud, Abiud begot Eliakim, and Eliakim begot Azor.
14 Azor begot Zadok, Zadok begot Achim, and Achim begot Eliud.
15 Eliud begot Eleazar, Eleazar begot Matthan, and Matthan begot Jacob.
16 And Jacob begot Joseph the husband of Mary, of whom was born Jesus who is called Christ.
17 So all the generations from Abraham to David are fourteen generations, from David until the captivity in Babylon are fourteen generations, and from the captivity in Babylon until the Christ are fourteen generations.

Tuesday, March 24, 2020

Matius 26:26-30, Perjamuan Malam (DARAH PERJANJIAN)





DARAH PERJANJIAN
(Markus 14:22-25; Lukas 22:15-20; 1 Kor 11:23-25)
26 Dan ketika mereka sedang makan, Yesus mengambil roti, mengucap berkat, memecah-mecahkannya lalu memberikannya kepada murid-murid-Nya dan berkata: “Ambillah, makanlah, inilah tubuh-Ku.”
27 Sesudah itu Ia mengambil cawan, mengucap syukur lalu memberikannya kepada mereka dan berkata: “Minumlah, kamu semua, dari cawan ini.
28 Sebab inilah darah-Ku, darah perjanjian, yang ditumpahkan bagi banyak orang untuk pengampunan dosa.
29 Akan tetapi Aku berkata kepadamu: mulai dari sekarang Aku tidak akan minum lagi hasil pokok anggur ini sampai pada hari Aku meminumnya, yaitu yang baru, bersama-sama dengan kamu dalam Kerajaan Bapa-Ku.”
30  Sesudah menyanyikan nyanyian pujian, pergilah Yesus dan murid-murid-Nya ke Bukit Zaitun.

Ada kata yang luar biasa dari Perikop ini, didalam ayat 27,28 Yesus berkata “minumlah, kamu semua, dari cawan ini. Sebab inilah darah-Ku, darah perjanjian”.

Kata Perjanjian (covenant), tetapi Lukas 22:20 menuliskan ‘perjanjian baru’.
Perjanjian Lama: di Sinai, dengan darah binatang (Keluaran 24:5-8).
Perjanjian Baru: dengan darah Kristus (Efesus 1:7; 1 Yohanes 1:7).

Yesus berbicara tentang darah-Nya sebagai darah perjanjian. Apakah yang yang Dia maksudkan? Suatu perjanjian ialah sebuah hubungan antara dua orang; tetapi perjanjian yang disebutkan Yesus bukanlah hubungan antar-manusia; melainkan antara Allah dan manusia.

Didalam Imamat 17:11. Karena nyawa makhluk ada di dalam darahnya dan Aku telah memberikan darah itu kepadamu di atas mezbah untuk mengadakan pendamaian bagi nyawamu, karena darah mengadakan pendamaian dengan perantaraan nyawa.

1.     Ayat ini memberikan alasan bagi penumpahan darah binatang yang dikorbankan, dan maknanya bagi pendamaian. Darah binatang itu disamakan dengan nyawanya jadi, darah itu megadakan pendamaian bagi dosa manusia itu dengan mengorbankan nyawa. Dengan kata lain, manusia tidak perlu lagi menyerahkan nyawanya karena telah dilunasi dengan nyawa binatang.

Prinsip pendamaian pengganti dengan darah pihak lain membantu kita memahami pentingnya darah Kristus dalam menerima keselamatan di bawah Perjanjian Baru. Ketika Yesus Kristus mencurahkan darah-Nya di salib, Ia menggantikan nyawa orang berdosa. Roma 5:1.

Karena hidup-Nya itu tanpa dosa dan sempurna di hadapan Allah, nilai darah-Nya tak terbatas dan menghasilkan keselamatan sempurna bagi semua orang yang menerima dan mengikuti Dia. Kolose 1:14; Ibrani 9:13-14; 1 Yohanes 1:7; Wahyu 7:14.

     2.    Hal inilah yang mendasari mengapa Tuhan melarang Israel memakan darah. Melalui   peraturan ini, tuhan mengjarkana beberapa hal kepada Israel :

Inilah makna kesakralan darah dari Imamat 17;11 kesakralan darah ini memiliki spiritual yang penuh bagi keKristenan.:
a.    Prinsip ini digenapi oleh kematian Kristus yang menggantikan dosa manusia. Roma 5:11.
b.    Kristen dibenarkan, diampuni dan diselamatakn melalui darah Kristus. Roma 5:9; Efesus 1:17.
c.    Melalui darah-Nya kita memperoleh akses langsung dengan Allah. Ibrrani 10:19-22.
d.    Mengalamai kemenangan atas yagn jahat. Wahyu 12;10-11.
e.    Berdiri melayani Tuhan dihadapan kemuliaan-Nya yang kekal. Wahyu 7:14-15.

Jadi Yesus mau menjelaskan kepada murid-Nya “oleh karena hidup-Ku, dan terutama oleh karena kematian-Ku, suatu hubungan yang baru telah terjalin Antara kamu dan Allah.”

Karena perbuatan Yesus, jalan bagi manusia terbuka bagi hubungan yang baru dengan Allah yang penuh dengan keindahan.

Suatu bagian penting dalam upacara Paskah ialah menyanyikan Hallel. Hallel berarti Pujilah Allah. Hallel meliputi Mazmur 113-118, yang semuanya merupakan mazmur pujian.
Selama Perayaan Paskah Mazmur-mazmur ini dinyanyikan menurut bagian-bagiannya; pada akhir perayaan dinyanyikan Hallel Agung, yaitu mazmur 136. Inilah nyanyian yang mereka nyanyikan sebelum menuju ke Bukit Zaitun.

Dan satu hal yang harus diketahui perbedaan antara Perjamuan Malam Terakhir ini dengan Sakramen Perjamuan Kudus yang kita lakukan.

Perjamuan Malam Terakhir adalah acara makan sungguhan; sebenarnya, hukum menetapkan bahwa daging anak domba dan semua yang lain itu harus dimakan sampai habis, tanpa sisa.

Mereka tidak makan sepotong kecil roti dan meminum seteguk anggur, tetapi menyantap hidangan sungguhan untuk orang yang lapar.

Ini mengajarkan kita tidak hanya berkumpul di gereja dan merayakan Perayaan ritual. Ia juga mengajar kita agar setiap kali kita duduk makan, makanan itumerupakan peringatan akan Dia.

Yesus bukan saja Tuhan atas meja Perjamuan; Ia harus menjadi Tuhan atas meja makan kita juga.

Yang terakhir bagi Yesus, Salib bukan kekalahan, melainkan jalan menuju kemuliaan. Menuju takhta Kemuliaan.

Jesus Institutes the Lord’s Supper
26  Ενώ έτρωγαν, πήρε ο Ιησούς το ψωμί και αφού είπε ευχαριστήρια προσευχή, το έκοψε κομμάτια και το έδωσε στους μαθητές του λέγοντας: «Λάβετε και φάγετε· αυτό είναι το σώμα μου».
27  Ύστερα πήρε το ποτήρι και, αφού είπε ευχαριστήρια προσευχή, τους το έδωσε λέγοντας: «Πιείτε από αυτό όλοι,
28  γιατί αυτό είναι το αίμα μου, που επισφραγίζει τη νέα διαθήκη και χύνεται για χάρη όλων, για να τους συγχωρηθούν οι αμαρτίες.
29  Σας βεβαιώνω πως δεν θα ξαναπιώ από τούτο τον καρπό του αμπελιού ως την ημέρα που θα το πίνω καινούριο μαζί σας στη βασιλεία του Πατέρα μου».
30  Αφού έψαλαν τους καθιερωμένους ψαλμούς, βγήκαν για να πάνε στο όρος των Ελαιών.

INSTITUTES HIS HOLY SUPPER;
26 esthiontōn  de  autōn  labōn  o  iēsous  arton  kai  eulogēsas  eklasen  kai  dous  tois  mathētais  eipen·  labete  phagete,  touto  estin  to  sōma  mou. 
27 kai  labōn  potērion  kai  eucharistēsas  edōken  autois  legōn·  piete  ex  autou  pantes, 
28 touto  gar  estin  to  aima  mou  tēs  diathēkēs  to  peri  pollōn  ekchunnomenon  eis  aphesin  amartiōn. 
29 legō  de  umin,  ou    piō  ap  arti  ek  toutou  tou  genēmatos  tēs  ampelou  eōs  tēs  ēmeras  ekeinēs  otan  auto  pinō  meth  umōn  kainon  en    basileia  tou  patros  mou.
30 kai  umnēsantes  exēlthon  eis  to  oros  tōn  elaiōn.

Tuesday, March 10, 2020

Matius 26:17-25 YESUS MAKAN PASKAH



YESUS MAKAN PASKAH DENGAN MURID-MURID-NYA

(Penjelasan akan ada seorang murid-Nya yang akan menyerahkan Yesus)
(Markus 14:12-21; Lukas 22:7-14, 21-23; Yohanes 13:21-30)
17 Pada hari pertama dari hari raya Roti Tidak Beragi datanglah murid-murid Yesus kepada-Nya dan berkata: “Di mana Engkau kehendaki kami mempersiapkan perjamuan Paskah bagi-Mu?”
18 Jawab Yesus: “Pergilah ke kota kepada si Anu dan katakan kepadanya: Pesan Guru: waktu-Ku hampir tiba; di dalam rumahmulah Aku mau merayakan Paskah bersama-sama dengan murid-murid-Ku.”
19  Lalu murid-murid-Nya melakukan seperti yang ditugaskan Yesus kepada mereka dan mempersiapkan Paskah.
20  Setelah hari malam, Yesus duduk makan bersama-sama dengan kedua belas murid itu.
21  Dan ketika mereka sedang makan, Ia berkata: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya seorang di antara kamu akan menyerahkan Aku.”
22  Dan dengan hati yang sangat sedih berkatalah mereka seorang demi seorang kepada-Nya: “Bukan aku, ya Tuhan?”
23 Ia menjawab: “Dia yang bersama-sama dengan Aku mencelupkan tangannya ke dalam pinggan ini, dialah yang akan menyerahkan Aku.
24  Anak Manusia memang akan pergi sesuai dengan yang ada tertulis tentang Dia, akan tetapi celakalah orang yang olehnya Anak Manusia itu diserahkan. Adalah lebih baik bagi orang itu sekiranya ia tidak dilahirkan.”
25  Yudas, yang hendak menyerahkan Dia itu menjawab, katanya: “Bukan aku, ya Rabi?” Kata Yesus kepadanya: “Engkau telah mengatakannya.”

Jesus Celebrates Passover with His Disciples
17  Now on the first day of the Feast of Unleavened Bread the disciples came to Jesus, saying to Him, “Where do You want us to prepare for You to eat the Passover?”
18  And He said, “Go into the city to a certain man, and say to him, ‘The Teacher says, “My time is at hand; I will keep the Passover at your house with My disciples.” ’ ”
19  So the disciples did as Jesus had directed them; and they prepared the Passover.
20  When evening had come, He sat down with the twelve.
21  Now as they were eating, He said, “Assuredly, I say to you, one of you will betray Me.”
22  And they were exceedingly sorrowful, and each of them began to say to Him, “Lord, is it I?”
23  He answered and said, “He who dipped his hand with Me in the dish will betray Me.
24  The Son of Man indeed goes just as it is written of Him, but woe to that man by whom the Son of Man is betrayed! It would have been good for that man if he had not been born.”
25  Then Judas, who was betraying Him, answered and said, “Rabbi, is it I?”
He said to him, “You have said it.”

Selama perayaan Paskah semua orang Yahudi diharuskan tinggal di dalam kota Yerusalem, tetapi jumlah peziarah yang sangat banyak tak mungkin di tampung kota itu; dan untuk maksud-maksud resmi, desa-desa seperti Betania, tempat Yesus menginap, disetarakan dengan kota itu.

Namun, pada saat hari perayaan berlangsung harus dirayakan  di dalam kota Yerusalem. Para murid menanyakan kepada Yesus apa yang harus mereka persiapkan untuk menyambut hari Raya. Yesus telah mengadakan persiapan dengan seorang kawan di Yerusalem, dan untuk itu berhubungan dengan orang tersebut yang tidak disebutkan namanya memakai kata sandi “Pesan Guru: waktu-Ku hampir tiba.” Maka para murid diutus untuk menyampaikan kata sandi itu dan melakukan semua persiapan yang diperlukan.

Sepanjang pekan perayaan Paskah itu, malam yang pertama disebut perayaan Roti Tidak Beragi. Untuk orang Yahudi hari yang baru dimulai pada pkl.06.00 petang. Pada kasus ini Perayaan roti Tidak Beragi dimulai pada hari kamis pagi, pada hari itu setiap ragi yang ada harus ditiadakan/dibuang dari rumah-rumah orang Yahudi.

Dalam Peristiwa ini ada beberapa alasan yang terjadi dan yang dilakukan oleh orang Yahudi :
a.    Memperingati peristiwa yang paling penting dalam sejarah Israel. Saat umat Israel akan berangkat meninggalkan Mesir, mereka harus berangkat tergesa-gesa sehingga mereka tak punya waktu lagi untuk memanggang roti dengan ragi (Keluaran 12:34).
Adonan tanpa ragi lebih cepat matang, tetapi menghasilkan roti yang agak keras. Roti seperti inilah yang dimakan oleh bangsa Israel pada saat meninggalkan Mesir dan perbudakan.
b.    Dalam pemikiran orang Yahudi ragi melambangkan pembusukan. Ragi membuat adonan terfermentasi dengan pembusukan; ragi melambangkan semua yang busuk dan rusak, dan karena itu, sebagai tanda pemurniaan, ragi disingkirkan.
c.    Bahan utama lainnya untuk perayaan Paskah adalah anak domba Paskah. Untuk menandai rumah mereka pada malam sebelum esok mereka meninggalkan Mesir, orang Israel harus membunuh seekor anak domba dan melumurkan darahnya pada ambang pintu dan tiang pintu rumah mereka sehingga malaikat yang melihat tanda itu akan melewati (Ibr.Pesakh; Ing. Passover = melewati) rumah-rumah itu (Keluaran 12:21-23).

Pada hari Raya itu Pada Kamis siang, anak domba itu harus dibawa ke Bait Allah dan disembelih, dan darahnya, yang adalah kehidupan, harus dipersembahkan kepada Allah.
Ada beberapa hal lain yang patut ada dalam perayaan ini :
1.     Sebuah mangkuk berisi air asin harus ditaruh di meja, untuk mengingatkan mereka akan air mata yang telah ditumpahkan ketika mereka menjadi budak di Mesir dan akan air Laut Merah yang melaluinya tangan Allah telah menuntun mereka secara ajaib.
2.    Sayur pahit harus disiapkan, terdiri dari lobak, cikori (semacam akar pahit yang dapat menggantikan kopi), daun selada dan sejenisnya. Ini mengingatkan mereka akan kepahitan perbudakan dan akan seikat hisop yang digunakan untuk melumurkan darah anak domba pada ambang pintu dan tiang pintu.
3.    Pasta yang disebut kharoset, campuran apel, kurma, delima, dan kacang-kacangan.
Ini untuk mengingatkan mereka akan tanah liat yang harus mereka olah menjadi batu bata di Mesir. Dalam pasta itu juga dijatuhkan potongan-potongan kayu manis untuk mengingatkan mereka akan jerami untuk membuat batu bata.
4.    Yang terakhir ialah empat cawan anggur. Ini mengingatkan mereka akan empat janji dalam Keluaran 6:5-6.”Aku akan membebaskan kamu dari kerja paksa orang Mesir; Aku akan melepaskan kamu dari perbudakan mereka; Aku akan menebus kamu dengan tangan yang teracung dan dengan hukuman-hukuman yang berat; Aku akan mengangkat kamu menjadi umat-Ku dan Aku akan menjadi Allahmu, supaya kamu mengetahui, bahwa Akulah, Allahmu.

Inilah semua hal yang dipersiapan untuk Kamis pagi dan siang oleh para murid; dan sesudah pukul 18.00, ketika hari Jumat dimasuki pada Tanggal 15 bulan Nisan, semua orang sudah hadir.

Dan makanlah Yesus dengan ke dua belas muridnya, ketika mereka sedang makan, Yesus berkata-kata kepada murid-muridnya kesedihan-Nya karena ada muridnya yang akan menyerahkan dirinya.

Yesus sudah tahu siapa yang akan menyerahkan-Nya (berkhianat), Yudas melakukan rencananya dengan diam-diam tanpa diketahui murid-murid, tetapi Yesus tahu pengkhiatan Yudas ini. Ini menunjukan kepada kita semua apa saja yang kita lakukan Tuhan Yesus tahu sampai kedalaman hati kita.

Namun yang dilakukan Yesus sekalipun mengetahui pengkhianatan Yudas dia tidak memakai kuasa-Nya untuk menghukumnya, tetapi menegurnya melalui himbauan dengan Kasih, inilah mistery Allah yaitu menghargai kehendak bebas manusia, Allah tidak memaksa, Ia hanya menghimbau.

Disinilah kita dapat melihat kedasyatan dosa dalam kesengajaan yang mengerikan. Sekalipun sudah diberi imbauan kasih yang terakhir kali dan peringatan hukuman atas dosa itu sangat mengerikan. Yudas tidak mau berpaling dari dosanya untuk mengkhianati Yesus. Inilah dasyatnya dosa dan yang lebih buruk ialah dosa yang disengaja, yang direncanakan, yang sadar benar apa yang sedang dilakukan, sekalipun Yesus sudah menghimbau hal itu namun masih tetap berkeras mengambil jalannya sendiri.

Bukankah ini juga sering kita lakukan, sekalipun kita tahu kita sudah melakukan dosa, dan itu menyebabkan kesedihan Tuhan terhadap kita, toh tetap terus kita lakukan dosa-dosa kita.

Jadikanlah Firman Tuhan dalam perikop ini menjadi peringatan akan kita.

Το τελευταίο δείπνο
(Μarκ 14:12-26· Λκ 22:7-23)
17   Την πρώτη μέρα της γιορτής των Αζύμων πήγαν στον Ιησού οι μαθητές και τον ρώτησαν: «Πού θέλεις να σου ετοιμάσουμε να φας το πασχαλινό δείπνο;»
18   Αυτός τους απάντησε: «Να πάτε στην πόλη, στον τάδε, και να του πείτε: “ο Διδάσκαλος λέει: Κοντεύει η ώρα μου· θα γιορτάσω στο σπίτι σου το Πάσχα μαζί με τους μαθητές μου”».
19   Οι μαθητές έκαναν όπως τους πρόσταξε ο Ιησούς κι ετοίμασαν το πασχαλινό τραπέζι.
20   Όταν βράδιασε, κάθισε στο τραπέζι με τους δώδεκα.
21   Κι εκεί που έτρωγαν τους είπε: «Αλήθεια σας λέω, ένας από σας θα με προδώσει».
22   Αυτοί λυπήθηκαν κατάκαρδα κι άρχισαν ένας ένας να ρωτούν: «Μήπως εγώ, Κύριε;»
23   Εκείνος τους έδωσε τούτη την απάντηση: «Όποιος βούτηξε μαζί μου το χέρι στην πιατέλα, αυτός θα με παραδώσει.
24   Ο Υιός του Ανθρώπου θα πεθάνει, όπως έχουν πει γι’ αυτόν οι Γραφές. Αλίμονο όμως στον άνθρωπο εκείνον που θα προδώσει τον Υιό του Ανθρώπου. Θα ’ταν καλύτερα γι’ αυτόν να μην είχε γεννηθεί».
25   Ρώτησε κι ο Ιούδας, που τον πρόδωσε: «Μήπως είμαι εγώ, Διδάσκαλε;» Κι ο Ιησούς του απάντησε: «Και βέβαια, όπως το είπες».

Jesus eats the Passover;
17   de  prōtē  tōn  azumōn  prosēlthon  oi  mathētai    iēsou  legontes·  pou  theleis  etoimasōmen  soi  phagein  to  pascha; 
18 o  de  eipen  upagete  eis  tēn  polin  pros  ton  deina  kai  eipate  autō·  o  didaskalos  legei·  o  kairos  mou  engus  estin,  pros  se  poiō  to  pascha  meta  tōn  mathētōn  mou. 
19 kai  epoiēsan  oi  mathētai  ōs  sunetaxen  autois  o  iēsous  kai  ētoimasan  to  pascha. 
20 opsias  de  genomenēs  anekeito  meta  tōn  dōdeka  mathētōn. 
21 kai  esthiontōn  autōn  eipen·  amēn  legō  umin  oti  eis  ex  umōn  paradōsei  me. 
22 kai  lupoumenoi  sphodra  ērxanto  legein  autō  eis  ekastos·  mēti  egō  eimi,  kurie; 
23 o  de  apokritheis  eipen·  o  embapsas  met  emou  tēn  cheira  en    trubliō  outos  me  paradōsei. 
24 o  men  uios  tou  anthrōpou  upagei  kathōs  gegraptai  peri  autou,  ouai  de    anthrōpō  ekeinō  di  ou  o  uios  tou  anthrōpou  paradidotai·  kalon  ēn  autō  ei  ouk  egennēthē  o  anthrōpos  ekeinos. 
25 apokritheis  de  ioudas  o  paradidous  auton  eipen·  mēti  egō  eimi,  rabbi;  legei  autō  su  eipas.

Monday, March 9, 2020

Matius 26:14-16 YESUS DI KHIANATI YUDAS




YUDAS MENGKHIANATI DAN MENJUAL YESUS
(Markus 14:10-11; Lukas 22:3-6)
14  Kemudian pergilah seorang dari kedua belas murid itu, yang bernama Yudas Iskariot, kepada imam-imam kepala.
15  Ia berkata: “Apa yang hendak kamu berikan kepadaku, supaya aku menyerahkan Dia kepada kamu?” Mereka membayar tiga puluh uang perak kepadanya.
16  Dan mulai saat itu ia mencari kesempatan yang baik untuk menyerahkan Yesus.

Judas Agrees to Betray Jesus
14  Then one of the twelve, called Judas Iscariot, went to the chief priests
15  and said, “What are you willing to give me if I deliver Him to you?” And they counted out to him thirty pieces of silver.
16  So from that time he sought opportunity to betray Him.

Didalam ayat 3-5. dijelaskan bagaimana Kayafas dengan Tua-tua Israel merancangkan pembunuhan kepada Tuhan Yesus dan sepertinya mereka belum mendapatkan solusi yang terbaik. Namun ternyata di awal perikop ini ayat 14-16  Yudas mengajukan diri untuk menyerahkan Yesus, seperti pepatah mendapatkan durian runtuh, demikianlah yang terjadi Yudas membawa durian itu kepada Kayafas dan tua-tua Yahudi.

Mereka tidak menyuruh Yudas datang, bahkan mereka tidak pernah menyangka bahwa salah satu dari pengikut-pengikut Kristus sendiri ada yang mau berkhianat dan pengkhianat itu adalah Yudas Iskariot. Kalau diantara dua belas murid saja sudah ada satu yang begitu, jangan kaget di Kekristenan hari ini banyak orang yang berkarakter seperti itu, tidak hormat, tunduk, menghargai, jabatan pelayanan yang di anugerahkan kepada mereka, yang dianugerahkan Tuhan melalui  pemimpin.

1. Dalam Lukas 22:3-4.
3. Maka masuklah Iblis ke dalam Yudas, yang bernama Iskariot, seorang dari kedua belas murid itu.
4. Lalu pergilah Yudas kepada imam-imam kepala dan kepala-kepala pengawal Bait Allah dan berunding dengan mereka, bagaimana ia dapat menyerahkan Yesus kepada mereka. dikatakan bahwa Iblis masuk ke dalam Yudas sehingga Yudas melakukan semua ini.

Berdasarkan Lukas 22:3-4 ini Yudas melakukan semua ini.
a. Ada orang yang menganggap bahwa tadinya Yudas adalah murid Kristus yang sejati yang dipimpin oleh Roh Kudus, tetapi sekarang Roh Kudus meninggalkan dia dan Iblis merasuknya. Tetapi ini adalah pandangan yang kurang tepat! Mengapa? Karena Yudas tidak pernah menjadi murid yang sejati! Ia memang meninggalkan segala sesuatu dan mengikut Yesus (Matius 19:27), tetapi dari ayat-ayat seperti Yohanes 6:64,70-71; 12:6; 13:10-11; 17:12b terlihat dengan jelas bahwa ia hanya mengikut Yesus secara lahiriah saja!

Jadi jelaslah bahwa Yudas bukannya kehilangan keselamatannya, tetapi ia memang tidak pernah selamat! Dari dulu ia adalah hamba mamon, tetapi sekarang ia diserahkan sepenuhnya kepada setan, sehingga ia tidak lagi takut pada dosa dan hukuman, bahkan tidak takut kepada Tuhan sendiri!

Ini bisa jadi peringatan bagi kita kalau selama ini bermain-main dengan dosa, dan tidak pernah mau datang kepada Yesus dengan sungguh-sungguh, maka nasib Yudas bisa menjadi nasib saudara! Karena itu, cepatlah bertobat dan datang kepada Yesus dengan tulus!

b. Dari masuknya Iblis ke dalam diri Yudas sehingga Yudas akhirnya mengkhianati Yesus, maka terlihat bahwa Tuhan juga menguasai dan memakai setan / Iblis:
v  Untuk melaksanakan rencanaNya.
v  Supaya dosa terjadi.
Lihat 1 Raja-raja 22:19-23!

2. Apa alasan Yudas sehingga ia menjual Yesus? Kita memang tidak bisa tahu dengan pasti. Ada beberapa kemungkinan:
a.   Karena ketamakan Yudas.
Dari Yohanes 12:6 dimana dikatakan bahwa ia adalah seorang pencuri yang sering mencuri uang yang dipercayakan kepadanya, maka jelaslah bahwa ia adalah orang yang tamak. Mungkin sekali ketamakannya itulah yang menyebabkan ia lalu menjual Yesus (bdk. 1 Timotius 6:6-10).
Dengan demikian ia mengabaikan kata-kata Yesus dalam Matius 16:26!
b.   Jengkel karena peristiwa pengurapan dalam ayat 6-13.
Ia menegur Maria supaya tidak memboroskan minyak wangi itu tetapi memberikannya kepada orang miskin, tetapi Yesus malah membenarkan Maria dan menyalahkan dia. Ini membuat ia jadi jengkel sehingga menjual Yesus.
Orang bisa keberatan dengan pandangan ini karena peristiwa pengurapan dalam ayat 6-13 itu sebetulnya terjadi sebelum Matius 21.
c.   Kata-kata Yesus dalam ayat 2.
Yudas mungkin berpikir: Yesus toh akan mati dua hari lagi, apa gunanya ikut Dia. Jual saja sekalian!
d.  Yudas mungkin tidak pernah menginginkan kematian Yesus. Ia melihat bahwa Yesus adalah seorang pemimpin rohani. Tetapi ia mungkin menganggap bahwa Yesus maju terlalu lambat. Karena itu, Yudas menjual Yesus dengan tujuan untuk memaksa Yesus bertindak (mungkin ia berharap bahwa Yesus akan terpaksa menggunakan kuasaNya untuk menghancurkan musuh-musuh Yesus, baik tokoh-tokoh Yahudi maupun Romawi).
Tragedi Yudas adalah bahwa ia menolak untuk menerima Yesus sebagaimana adanya dan mencoba untuk membuat Dia menjadi seperti yang ia inginkan ... Kita tidak pernah bisa menggunakan Dia untuk tujuan-tujuan kita; kita harus tunduk untuk digunakan untuk tujuan-tujuan-Nya. Tragedi Yudas adalah tentang seseorang yang mengira bahwa ia lebih tahu dari Allah.
Alasan ini cocok dengan fakta bahwa Yudas menyesal dan bahkan bunuh diri setelah ia melihat bahwa Yesus diam saja sekalipun dijatuhi hukuman mati (Matius 27:3-5).

3.   Perundingan Yudas dengan imam-imam kepala.
a.  Mereka sepakat dengan harga 30 uang perak (ay 15).
30 uang perak adalah harga seorang budak (bdk. Kel 21:32).
Hanya untuk uang begitu sedikit, Yudas rela menjual Yesus! Tetapi sebelum saudara memandang rendah / menghakimi Yudas, sebaik­nya saudara melihat pada diri saudara sendiri lebih dulu. Apakah saudara tidak pernah berbuat seperti apa yang Yudas lakukan? Kalau dalam bekerja / bisnis, demi keuntungan yang lebih banyak saudara rela berdusta dan melakukan segala sesuatu yang menyakitkan Tuhan, apakah itu tidak berarti bahwa saudara menjual Yesus? Apalagi kalau demi uang, saudara rela bekerja pada hari minggu, sehingga tidak bisa pergi ke gereja! Maukah saudara bertobat dari tindakan dan kehidupan yang seperti Yudas itu?
Bandingkan dengan Matius 27:3-10 dan Zakharia 11:12-13. Terlihat dengan jelas bahwa jumlah 30 uang perak itu sudah ditentukan oleh Tuhan dalam RencanaNya, dan ini terjadi dengan tepat!
b.   Kesepakatan ini menyebabkan Yudas lalu berusaha membantu imam-imam kepala itu di dalam usaha mereka untuk menangkap Yesus tanpa setahu orang banyak (Lukas 22:6).
Tadinya mereka merencanakan untuk menangkap Yesus setelah masa hari raya selesai, supaya tidak menyebabkan keributan di antara orang banyak (ayat 5). Tetapi pertolongan Yudas ini memungkinkan mereka untuk menangkap Yesus pada Paskah, Passover, tanpa setahu orang banyak. Karena itu akhirnya para musuh Yesus itu mengubah rencana mereka semula dan mereka menangkap Yesus pada Paskah, Passover, sesuai dengan nubuat Yesus (ayat 2).
c.   Dalam bagian paralelnya dikatakan bahwa bantuan Yudas ini menyebabkan imam-imam gembira (Markus 14:11  Lukas 22:5)   Memang seringkali ada kesenangan tertentu dalam berbuat dosa!

Kalau kesenangan yang disebabkan karena dosa seperti ini sering saudara alami, maka bacalah Amsal 10:23! Tetapi Amsal 10:23 ini dalam Kitab Suci Indonesia agak kurang tepat terjemahannya. (lihat terjemahan lainnya agak lebih pas : NASB, NIV)
Kalau saudara bisa merasa senang setelah berbuat dosa, saudara adalah orang bebal,tolol!

Perasaan tidak bisa kita jadikan ukuran benar atau tidaknya tindakan kita! Gunakanlah firman Tuhan sebagai ukuran!

Η προδοσία του Ιούδα
(Μκ 14:10-11· Λκ 22:3-6)
14  Τότε ο Ιούδας ο Ισκαριώτης, ένας από τους δώδεκα μαθητές, σηκώθηκε και πήγε στους αρχιερείς και τους είπε:
15« Τι θα μου δώσετε; κι εγώ θα σας τον παραδώσω». Αυτοί του μέτρησαν τριάντα αργύρια.
16  Από τότε ζητούσε να βρει κατάλληλη ευκαιρία για να τους τον παραδώσει.

Judas bargains to betray him.
14 tote  poreutheis  eis  tōn  dōdeka,  o  legomenos  ioudas  iskariōtēs  pros  tous  archiereis 
15 eipen·  ti  thelete  moi  dounai,  kagō  umin  paradōsō  auton;  oi  de  estēsan  autō  triakonta  arguria. 
16 kai  apo  tote  ezētei  eukairian  ina  auton  paradō.

KALIMAT PENDEK

INJIL LUKAS 11

RHEMA HARI INI

BERSELANCAR DALAM KEBENARAN (MATIUS)