Thursday, June 25, 2026

5. MENGAPA FIRMAN TUHAN BEGITU PENTING

 


MENGAPA FIRMAN TUHAN BEGITU PENTING?

Amsal mengambarkan Firman Tuhan sebagai perisai yang melindungi kita, Rasul Paulus menggambarkan bahwa Firman Allah adalah juga pedang yang kita gunakan untuk mengalahkan lawan. MENGAPA FIRMAN TUHAN BEGITU PENTING? Jawabannya tentu adalah sebab hanya firman Tuhan yang merupakan kebenaran Allah yang teruji, yang dapat dijadikan patokan dalam hidup kita dalam memilah dan mimilih yang benar dan salah.

Startegi iblis sejak awal adalah membuat manusia gagal dalam mengenali mana yang benar dan salah. Itulah sebabnya manusia harus berpegang kepada apa yang tidak berubah, apa yang teruji, yakni Firman Allah.

Bagaimanakah cara iblis menyesatkan manusia? Dengan menambahi dan mengurangi arti firman Tuhan. Peristiwa Taman Eden Mengamati Mengumpulkan Informasi mengingatkan kita bagaimana Iblis mencoba mereduksi atau mengurangi arti dari Firman Tuhan.

Hal inilah yang membuat nenek moyang kita Adam dan Hawa kemudian jatuh ke dalam dosa. Ada sebuah syair lagu ditulis oleh Russel Kelso Carter pada tahun 1886, ia menulis sebuah hymne berjudul Standing on the Promises “Berdiri [berpegang] pada Janji-janji [Allah].”

Russel adalah seorang yang sangat berpotensi. Ia adalah seorang yang cerdas dan memiliki kehidupan yang baik. Meskipun demikian, diusianya yang ke 30, ia mengalami sakit jantung yang parah, saat itulah ia menulis lagu ‘Standing on Promises.” Dalam salah satu baitnya, ia menulis: “Berdiri tegap atas janji yang tidak akan pernah gagal

Ketika badai keraguan begitu kuatnya dan ketakutan menyerang Dengan perkataan Allah yang hidup, Aku akan mengalahkannya Berdiri tegap atas janji Tuhan” Firman Tuhan membuat Russel sembuh, bukan dari sakit Jantung yang dia alami tetapi dari rasa kecewa karena kondisi hidupnya yang tidak sesuai dengan apa yang dia harapkan. Firman Tuhan juga yang memampukannya setia melayani sampai akhir hayatnya.

Itulah sebabnya jika seorang Kristen tidak mengenal Firman Allah, tidak bertumbuh dalam pengajaran yang benar akan firman Allah, maka tidak mungkin ia akan tetap kuat untuk hidup di jalan Tuhan. Kebenaran inilah yang juga dilihat oleh penulis kitab Mazmur, yang menuliskan Mazmur 1. Ia menegaskan bahwa kita harus hidup menjauhkan diri dari jalan orang berdosa.

Namun, hal tersebut tidak cukup, kita haruslah mencintai Firman Tuhan. Mengapa demikian? Jawabannya adalah sebab Firman Tuhanlah yang akan membimbing hidup kita untuk dapat memilah dan memilih yang benar.

Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh, tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam. Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil. Mazmur 1:1-3


BERTOBAT - MARKUS 1:21-28

Video ini membahas khotbah Pdt. Karyadi M mengenai peristiwa di rumah ibadat di Kapernaum (Markus 1:21-28), di mana Yesus menunjukkan kuasa-Nya dengan mengajar dan mengusir roh jahat. Berikut adalah poin-poin utama dari video tersebut:

  • Yesus Mengajar dengan Kuasa: Berbeda dengan ahli Taurat, Yesus mengajar dengan otoritas yang membuat orang takjub (0:32-0:43). Namun, banyak orang di Kapernaum dan Nazaret hanya berhenti pada rasa kagum tanpa benar-benar percaya atau membangun hubungan pribadi dengan-Nya (2:33-3:15, 7:18-7:27).
  • Kehadiran Iblis di Gereja: Pdt. Karyadi menegaskan bahwa gereja bukanlah tempat yang bebas dari pengaruh iblis. Orang yang dirasuki setan di gereja seringkali bukan orang dengan manifestasi fisik yang mencolok, melainkan mereka yang memiliki sikap buruk seperti sombong, suka nyinyir, suka mengadu domba, atau memamerkan kekayaan dan jabatan (8:45-11:06, 17:38-17:49).
  • Respons terhadap Firman Tuhan: Ketika firman Tuhan ditegaskan, orang yang kerasukan iblis cenderung merasa "panas" atau marah alih-alih bertobat. Pdt. Karyadi menasihati agar jemaat mawas diri dan segera bertobat saat ditegur oleh firman, bukan justru membenci hamba Tuhan yang menyampaikan pesan tersebut (14:06-14:55, 16:38-16:50).
  • Kesimpulan: Fokus utama kekristenan bukanlah sekadar terkagum-kagum pada mukjizat atau khotbah yang hebat, melainkan memiliki hubungan pribadi yang nyata dengan Yesus, mentaati firman-Nya, dan membiarkan Roh Kudus memimpin hidup sehingga kita menjadi saksi yang benar (20:14-20:58, 26:11-27:01).

KALIMAT PENDEK

KITAB 1 KORINTUS

RHEMA HARI INI

KITAB MATIUS