Monday, May 11, 2020

MENGHITUNG HARI-HARI KITA


MENGHITUNG HARI-HARI KAMI

Mengapa kita perlu menghitung hari-hari kita? Bayangkan jikalau di dunia ini tidak ada sistem kalender dan tidak ada definisi waktu seperti detik, menit, jam, bulan, tahun, dan seterusnya.

Seperti apakah kita akan melewati waktu-waktu yang ada?
Mungkin kita akan seperti orang yang dianugerahkan mata yang baik tetapi, ketimbang melihat, sengaja membuat dirinya buta. Alangkah bodohnya. Begitu juga kita jika kita memilih untuk acuh tak acuh dalam menghitung hari-hari yang ada. Tanpa disadari kita telah hanyut di dalam waktu itu sendiri.

Biasanya manusia menghitung waktu yang ada dari pagi sampai malam. Contohnya seperti hari ini: saya bangun pagi-pagi dan memulai hari saya, bersiap-siap untuk bekerja. Ketika malam tiba, sudah waktunya beristirahat dan menutup hari yang akan lewat.

Apakah mungkin menghitung hari dengan cara terbalik? Kenapa tidak? Alkitab sendiri menghitung mulai dari gelap menuju terang. “Jadilah petang dan jadilah pagi, ...” (Kejadian 1:5, 8, 13, 19, 23, 31). Dari sini kita dapat belajar bagaimana mempunyai perhitungan akan hari-hari yang penuh kesulitan dan susah untuk di lewati hari-hari di mana kita perlu berjuang sekuat tenaga, baru kita berhak menuju hari-hari terang. Sungguh bertolak belakang dengan konteks sekarang ini, di mana banyak sekali orang yang hanya mau hidup enak tetapi tidak mau berjuang sedikit pun.

Bagaimakah kita dapat menghitung hari-hari kita?

Sunday, May 10, 2020

JIKA SATU JAM LAGI KITA DIBERI HIDUP ?


“Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana.” Mazmur 90:12

Jikalau kita hanya mempunyai satu jam lagi untuk hidup di dunia ini, apakah yang kira-kira akan kita lakukan? Apakah satu jam tersebut akan cukup untuk menyelesaikan apa yang seharusnya kita selesaikan menurut rencana Tuhan di dalam kehidupan kita masing-masing di dunia ini? 

Ironisnya, mungkin kita akan mulai berpikir, “Alangkah baiknya jikalau kemarin atau setahun yang lalu aku sudah melakukan ini dan itu.” Atau lebih celaka lagi ketika kita sadar, “Ternyata saya belum melakukan apa-apa selama saya hidup ini.” Mungkin ketika itu kita baru menyadari begitu berharganya waktu yang telah Tuhan anugerahkan kepada setiap kita.

Marilah kita belajar dari Mazmur yang ditulis oleh Musa. Mazmur ini mungkin sudah tidak asing lagi bagi kita. Semoga melalui Mazmur ini, kita dapat kembali mengerti esensi kehidupan yang dianugerahkan oleh Tuhan dalam kehidupan kita di dunia ini.

KALIMAT PENDEK

KITAB 1 KORINTUS

RHEMA HARI INI

KITAB MATIUS