Wednesday, July 1, 2026

MEMBONGKAR KONTEKS SEJARAH BAHASA ROH DI JEMAAT KORINTUS 1 Korintus 14:21-25.

 

MEMBONGKAR KONTEKS SEJARAH BAHASA ROH DI JEMAAT KORINTUS

1 Korintus 14:21-25.

21. Dalam hukum Taurat ada tertulis: ”Oleh orang-orang yang mempunyai bahasa lain dan oleh mulut orang-orang asing Aku akan berbicara kepada bangsa ini, namun demikian mereka tidak akan mendengarkan Aku, firman Tuhan.”

22. Karena itu karunia bahasa roh adalah tanda, bukan untuk orang yang beriman, tetapi untuk orang yang tidak beriman; sedangkan karunia untuk bernubuat adalah tanda, bukan untuk orang yang tidak beriman, tetapi untuk orang yang beriman.

23. Jadi, kalau seluruh Jemaat berkumpul bersama-sama dan tiap-tiap orang berkata-kata dengan bahasa roh, lalu masuklah orang-orang luar atau orang-orang yang tidak beriman, tidakkah akan mereka katakan, bahwa kamu gila?

24. Tetapi kalau semua bernubuat, lalu masuk orang yang tidak beriman atau orang baru, ia akan diyakinkan oleh semua dan diselidiki oleh semua;

25. segala rahasia yang terkandung di dalam hatinya akan menjadi nyata, sehingga ia akan sujud menyembah Allah dan mengaku: ”Sungguh, Allah ada di tengah-tengah kamu.” 

MEMBONGKAR KONTEKS SEJARAH BAHASA ROH DI JEMAAT KORINTUS - 1 Korintus 14:21-25 - PDT KARYADI M.

Deskripsi:

Apa sebenarnya yang terjadi di jemaat Korintus sehingga Rasul Paulus harus memberikan teguran keras mengenai penggunaan Bahasa Roh?

Dalam khotbah kali ini, kita akan menggali lebih dalam konteks sejarah dan teologis di balik 1 Korintus 14:21-25. Mengapa bahasa roh bisa menjadi "tanda bagi orang yang tidak percaya" dan bagaimana pengaruh budaya paganisme di Korintus membentuk praktik ibadah mereka saat itu?

Mari kita pelajari prinsip penting tentang ketertiban, pembangunan jemaat, dan bagaimana setiap karunia Roh Kudus seharusnya memuliakan Tuhan, bukan menonjolkan diri sendiri.

📌 Poin Utama Khotbah:

  • Makna kutipan nubuat Yesaya dalam tulisan Paulus.
  • Perbedaan esensial antara Karunia Bahasa Roh dan Bernubuat.
  • Mengapa "pengertian" jauh lebih penting daripada sekadar "fenomena" dalam ibadah.
  • Latar belakang sejarah budaya "ekstasi" di kota Korintus kuno.

Semoga pembahasan ini membawa pencerahan bagi iman kita semua. Selamat menyaksikan dan kiranya Roh Kudus menuntun kita dalam seluruh kebenaran.

Dukung Channel Ini: Jika video ini memberkati Anda, silakan klik LIKE, SHARE, dan SUBSCRIBE untuk mendapatkan update khotbah dan pelajaran Alkitab lainnya dari PDT KARYADI M.

Thursday, June 25, 2026

5. MENGAPA FIRMAN TUHAN BEGITU PENTING

 


MENGAPA FIRMAN TUHAN BEGITU PENTING?

Amsal mengambarkan Firman Tuhan sebagai perisai yang melindungi kita, Rasul Paulus menggambarkan bahwa Firman Allah adalah juga pedang yang kita gunakan untuk mengalahkan lawan. MENGAPA FIRMAN TUHAN BEGITU PENTING? Jawabannya tentu adalah sebab hanya firman Tuhan yang merupakan kebenaran Allah yang teruji, yang dapat dijadikan patokan dalam hidup kita dalam memilah dan mimilih yang benar dan salah.

Startegi iblis sejak awal adalah membuat manusia gagal dalam mengenali mana yang benar dan salah. Itulah sebabnya manusia harus berpegang kepada apa yang tidak berubah, apa yang teruji, yakni Firman Allah.

Bagaimanakah cara iblis menyesatkan manusia? Dengan menambahi dan mengurangi arti firman Tuhan. Peristiwa Taman Eden Mengamati Mengumpulkan Informasi mengingatkan kita bagaimana Iblis mencoba mereduksi atau mengurangi arti dari Firman Tuhan.

Hal inilah yang membuat nenek moyang kita Adam dan Hawa kemudian jatuh ke dalam dosa. Ada sebuah syair lagu ditulis oleh Russel Kelso Carter pada tahun 1886, ia menulis sebuah hymne berjudul Standing on the Promises “Berdiri [berpegang] pada Janji-janji [Allah].”

Russel adalah seorang yang sangat berpotensi. Ia adalah seorang yang cerdas dan memiliki kehidupan yang baik. Meskipun demikian, diusianya yang ke 30, ia mengalami sakit jantung yang parah, saat itulah ia menulis lagu ‘Standing on Promises.” Dalam salah satu baitnya, ia menulis: “Berdiri tegap atas janji yang tidak akan pernah gagal

Ketika badai keraguan begitu kuatnya dan ketakutan menyerang Dengan perkataan Allah yang hidup, Aku akan mengalahkannya Berdiri tegap atas janji Tuhan” Firman Tuhan membuat Russel sembuh, bukan dari sakit Jantung yang dia alami tetapi dari rasa kecewa karena kondisi hidupnya yang tidak sesuai dengan apa yang dia harapkan. Firman Tuhan juga yang memampukannya setia melayani sampai akhir hayatnya.

Itulah sebabnya jika seorang Kristen tidak mengenal Firman Allah, tidak bertumbuh dalam pengajaran yang benar akan firman Allah, maka tidak mungkin ia akan tetap kuat untuk hidup di jalan Tuhan. Kebenaran inilah yang juga dilihat oleh penulis kitab Mazmur, yang menuliskan Mazmur 1. Ia menegaskan bahwa kita harus hidup menjauhkan diri dari jalan orang berdosa.

Namun, hal tersebut tidak cukup, kita haruslah mencintai Firman Tuhan. Mengapa demikian? Jawabannya adalah sebab Firman Tuhanlah yang akan membimbing hidup kita untuk dapat memilah dan memilih yang benar.

Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh, tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam. Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil. Mazmur 1:1-3


BERTOBAT - MARKUS 1:21-28

Video ini membahas khotbah Pdt. Karyadi M mengenai peristiwa di rumah ibadat di Kapernaum (Markus 1:21-28), di mana Yesus menunjukkan kuasa-Nya dengan mengajar dan mengusir roh jahat. Berikut adalah poin-poin utama dari video tersebut:

  • Yesus Mengajar dengan Kuasa: Berbeda dengan ahli Taurat, Yesus mengajar dengan otoritas yang membuat orang takjub (0:32-0:43). Namun, banyak orang di Kapernaum dan Nazaret hanya berhenti pada rasa kagum tanpa benar-benar percaya atau membangun hubungan pribadi dengan-Nya (2:33-3:15, 7:18-7:27).
  • Kehadiran Iblis di Gereja: Pdt. Karyadi menegaskan bahwa gereja bukanlah tempat yang bebas dari pengaruh iblis. Orang yang dirasuki setan di gereja seringkali bukan orang dengan manifestasi fisik yang mencolok, melainkan mereka yang memiliki sikap buruk seperti sombong, suka nyinyir, suka mengadu domba, atau memamerkan kekayaan dan jabatan (8:45-11:06, 17:38-17:49).
  • Respons terhadap Firman Tuhan: Ketika firman Tuhan ditegaskan, orang yang kerasukan iblis cenderung merasa "panas" atau marah alih-alih bertobat. Pdt. Karyadi menasihati agar jemaat mawas diri dan segera bertobat saat ditegur oleh firman, bukan justru membenci hamba Tuhan yang menyampaikan pesan tersebut (14:06-14:55, 16:38-16:50).
  • Kesimpulan: Fokus utama kekristenan bukanlah sekadar terkagum-kagum pada mukjizat atau khotbah yang hebat, melainkan memiliki hubungan pribadi yang nyata dengan Yesus, mentaati firman-Nya, dan membiarkan Roh Kudus memimpin hidup sehingga kita menjadi saksi yang benar (20:14-20:58, 26:11-27:01).

Tuesday, June 23, 2026

HIKMAT MENGGUNAKAN KARUNIA: UNTUK SAYA ATAU SESAMA? - 1 KORINTUS 14:15-20 - PDT KARYADI M

 

Berdasarkan khotbah Pdt. Karyadi M. dalam pembahasan 1 Korintus 14:15-20, menjadi dewasa dalam pemikiran memiliki beberapa makna penting:

  • Memiliki Hikmat dan Akal Budi (28:44-28:56): Kedewasaan berarti tidak lagi bersikap egosentris seperti anak-anak. Orang dewasa menggunakan logika dan akal budi yang dikaruniakan Tuhan untuk mengambil keputusan, bukan hanya mencari kepuasan emosi atau pamer karunia pribadi (24:25-24:31).
  • Fokus pada Pembangunan Sesama (24:31-24:54): Kedewasaan rohani diukur dari kerinduan untuk membangun orang lain (edifikasi). Seseorang yang dewasa akan memastikan bahwa tindakan atau karunia yang ia gunakan dapat dimengerti dan memberi manfaat bagi orang di sekitarnya, bukan justru menjadi batu sandungan atau kebingungan (17:21-17:50).
  • Mampu Melihat Kebutuhan Orang Lain (28:47-28:50): Berbeda dengan anak-anak yang cenderung hanya memikirkan diri sendiri, orang yang dewasa secara pemikiran mampu melihat situasi, menempatkan diri, dan bertindak dengan cara yang tepat sesuai konteks (seperti memilih menggunakan bahasa yang dimengerti jemaat daripada bahasa roh yang tidak dipahami orang lain dalam ibadah raya) (26:26-26:30).
  • Ketulusan yang Berpadu dengan Pengetahuan (27:54-28:00): Menjadi dewasa bukan berarti kehilangan ketulusan, tetapi menyeimbangkan antara sifat anak-anak yang murni/tidak jahat dengan hikmat dan pengetahuan yang matang (27:42-27:57).

Secara singkat, pesan utamanya adalah bahwa iman dan akal budi tidak untuk dipertentangkan, melainkan berjalan bersama untuk memuliakan Tuhan dalam komunitas yang sehat dan tertib (28:59-29:20).

4. SEMUA FIRMAN ALLAH ADALAH MURNI

 

SEMUA FIRMAN ALLAH ADALAH MURNI

Jika Firman Allah adalah kebenaran, sebagai konsekuensinya Firman Allah itu dapat dipercaya dan dapat diandalkan, inilah yang membuat penulis Amsal kemudian berkata bahwa Firman Allah adalah seperti perisai (Amsal 30:5).

Meskipun banyak orang memahami bahwa Firman Tuhan itu adalah kebenaran dan dapat dipercayai, namun mereka tidak berarti hidup mengandalkan Firman Allah. Ada kalanya seorang Kristen mau menaati Firman Tuhan, jika apa yang dinyatakan dalamnya cocok dengan apa yang diinginkannya.

Alkitab sangatlah penting bagi kehidupan manusia. Manusia pun akan jatuh dalam dosa jika mereka mengabaikan Firman Tuhan. Itulah sebabnya dalam Amsal 30:5, Alkitab menegaskan bahwa Firman Allah itu adalah perisai.

Semua firman Allah adalah murni. Ia adalah perisai bagi orang-orang yang berlindung pada-Nya. Apakah fungsi dari perisai? Perisai adalah alat yang digunakan orang-orang di zaman dulu, misalnya saja bangsa Mesir, Kanaan, dan Israel, untuk melindungi diri mereka dari serangan lawan, khususnya ketika mereka terlibat dalam sebuah peperangan.

Dalam PL, umat Allah sering diceritakan hadir dalam peperangan, misalnya saja saat Bangsa Israel harus merebut tanah Kanaan (lihat Kitab Yosua). Peperangan fisik mereka sebenarnya adalah gambaran dari peperangan melawan kejahatan dan dosa. Dalam PB, kita pun dikatakan berhadapan dengan peperangan, namun bukan lagi melawan manusia, namun melawan pemerintah-pemerintah di udara atau kuasa-kuasa kejahatan yang berupaya untuk melawan kerajaan Allah dan umat Tuhan.

Bagaimanakah seorang percaya dapat bertahan bahkan menang dalam peperangan melawan kerajaan kegelapan? Kita perlu memperhatikan apa yang Rasul Paulus ajarkan mengenai “perlengkapan senjata Allah.”

Efesus 6:10-18

10. Akhirnya, hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan, di dalam kekuatan kuasa-Nya. 11. Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis; 12. karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara. 13. Sebab itu ambillah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat mengadakan perlawanan pada hari yang jahat itu dan tetap berdiri, sesudah kamu menyelesaikan segala sesuatu. 14. Jadi berdirilah tegap, berikatpinggangkan kebenaran dan berbajuzirahkan keadilan, 15. kakimu berkasutkan kerelaan untuk memberitakan Injil damai sejahtera; 16. dalam segala keadaan pergunakanlah perisai iman, sebab dengan perisai itu kamu akan dapat memadamkan semua panah api dari si jahat, 17. dan terimalah ketopong keselamatan dan pedang Roh, yaitu firman Allah, 18. dalam segala doa dan permohonan. Berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jagalah di dalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus-putusnya untuk segala orang Kudus.

 

SENIMENULISISIHATITUHAN

SENIMENULISISIHATITUHAN


Tuesday, June 9, 2026

3. MENGAPA BANYAK ORANG SAMPAI MELUPAKAN TUHAN

 

MENGAPA BANYAK ORANG SAMPAI MELUPAKAN TUHAN

Mengapa banyak orang yang sampai melupakan Tuhan dan hal-hal rohani lainnya dan memilih untuk menghabiskan hidupnya untuk mencari dan mengejar hal-hal yang ada dalam dunia ini?

Penulis Amsal bersaksi “Aku berlelah-lelah ya Allah, aku berlelah-lelah sampai habis tenagaku.” Perkataan ini menyiratkan bahwa penulis kitab Amsal dalam hidupnya ia telah bekerja keras, yang saking kerasnya ia bekerja ia sampai berkata “sampai habis tenagaku.”

Namun, dalam segala jerih lelahnya, ia malah kehilangan apa yang penting dan utama dalam hidup manusia, yaitu Tuhan. Itulah yang membuat Dia berkata “aku ini lebih bodoh dari orang lain,” tidak kupelajari hikmat sehingga ia tidak dapat mengenal “Yang Maha Kudus.”

Jika ia membandingkan dirinya dengan orang lain, penulis Amsal merasa dirinya adalah orang yang terbodoh,” Ia tidak mengerti dan tidak menyadari bahwa seluruh dunia ini dikendalikan, dipelihara dan dimiliki oleh Tuhan.”

Ia dulu tidak pernah memikirkan mengenai adanya kuasa surga yang ada di bumi dan tidak memikirkan mengenai siapakah yang mengendalikan angin/alam hingga angin atau alam itu tidak menghancurkan manusia,

Ia juga tidak memikirkan mengenai siapakah yang telah memeliharakan ikan di air yang menjadi sumber penghidupan manusia,

ia tidak memikirkan siapakah yang telah membatasi ujung bumi, yang menjaga bumi tetap ada seperti sekarang, ia tidak memikirkan semuanya itu.

Penulis Amsal merasa itulah kebodohannya yang terbesar. Kesadaran inilah yang membuat penulis kitab Amsal memberikan nasehat kepada pembacanya untuk tidak seperti dia, untuk melihat apa yang penting dan utama dalam hidup, apakah itu? FIRMAN ALLAH!

Seorang hamba Tuhan diundang ke sebuah persekutuan kaum pria. Setelah menyampaikan Firman Tuhan, ada seorang bapak bertanya kepadanya: “Mengapakah uang tidak boleh menjadi hal terpenting dalam hidup manusia, bukankah manusia butuh uang, segala sesuatunya pun butuh uang?”

Sang hamba Tuhan berkata: “Manusia memang membutuhkan uang, siapa di dunia ini yang tidak membutuhkan uang?” Namun, kita harus menyadari bahwa ada yang

tidak bisa dibeli dengan uang, apakah itu? Kehidupan setelah kematian, atau keselamatan hidup kita. Walaupun manusia butuh uang, namun uang bukanlah satu-satunya bahkan bukan hal yang utama yang manusia harus cari. Manusia bukan hanya butuh uang, namun manusia butuh Tuhan.”

Kebenaran seperti inilah yang juga disadari oleh penulis Amsal, sehingga ia seolah-olah berkata “wahai manusia… ” Sadarlah ada yang lebih berharga dari pada “apa yang ada dalam dunia ini” dan “apa yang dicari manusia dalam dunia ini,” Apa yang jauh lebih berharga dari pada isi dunia ini? Jawabannya adalah mengenal Tuhan.

Pengalaman yang sama juga membuat Rasul Paulus menyadari pentingnya mengenal Tuhan. Ketika ia membandingkan segala kebanggaan dalam dunia ini dengan pengenalan akan Allah dalam Kristus, maka ia menyebut semua yang ada dalam dunia ini, semua yang dicari manusia dalam dunia ini seperti sampah jika dibandingkan dengan Tuhan.

Sebuah perbandingkan yang sangat ekstrem dari Alkitab, nilai dunia ini tidak sebanding dengan pengenalan akan Allah. 

Kepada jemaat di kota Filipi, Rasul Paulus memberikan kesaksian bagimana kehidupannya sebelum mengenal Tuhan dan setelah ada dalam Tuhan.

“ …  Jika ada orang lain menyangka dapat menaruh percaya pada hal-hal lahiriah, aku lebih lagi:  disunat pada hari ke delapan, dari bangsa Israel, dari suku Benyamin, orang Ibrani asli, tentang pendirian terhadap hukum Taurat aku orang Farisi, tentang kegiatan aku penganiaya jemaat, tentang kebenaran dalam mentaati hukum Taurat aku tidak bercacat.  Tetapi apa yang dahulu merupakan keuntungan bagiku, sekarang kuanggap rugi karena Kristus. Malahan segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya.

Oleh karena Dialah aku telah melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah, supaya aku memperoleh Kristus .” Filipi 3:4-8.

SENIMENULISISIHATITUHAN

AJARAN TENTANG ROH KUDUS, Kisah RASUL 5:3-4

 <iframe width="560" height="315" src="https://www.youtube.com/embed/s8skN87ioic?si=K1uG0ZVHlVGuWS3M" title="YouTube video player" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>

Thursday, May 28, 2026

2. FIRMAN ALLAH DAPAT DIPERCAYAI

 


FIRMAN ALLAH DAPAT DIPERCAYAI

Keyakinan iman seseorang akan Firman Allah menentukan apakah seseorang dapat mempercayai Alkitab ataukah tidak. Dengan demikian ada kaitan antara iman seseorang dengan logika berpikir yang ia miliki saat membaca Alkitab. Pada satu sisi, keyakinan iman seseorang membuatnya dapat melihat kehadiran Allah di balik penulisan kitab suci, tetapi di sisi yang lain, logika berpikir yang dipengaruhi oleh keyakinan iman seseorang akan membuat iman orang tersebut makin bertumbuh.

Untuk dapat membaca Alkitab dengan benar, seseorang perlu untuk mendengarkan bagaimana Alkitab menjelaskan mengenai dirinya sendiri. Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. 2 Timotius 3:16 Rasul Paulus dalam 2 Timotius 3:16 berkata bahwa segala tulisan adalah diilhamkan Allah. Apakah dalam Perjanjian Lama, kita menemukan klaim yang mirip? Penulis kitab Amsal juga menegaskan hal yang sama tetapi dalam perkataan yang berbeda. Ia berkata bahwa semua Firman Allah adalah murni. Semua firman Allah adalah murni. Ia adalah perisai bagi orang-orang yang berlindung pada-Nya. Amsal 30:5.

Ketika kitab Amsal dituliskan, pada waktu itu memang belum ada kitab-kitab Perjanjian Baru, di zamannya setidaknya ada dua kelompok kitab yang sudah lengkap yang diterima sebagai Firman Allah, yakni kitab Taurat dan Para Nabi. Penulis kitab Amsal dipakai Tuhan untuk menegaskan bahwa semua firman Allah adalah murni.

Yang menarik adalah sebelum ia bertemu dengan kebenaran Firman Tuhan, penulis kitab Amsal adalah orang yang hidup jauh dari Tuhan. Ia menceritakan mengenai pengalaman hidupnya dalam ayat 1b-4. 13 Perkataan Agur bin Yake dari Masa. Tutur kata orang itu: Aku berlelah-lelah, ya Allah, aku berlelah-lelah, sampai habis tenagaku. Sebab aku ini lebih bodoh dari pada orang lain, pengertian manusia tidak ada padaku. Juga tidak kupelajari hikmat, sehingga tidak dapat kukenal Yang Mahakudus. Siapakah yang naik ke sorga lalu turun? Siapakah yang telah mengumpulkan angin dalam genggamnya? Siapakah yang telah membungkus air dengan kain? Siapakah yang telah menetapkan segala ujung bumi? Siapakah namanya dan siapa nama anaknya? Engkau tentu tahu! Amsal 30:1-4.

Banyak orang mengerti betul apa yang dikatakan oleh penulis Amsal, yakni, apa artinya bekerja keras sedemikian rupa sehingga kita merasa kehabisan tenaga. Meskipun penulis kitab Amsal sudah bekerja keras sedemikian rupa, ia mengalami apa yang terjadi dengan penulis kitab pengkhotbah. Setelah ia bekerja sedemikian keras, yang ia rasakan hanyalah kesia-siaan dan kekosongan. Itulah sebabnya saat ia melirik ke belakang, ke masa lalunya, seperti seseorang yang saat berkendaraan melihat ke spion mobilnya, ia kemudian menemukan bahwa ia telah melewatkan apa yang utama dan penting dalam hidupnya; apakah itu? Apakah yang dia lewatkan adalah kesempatan untuk senang-senang atau kesempatan untuk bersosialisasi atau waktu bersama keluarga? Ternyata bukan itu, yang terlewatkan dalam hidupnya adalah “TUHAN.” 

51. KRONOLOGI MASA DEPAN MENURUT SISTEM AMILENIAL




 

Tuesday, May 26, 2026

ALKITAB TIDAK PERNAH SALAH

ALKITAB TIDAK PERNAH SALAH

Martin Luther menegaskan: “Alkitab tidak akan pernah salah … [dan] Alkitab tidak dapat salah, yang pasti adalah Alkitab tidak dapat bertentangan dalam dirinya sendiri; pertentangan dalam Alkitab hanya nampak dalam mata orang-orang yang tidak berpengertian dan orang-orang munafik yang keras hati/tidak mau bertobat.”

Apa yang Martin Luther katakan adalah benar, orang yang sungguh-sungguh percaya Tuhan pasti tidak akan pernah berkata “Alkitab tidak dapat dipercayai” atau berkata bahwa “Alkitab tidak benar,” sebab ia memahami bahwa Alkitab bukanlah sekadar buku biasa yang ditulis oleh seorang manusia tetapi Alkitab adalah Firman Allah. Sebagai Firman Allah, penulis sebenarnya dari Alkitab adalah pribadi Allah sendiri yang berbicara melalui perantaraan manusia.

Alkitab sendiri bersaksi bahwa Alkitab adalah benar dan dapat dipercayai sebab di balik para penulis Alkitab ada Allah yang bekerja. Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. 2 Timotius 3:16. Yang terutama harus kamu ketahui, ialah bahwa nubuat nubuat dalam Kitab Suci tidak boleh ditafsirkan menurut kehendak sendiri, sebab tidak pernah nubuat dihasilkan oleh kehendak manusia, tetapi oleh dorongan Roh Kudus, orang-orang berbicara atas nama Allah. 2 Petrus 1:20-21.

Tidak ada bukti yang lebih kuat dapat meyakinkan kita bahwa Alkitab adalah benar dan dapat dipercayai selain dari kesaksian Alkitab sendiri. Klaim bahwa Alkitab adalah benar menjadi bukti penting dalam memahami otoritas Alkitab ataupun peran Alkitab dalam kehidupan manusia di sepanjang zaman.

Sebelum seseorang menafsirkan Alkitab, ada beberapa fondasi teologi yang perlu diperhatikan dan hal-hal tersebut menjadi paradigma awal bagi seseorang yang harus ada sebelum ia membaca dan menafsirkan kitab suci. Kevin Vanhoozer dalam bukunya “Is There Meaning in the Text?” mengingatkan bahwa masalah dalam penafsiran Alkitab bukan terletak pada metode yang sering kali tidak sempurna tetapi pada diri dan keyakinan sang penafsir. Ada perbedaan antara menafsir Alkitab dengan perspektif iman atau tanpa keyakinan iman.


KALIMAT PENDEK

KITAB 1 KORINTUS

RHEMA HARI INI

KITAB MATIUS