Yesus diserahkan kepada Pilatus
Matius 27:1-2, 11-26
1. Ketika hari mulai siang, semua imam kepala dan tua-tua bangsa Yahudi berkumpul dan mengambil keputusan untuk membunuh Yesus. 2. Mereka membelenggu Dia, lalu membawa-Nya dan menyerahkan-Nya kepada Pilatus, wali negeri itu.
Yesus di hadapan Pilatus
27:11-26
(Mrk. 15:1-15; Luk. 23:1-5, 13-25; Yoh. 18:33–19:16)
11. Lalu Yesus dihadapkan kepada wali negeri. Dan wali negeri bertanya kepada-Nya: ”Engkaukah raja orang Yahudi?” Jawab Yesus: ”Engkau sendiri mengatakannya.”
12. Tetapi atas tuduhan yang diajukan imam-imam kepala dan tua-tua terhadap Dia, Ia tidak memberi jawab apa pun. 13. Maka kata Pilatus kepada-Nya: ”Tidakkah Engkau dengar betapa banyaknya tuduhan saksi-saksi ini terhadap Engkau?”
14. Tetapi Ia tidak menjawab suatu kata pun, sehingga wali negeri itu sangat heran.
15. Telah menjadi kebiasaan bagi wali negeri untuk membebaskan satu orang hukuman pada tiap-tiap hari raya itu atas pilihan orang banyak. 16. Dan pada waktu itu ada dalam penjara seorang yang terkenal kejahatannya yang bernama Yesus Barabas. 17. Karena mereka sudah berkumpul di sana, Pilatus berkata kepada mereka: ”Siapa yang kamu kehendaki kubebaskan bagimu, Yesus Barabas atau Yesus, yang disebut Kristus?” 18. Ia memang mengetahui, bahwa mereka telah menyerahkan Yesus karena dengki. 19. Ketika Pilatus sedang duduk di kursi pengadilan, isterinya mengirim pesan kepadanya: ”Jangan engkau mencampuri perkara orang benar itu, sebab karena Dia aku sangat menderita dalam mimpi tadi malam.”
20. Tetapi oleh hasutan imam-imam kepala dan tua-tua, orang banyak bertekad untuk meminta supaya Barabas dibebaskan dan Yesus dihukum mati. 21. Wali negeri menjawab dan berkata kepada mereka: ”Siapa di antara kedua orang itu yang kamu kehendaki kubebaskan bagimu?” Kata mereka: ”Barabas.” 22. Kata Pilatus kepada mereka: ”Jika begitu, apakah yang harus kuperbuat dengan Yesus, yang disebut Kristus?” Mereka semua berseru: ”Ia harus disalibkan!”
23. Katanya: ”Tetapi kejahatan apakah yang telah dilakukan-Nya?” Namun mereka makin keras berteriak: ”Ia harus disalibkan!” 24. Ketika Pilatus melihat bahwa segala usaha akan sia-sia, malah sudah mulai timbul kekacauan, ia mengambil air dan membasuh tangannya di hadapan orang banyak dan berkata: ”Aku tidak bersalah terhadap darah orang ini; itu urusan kamu sendiri!” 25. Dan seluruh rakyat itu menjawab: ”Biarlah darah-Nya ditanggungkan atas kami dan atas anak-anak kami!” 26. Lalu ia membebaskan Barabas bagi mereka, tetapi Yesus disesahnya lalu diserahkannya untuk disalibkan.
Tulisan Firman dalam pencerahan yang sederhana untuk menghidupi hidup yang sederhana menjadi DASYAT BERSAMA TUHAN.
Saturday, September 21, 2024
Thursday, September 19, 2024
PETRUS MENYANGKAL YESUS - MATIUS 26:57-58;69-75
57Sesudah mereka menangkap Yesus, mereka membawa-Nya menghadap Kayafas, Imam Besar. Di situ telah berkumpul ahli-ahli Taurat dan tua-tua. 58Dan Petrus mengikuti Dia dari jauh sampai ke halaman Imam Besar, dan setelah masuk ke dalam, ia duduk di antara pengawal-pengawal untuk melihat kesudahan perkara itu.
Petrus menyangkal Yesus
26:69-75
(Mrk. 14:66-72; Luk. 22:56-62; Yoh. 18:15-18, 25-27)
69Sementara itu Petrus duduk di luar di halaman. Maka datanglah seorang hamba perempuan kepadanya, katanya: ”Engkau juga selalu bersama-sama dengan Yesus, orang Galilea itu.” 70Tetapi ia menyangkalnya di depan semua orang, katanya: ”Aku tidak tahu, apa yang engkau maksud.” 71Ketika ia pergi ke pintu gerbang, seorang hamba lain melihat dia dan berkata kepada orang-orang yang ada di situ: ”Orang ini bersama-sama dengan Yesus, orang Nazaret itu.” 72Dan ia menyangkalnya pula dengan bersumpah: ”Aku tidak kenal orang itu.” 73Tidak lama kemudian orang-orang yang ada di situ datang kepada Petrus dan berkata: ”Pasti engkau juga salah seorang dari mereka, itu nyata dari bahasamu.” 74Maka mulailah Petrus mengutuk dan bersumpah: ”Aku tidak kenal orang itu.” Dan pada saat itu berkokoklah ayam. 75Maka teringatlah Petrus akan apa yang dikatakan Yesus kepadanya: ”Sebelum ayam berkokok, engkau telah menyangkal Aku tiga kali.” Lalu ia pergi ke luar dan menangis dengan sedihnya.
Subscribe to:
Comments (Atom)