Wednesday, July 1, 2026

MEMBONGKAR KONTEKS SEJARAH BAHASA ROH DI JEMAAT KORINTUS 1 Korintus 14:21-25.

 

MEMBONGKAR KONTEKS SEJARAH BAHASA ROH DI JEMAAT KORINTUS

1 Korintus 14:21-25.

21. Dalam hukum Taurat ada tertulis: ”Oleh orang-orang yang mempunyai bahasa lain dan oleh mulut orang-orang asing Aku akan berbicara kepada bangsa ini, namun demikian mereka tidak akan mendengarkan Aku, firman Tuhan.”

22. Karena itu karunia bahasa roh adalah tanda, bukan untuk orang yang beriman, tetapi untuk orang yang tidak beriman; sedangkan karunia untuk bernubuat adalah tanda, bukan untuk orang yang tidak beriman, tetapi untuk orang yang beriman.

23. Jadi, kalau seluruh Jemaat berkumpul bersama-sama dan tiap-tiap orang berkata-kata dengan bahasa roh, lalu masuklah orang-orang luar atau orang-orang yang tidak beriman, tidakkah akan mereka katakan, bahwa kamu gila?

24. Tetapi kalau semua bernubuat, lalu masuk orang yang tidak beriman atau orang baru, ia akan diyakinkan oleh semua dan diselidiki oleh semua;

25. segala rahasia yang terkandung di dalam hatinya akan menjadi nyata, sehingga ia akan sujud menyembah Allah dan mengaku: ”Sungguh, Allah ada di tengah-tengah kamu.” 

MEMBONGKAR KONTEKS SEJARAH BAHASA ROH DI JEMAAT KORINTUS - 1 Korintus 14:21-25 - PDT KARYADI M.

Deskripsi:

Apa sebenarnya yang terjadi di jemaat Korintus sehingga Rasul Paulus harus memberikan teguran keras mengenai penggunaan Bahasa Roh?

Dalam khotbah kali ini, kita akan menggali lebih dalam konteks sejarah dan teologis di balik 1 Korintus 14:21-25. Mengapa bahasa roh bisa menjadi "tanda bagi orang yang tidak percaya" dan bagaimana pengaruh budaya paganisme di Korintus membentuk praktik ibadah mereka saat itu?

Mari kita pelajari prinsip penting tentang ketertiban, pembangunan jemaat, dan bagaimana setiap karunia Roh Kudus seharusnya memuliakan Tuhan, bukan menonjolkan diri sendiri.

📌 Poin Utama Khotbah:

  • Makna kutipan nubuat Yesaya dalam tulisan Paulus.
  • Perbedaan esensial antara Karunia Bahasa Roh dan Bernubuat.
  • Mengapa "pengertian" jauh lebih penting daripada sekadar "fenomena" dalam ibadah.
  • Latar belakang sejarah budaya "ekstasi" di kota Korintus kuno.

Semoga pembahasan ini membawa pencerahan bagi iman kita semua. Selamat menyaksikan dan kiranya Roh Kudus menuntun kita dalam seluruh kebenaran.

Dukung Channel Ini: Jika video ini memberkati Anda, silakan klik LIKE, SHARE, dan SUBSCRIBE untuk mendapatkan update khotbah dan pelajaran Alkitab lainnya dari PDT KARYADI M.

Thursday, June 25, 2026

5. MENGAPA FIRMAN TUHAN BEGITU PENTING

 


MENGAPA FIRMAN TUHAN BEGITU PENTING?

Amsal mengambarkan Firman Tuhan sebagai perisai yang melindungi kita, Rasul Paulus menggambarkan bahwa Firman Allah adalah juga pedang yang kita gunakan untuk mengalahkan lawan. MENGAPA FIRMAN TUHAN BEGITU PENTING? Jawabannya tentu adalah sebab hanya firman Tuhan yang merupakan kebenaran Allah yang teruji, yang dapat dijadikan patokan dalam hidup kita dalam memilah dan mimilih yang benar dan salah.

Startegi iblis sejak awal adalah membuat manusia gagal dalam mengenali mana yang benar dan salah. Itulah sebabnya manusia harus berpegang kepada apa yang tidak berubah, apa yang teruji, yakni Firman Allah.

Bagaimanakah cara iblis menyesatkan manusia? Dengan menambahi dan mengurangi arti firman Tuhan. Peristiwa Taman Eden Mengamati Mengumpulkan Informasi mengingatkan kita bagaimana Iblis mencoba mereduksi atau mengurangi arti dari Firman Tuhan.

Hal inilah yang membuat nenek moyang kita Adam dan Hawa kemudian jatuh ke dalam dosa. Ada sebuah syair lagu ditulis oleh Russel Kelso Carter pada tahun 1886, ia menulis sebuah hymne berjudul Standing on the Promises “Berdiri [berpegang] pada Janji-janji [Allah].”

Russel adalah seorang yang sangat berpotensi. Ia adalah seorang yang cerdas dan memiliki kehidupan yang baik. Meskipun demikian, diusianya yang ke 30, ia mengalami sakit jantung yang parah, saat itulah ia menulis lagu ‘Standing on Promises.” Dalam salah satu baitnya, ia menulis: “Berdiri tegap atas janji yang tidak akan pernah gagal

Ketika badai keraguan begitu kuatnya dan ketakutan menyerang Dengan perkataan Allah yang hidup, Aku akan mengalahkannya Berdiri tegap atas janji Tuhan” Firman Tuhan membuat Russel sembuh, bukan dari sakit Jantung yang dia alami tetapi dari rasa kecewa karena kondisi hidupnya yang tidak sesuai dengan apa yang dia harapkan. Firman Tuhan juga yang memampukannya setia melayani sampai akhir hayatnya.

Itulah sebabnya jika seorang Kristen tidak mengenal Firman Allah, tidak bertumbuh dalam pengajaran yang benar akan firman Allah, maka tidak mungkin ia akan tetap kuat untuk hidup di jalan Tuhan. Kebenaran inilah yang juga dilihat oleh penulis kitab Mazmur, yang menuliskan Mazmur 1. Ia menegaskan bahwa kita harus hidup menjauhkan diri dari jalan orang berdosa.

Namun, hal tersebut tidak cukup, kita haruslah mencintai Firman Tuhan. Mengapa demikian? Jawabannya adalah sebab Firman Tuhanlah yang akan membimbing hidup kita untuk dapat memilah dan memilih yang benar.

Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh, tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam. Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil. Mazmur 1:1-3


KALIMAT PENDEK

KITAB 1 KORINTUS

RHEMA HARI INI

KITAB MATIUS