Tuesday, March 10, 2020

Matius 26:17-25 - YESUS MAKAN PASKAH




Matius 26:17-25 - YESUS MAKAN PASKAH DENGAN MURID-MURID-NYA
(Penjelasan akan ada seorang murid-Nya yang akan menyerahkan Yesus)
(Markus 14:12-21; Lukas 22:7-14, 21-23; Yohanes 13:21-30)
17 Pada hari pertama dari hari raya Roti Tidak Beragi datanglah murid-murid Yesus kepada-Nya dan berkata: “Di mana Engkau kehendaki kami mempersiapkan perjamuan Paskah bagi-Mu?”
18 Jawab Yesus: “Pergilah ke kota kepada si Anu dan katakan kepadanya: Pesan Guru: waktu-Ku hampir tiba; di dalam rumahmulah Aku mau merayakan Paskah bersama-sama dengan murid-murid-Ku.”
19  Lalu murid-murid-Nya melakukan seperti yang ditugaskan Yesus kepada mereka dan mempersiapkan Paskah.
20  Setelah hari malam, Yesus duduk makan bersama-sama dengan kedua belas murid itu.
21  Dan ketika mereka sedang makan, Ia berkata: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya seorang di antara kamu akan menyerahkan Aku.”
22  Dan dengan hati yang sangat sedih berkatalah mereka seorang demi seorang kepada-Nya: “Bukan aku, ya Tuhan?”
23 Ia menjawab: “Dia yang bersama-sama dengan Aku mencelupkan tangannya ke dalam pinggan ini, dialah yang akan menyerahkan Aku.
24  Anak Manusia memang akan pergi sesuai dengan yang ada tertulis tentang Dia, akan tetapi celakalah orang yang olehnya Anak Manusia itu diserahkan. Adalah lebih baik bagi orang itu sekiranya ia tidak dilahirkan.”
25  Yudas, yang hendak menyerahkan Dia itu menjawab, katanya: “Bukan aku, ya Rabi?” Kata Yesus kepadanya: “Engkau telah mengatakannya.”

Jesus Celebrates Passover with His Disciples
17  Now on the first day of the Feast of Unleavened Bread the disciples came to Jesus, saying to Him, “Where do You want us to prepare for You to eat the Passover?”
18  And He said, “Go into the city to a certain man, and say to him, ‘The Teacher says, “My time is at hand; I will keep the Passover at your house with My disciples.” ’ ”
19  So the disciples did as Jesus had directed them; and they prepared the Passover.
20  When evening had come, He sat down with the twelve.
21  Now as they were eating, He said, “Assuredly, I say to you, one of you will betray Me.”
22  And they were exceedingly sorrowful, and each of them began to say to Him, “Lord, is it I?”
23  He answered and said, “He who dipped his hand with Me in the dish will betray Me.
24  The Son of Man indeed goes just as it is written of Him, but woe to that man by whom the Son of Man is betrayed! It would have been good for that man if he had not been born.”
25  Then Judas, who was betraying Him, answered and said, “Rabbi, is it I?”
He said to him, “You have said it.”

Selama perayaan Paskah semua orang Yahudi diharuskan tinggal di dalam kota Yerusalem, tetapi jumlah peziarah yang sangat banyak tak mungkin di tampung kota itu; dan untuk maksud-maksud resmi, desa-desa seperti Betania, tempat Yesus menginap, disetarakan dengan kota itu.

Namun, pada saat hari perayaan berlangsung harus dirayakan  di dalam kota Yerusalem. Para murid menanyakan kepada Yesus apa yang harus mereka persiapkan untuk menyambut hari Raya. Yesus telah mengadakan persiapan dengan seorang kawan di Yerusalem, dan untuk itu berhubungan dengan orang tersebut yang tidak disebutkan namanya memakai kata sandi “Pesan Guru: waktu-Ku hampir tiba.” Maka para murid diutus untuk menyampaikan kata sandi itu dan melakukan semua persiapan yang diperlukan.

Sepanjang pekan perayaan Paskah itu, malam yang pertama disebut perayaan Roti Tidak Beragi. Untuk orang Yahudi hari yang baru dimulai pada pkl.06.00 petang. Pada kasus ini Perayaan roti Tidak Beragi dimulai pada hari kamis pagi, pada hari itu setiap ragi yang ada harus ditiadakan/dibuang dari rumah-rumah orang Yahudi.

Dalam Peristiwa ini ada beberapa alasan yang terjadi dan yang dilakukan oleh orang Yahudi :
a.    Memperingati peristiwa yang paling penting dalam sejarah Israel. Saat umat Israel akan berangkat meninggalkan Mesir, mereka harus berangkat tergesa-gesa sehingga mereka tak punya waktu lagi untuk memanggang roti dengan ragi (Keluaran 12:34).
Adonan tanpa ragi lebih cepat matang, tetapi menghasilkan roti yang agak keras. Roti seperti inilah yang dimakan oleh bangsa Israel pada saat meninggalkan Mesir dan perbudakan.
b.    Dalam pemikiran orang Yahudi ragi melambangkan pembusukan. Ragi membuat adonan terfermentasi dengan pembusukan; ragi melambangkan semua yang busuk dan rusak, dan karena itu, sebagai tanda pemurniaan, ragi disingkirkan.
c.    Bahan utama lainnya untuk perayaan Paskah adalah anak domba Paskah. Untuk menandai rumah mereka pada malam sebelum esok mereka meninggalkan Mesir, orang Israel harus membunuh seekor anak domba dan melumurkan darahnya pada ambang pintu dan tiang pintu rumah mereka sehingga malaikat yang melihat tanda itu akan melewati (Ibr.Pesakh; Ing. Passover = melewati) rumah-rumah itu (Keluaran 12:21-23).

Pada hari Raya itu Pada Kamis siang, anak domba itu harus dibawa ke Bait Allah dan disembelih, dan darahnya, yang adalah kehidupan, harus dipersembahkan kepada Allah.
Ada beberapa hal lain yang patut ada dalam perayaan ini :
1.     Sebuah mangkuk berisi air asin harus ditaruh di meja, untuk mengingatkan mereka akan air mata yang telah ditumpahkan ketika mereka menjadi budak di Mesir dan akan air Laut Merah yang melaluinya tangan Allah telah menuntun mereka secara ajaib.
2.    Sayur pahit harus disiapkan, terdiri dari lobak, cikori (semacam akar pahit yang dapat menggantikan kopi), daun selada dan sejenisnya. Ini mengingatkan mereka akan kepahitan perbudakan dan akan seikat hisop yang digunakan untuk melumurkan darah anak domba pada ambang pintu dan tiang pintu.
3.    Pasta yang disebut kharoset, campuran apel, kurma, delima, dan kacang-kacangan.
Ini untuk mengingatkan mereka akan tanah liat yang harus mereka olah menjadi batu bata di Mesir. Dalam pasta itu juga dijatuhkan potongan-potongan kayu manis untuk mengingatkan mereka akan jerami untuk membuat batu bata.
4.    Yang terakhir ialah empat cawan anggur. Ini mengingatkan mereka akan empat janji dalam Keluaran 6:5-6.”Aku akan membebaskan kamu dari kerja paksa orang Mesir; Aku akan melepaskan kamu dari perbudakan mereka; Aku akan menebus kamu dengan tangan yang teracung dan dengan hukuman-hukuman yang berat; Aku akan mengangkat kamu menjadi umat-Ku dan Aku akan menjadi Allahmu, supaya kamu mengetahui, bahwa Akulah, Allahmu.

Inilah semua hal yang dipersiapan untuk Kamis pagi dan siang oleh para murid; dan sesudah pukul 18.00, ketika hari Jumat dimasuki pada Tanggal 15 bulan Nisan, semua orang sudah hadir.

Dan makanlah Yesus dengan ke dua belas muridnya, ketika mereka sedang makan, Yesus berkata-kata kepada murid-muridnya kesedihan-Nya karena ada muridnya yang akan menyerahkan dirinya.

Yesus sudah tahu siapa yang akan menyerahkan-Nya (berkhianat), Yudas melakukan rencananya dengan diam-diam tanpa diketahui murid-murid, tetapi Yesus tahu pengkhiatan Yudas ini. Ini menunjukan kepada kita semua apa saja yang kita lakukan Tuhan Yesus tahu sampai kedalaman hati kita.

Namun yang dilakukan Yesus sekalipun mengetahui pengkhianatan Yudas dia tidak memakai kuasa-Nya untuk menghukumnya, tetapi menegurnya melalui himbauan dengan Kasih, inilah mistery Allah yaitu menghargai kehendak bebas manusia, Allah tidak memaksa, Ia hanya menghimbau.

Disinilah kita dapat melihat kedasyatan dosa dalam kesengajaan yang mengerikan. Sekalipun sudah diberi imbauan kasih yang terakhir kali dan peringatan hukuman atas dosa itu sangat mengerikan. Yudas tidak mau berpaling dari dosanya untuk mengkhianati Yesus. Inilah dasyatnya dosa dan yang lebih buruk ialah dosa yang disengaja, yang direncanakan, yang sadar benar apa yang sedang dilakukan, sekalipun Yesus sudah menghimbau hal itu namun masih tetap berkeras mengambil jalannya sendiri.

Bukankah ini juga sering kita lakukan, sekalipun kita tahu kita sudah melakukan dosa, dan itu menyebabkan kesedihan Tuhan terhadap kita, toh tetap terus kita lakukan dosa-dosa kita.

Jadikanlah Firman Tuhan dalam perikop ini menjadi peringatan akan kita.

Το τελευταίο δείπνο
(Μarκ 14:12-26· Λκ 22:7-23)
17   Την πρώτη μέρα της γιορτής των Αζύμων πήγαν στον Ιησού οι μαθητές και τον ρώτησαν: «Πού θέλεις να σου ετοιμάσουμε να φας το πασχαλινό δείπνο;»
18   Αυτός τους απάντησε: «Να πάτε στην πόλη, στον τάδε, και να του πείτε: “ο Διδάσκαλος λέει: Κοντεύει η ώρα μου· θα γιορτάσω στο σπίτι σου το Πάσχα μαζί με τους μαθητές μου”».
19   Οι μαθητές έκαναν όπως τους πρόσταξε ο Ιησούς κι ετοίμασαν το πασχαλινό τραπέζι.
20   Όταν βράδιασε, κάθισε στο τραπέζι με τους δώδεκα.
21   Κι εκεί που έτρωγαν τους είπε: «Αλήθεια σας λέω, ένας από σας θα με προδώσει».
22   Αυτοί λυπήθηκαν κατάκαρδα κι άρχισαν ένας ένας να ρωτούν: «Μήπως εγώ, Κύριε;»
23   Εκείνος τους έδωσε τούτη την απάντηση: «Όποιος βούτηξε μαζί μου το χέρι στην πιατέλα, αυτός θα με παραδώσει.
24   Ο Υιός του Ανθρώπου θα πεθάνει, όπως έχουν πει γι’ αυτόν οι Γραφές. Αλίμονο όμως στον άνθρωπο εκείνον που θα προδώσει τον Υιό του Ανθρώπου. Θα ’ταν καλύτερα γι’ αυτόν να μην είχε γεννηθεί».
25   Ρώτησε κι ο Ιούδας, που τον πρόδωσε: «Μήπως είμαι εγώ, Διδάσκαλε;» Κι ο Ιησούς του απάντησε: «Και βέβαια, όπως το είπες».

Jesus eats the Passover;
17   de  prōtē  tōn  azumōn  prosēlthon  oi  mathētai    iēsou  legontes·  pou  theleis  etoimasōmen  soi  phagein  to  pascha; 
18 o  de  eipen  upagete  eis  tēn  polin  pros  ton  deina  kai  eipate  autō·  o  didaskalos  legei·  o  kairos  mou  engus  estin,  pros  se  poiō  to  pascha  meta  tōn  mathētōn  mou. 
19 kai  epoiēsan  oi  mathētai  ōs  sunetaxen  autois  o  iēsous  kai  ētoimasan  to  pascha. 
20 opsias  de  genomenēs  anekeito  meta  tōn  dōdeka  mathētōn. 
21 kai  esthiontōn  autōn  eipen·  amēn  legō  umin  oti  eis  ex  umōn  paradōsei  me. 
22 kai  lupoumenoi  sphodra  ērxanto  legein  autō  eis  ekastos·  mēti  egō  eimi,  kurie; 
23 o  de  apokritheis  eipen·  o  embapsas  met  emou  tēn  cheira  en    trubliō  outos  me  paradōsei. 
24 o  men  uios  tou  anthrōpou  upagei  kathōs  gegraptai  peri  autou,  ouai  de    anthrōpō  ekeinō  di  ou  o  uios  tou  anthrōpou  paradidotai·  kalon  ēn  autō  ei  ouk  egennēthē  o  anthrōpos  ekeinos. 
25 apokritheis  de  ioudas  o  paradidous  auton  eipen·  mēti  egō  eimi,  rabbi;  legei  autō  su  eipas.

Monday, March 9, 2020

Matius 26:14-16 - YESUS DI KHIANATI YUDAS



YUDAS MENGKHIANATI DAN MENJUAL YESUS - Matius 26:14-16
(Markus 14:10-11; Lukas 22:3-6)
14  Kemudian pergilah seorang dari kedua belas murid itu, yang bernama Yudas Iskariot, kepada imam-imam kepala.
15  Ia berkata: “Apa yang hendak kamu berikan kepadaku, supaya aku menyerahkan Dia kepada kamu?” Mereka membayar tiga puluh uang perak kepadanya.
16  Dan mulai saat itu ia mencari kesempatan yang baik untuk menyerahkan Yesus.

Judas Agrees to Betray Jesus
14  Then one of the twelve, called Judas Iscariot, went to the chief priests
15  and said, “What are you willing to give me if I deliver Him to you?” And they counted out to him thirty pieces of silver.
16  So from that time he sought opportunity to betray Him.

Didalam ayat 3-5. dijelaskan bagaimana Kayafas dengan Tua-tua Israel merancangkan pembunuhan kepada Tuhan Yesus dan sepertinya mereka belum mendapatkan solusi yang terbaik. Namun ternyata di awal perikop ini ayat 14-16  Yudas mengajukan diri untuk menyerahkan Yesus, seperti pepatah mendapatkan durian runtuh, demikianlah yang terjadi Yudas membawa durian itu kepada Kayafas dan tua-tua Yahudi.

Mereka tidak menyuruh Yudas datang, bahkan mereka tidak pernah menyangka bahwa salah satu dari pengikut-pengikut Kristus sendiri ada yang mau berkhianat dan pengkhianat itu adalah Yudas Iskariot. Kalau diantara dua belas murid saja sudah ada satu yang begitu, jangan kaget di Kekristenan hari ini banyak orang yang berkarakter seperti itu, tidak hormat, tunduk, menghargai, jabatan pelayanan yang di anugerahkan kepada mereka, yang dianugerahkan Tuhan melalui  pemimpin.

1. Dalam Lukas 22:3-4.
3. Maka masuklah Iblis ke dalam Yudas, yang bernama Iskariot, seorang dari kedua belas murid itu.
4. Lalu pergilah Yudas kepada imam-imam kepala dan kepala-kepala pengawal Bait Allah dan berunding dengan mereka, bagaimana ia dapat menyerahkan Yesus kepada mereka. dikatakan bahwa Iblis masuk ke dalam Yudas sehingga Yudas melakukan semua ini.

Berdasarkan Lukas 22:3-4 ini Yudas melakukan semua ini.
a. Ada orang yang menganggap bahwa tadinya Yudas adalah murid Kristus yang sejati yang dipimpin oleh Roh Kudus, tetapi sekarang Roh Kudus meninggalkan dia dan Iblis merasuknya. Tetapi ini adalah pandangan yang kurang tepat! Mengapa? Karena Yudas tidak pernah menjadi murid yang sejati! Ia memang meninggalkan segala sesuatu dan mengikut Yesus (Matius 19:27), tetapi dari ayat-ayat seperti Yohanes 6:64,70-71; 12:6; 13:10-11; 17:12b terlihat dengan jelas bahwa ia hanya mengikut Yesus secara lahiriah saja!

Jadi jelaslah bahwa Yudas bukannya kehilangan keselamatannya, tetapi ia memang tidak pernah selamat! Dari dulu ia adalah hamba mamon, tetapi sekarang ia diserahkan sepenuhnya kepada setan, sehingga ia tidak lagi takut pada dosa dan hukuman, bahkan tidak takut kepada Tuhan sendiri!

Ini bisa jadi peringatan bagi kita kalau selama ini bermain-main dengan dosa, dan tidak pernah mau datang kepada Yesus dengan sungguh-sungguh, maka nasib Yudas bisa menjadi nasib saudara! Karena itu, cepatlah bertobat dan datang kepada Yesus dengan tulus!

b. Dari masuknya Iblis ke dalam diri Yudas sehingga Yudas akhirnya mengkhianati Yesus, maka terlihat bahwa Tuhan juga menguasai dan memakai setan / Iblis:
v  Untuk melaksanakan rencanaNya.
v  Supaya dosa terjadi.
Lihat 1 Raja-raja 22:19-23!

2. Apa alasan Yudas sehingga ia menjual Yesus? Kita memang tidak bisa tahu dengan pasti. Ada beberapa kemungkinan:
a.   Karena ketamakan Yudas.
Dari Yohanes 12:6 dimana dikatakan bahwa ia adalah seorang pencuri yang sering mencuri uang yang dipercayakan kepadanya, maka jelaslah bahwa ia adalah orang yang tamak. Mungkin sekali ketamakannya itulah yang menyebabkan ia lalu menjual Yesus (bdk. 1 Timotius 6:6-10).
Dengan demikian ia mengabaikan kata-kata Yesus dalam Matius 16:26!
b.   Jengkel karena peristiwa pengurapan dalam ayat 6-13.
Ia menegur Maria supaya tidak memboroskan minyak wangi itu tetapi memberikannya kepada orang miskin, tetapi Yesus malah membenarkan Maria dan menyalahkan dia. Ini membuat ia jadi jengkel sehingga menjual Yesus.
Orang bisa keberatan dengan pandangan ini karena peristiwa pengurapan dalam ayat 6-13 itu sebetulnya terjadi sebelum Matius 21.
c.   Kata-kata Yesus dalam ayat 2.
Yudas mungkin berpikir: Yesus toh akan mati dua hari lagi, apa gunanya ikut Dia. Jual saja sekalian!
d.  Yudas mungkin tidak pernah menginginkan kematian Yesus. Ia melihat bahwa Yesus adalah seorang pemimpin rohani. Tetapi ia mungkin menganggap bahwa Yesus maju terlalu lambat. Karena itu, Yudas menjual Yesus dengan tujuan untuk memaksa Yesus bertindak (mungkin ia berharap bahwa Yesus akan terpaksa menggunakan kuasaNya untuk menghancurkan musuh-musuh Yesus, baik tokoh-tokoh Yahudi maupun Romawi).
Tragedi Yudas adalah bahwa ia menolak untuk menerima Yesus sebagaimana adanya dan mencoba untuk membuat Dia menjadi seperti yang ia inginkan ... Kita tidak pernah bisa menggunakan Dia untuk tujuan-tujuan kita; kita harus tunduk untuk digunakan untuk tujuan-tujuan-Nya. Tragedi Yudas adalah tentang seseorang yang mengira bahwa ia lebih tahu dari Allah.
Alasan ini cocok dengan fakta bahwa Yudas menyesal dan bahkan bunuh diri setelah ia melihat bahwa Yesus diam saja sekalipun dijatuhi hukuman mati (Matius 27:3-5).

3.   Perundingan Yudas dengan imam-imam kepala.
a.  Mereka sepakat dengan harga 30 uang perak (ay 15).
30 uang perak adalah harga seorang budak (bdk. Kel 21:32).
Hanya untuk uang begitu sedikit, Yudas rela menjual Yesus! Tetapi sebelum saudara memandang rendah / menghakimi Yudas, sebaik­nya saudara melihat pada diri saudara sendiri lebih dulu. Apakah saudara tidak pernah berbuat seperti apa yang Yudas lakukan? Kalau dalam bekerja / bisnis, demi keuntungan yang lebih banyak saudara rela berdusta dan melakukan segala sesuatu yang menyakitkan Tuhan, apakah itu tidak berarti bahwa saudara menjual Yesus? Apalagi kalau demi uang, saudara rela bekerja pada hari minggu, sehingga tidak bisa pergi ke gereja! Maukah saudara bertobat dari tindakan dan kehidupan yang seperti Yudas itu?
Bandingkan dengan Matius 27:3-10 dan Zakharia 11:12-13. Terlihat dengan jelas bahwa jumlah 30 uang perak itu sudah ditentukan oleh Tuhan dalam RencanaNya, dan ini terjadi dengan tepat!
b.   Kesepakatan ini menyebabkan Yudas lalu berusaha membantu imam-imam kepala itu di dalam usaha mereka untuk menangkap Yesus tanpa setahu orang banyak (Lukas 22:6).
Tadinya mereka merencanakan untuk menangkap Yesus setelah masa hari raya selesai, supaya tidak menyebabkan keributan di antara orang banyak (ayat 5). Tetapi pertolongan Yudas ini memungkinkan mereka untuk menangkap Yesus pada Paskah, Passover, tanpa setahu orang banyak. Karena itu akhirnya para musuh Yesus itu mengubah rencana mereka semula dan mereka menangkap Yesus pada Paskah, Passover, sesuai dengan nubuat Yesus (ayat 2).
c.   Dalam bagian paralelnya dikatakan bahwa bantuan Yudas ini menyebabkan imam-imam gembira (Markus 14:11  Lukas 22:5)   Memang seringkali ada kesenangan tertentu dalam berbuat dosa!

Kalau kesenangan yang disebabkan karena dosa seperti ini sering saudara alami, maka bacalah Amsal 10:23! Tetapi Amsal 10:23 ini dalam Kitab Suci Indonesia agak kurang tepat terjemahannya. (lihat terjemahan lainnya agak lebih pas : NASB, NIV)
Kalau saudara bisa merasa senang setelah berbuat dosa, saudara adalah orang bebal,tolol!

Perasaan tidak bisa kita jadikan ukuran benar atau tidaknya tindakan kita! Gunakanlah firman Tuhan sebagai ukuran!

Η προδοσία του Ιούδα
(Μκ 14:10-11· Λκ 22:3-6)
14  Τότε ο Ιούδας ο Ισκαριώτης, ένας από τους δώδεκα μαθητές, σηκώθηκε και πήγε στους αρχιερείς και τους είπε:
15« Τι θα μου δώσετε; κι εγώ θα σας τον παραδώσω». Αυτοί του μέτρησαν τριάντα αργύρια.
16  Από τότε ζητούσε να βρει κατάλληλη ευκαιρία για να τους τον παραδώσει.

Judas bargains to betray him.
14 tote  poreutheis  eis  tōn  dōdeka,  o  legomenos  ioudas  iskariōtēs  pros  tous  archiereis 
15 eipen·  ti  thelete  moi  dounai,  kagō  umin  paradōsō  auton;  oi  de  estēsan  autō  triakonta  arguria. 
16 kai  apo  tote  ezētei  eukairian  ina  auton  paradō.

KALIMAT PENDEK

KITAB 1 KORINTUS

RHEMA HARI INI

KITAB MATIUS