Friday, December 5, 2014

SELALU OPTIMIS ADALAH BAGIAN DARI JAWABAN


Selalu optimis adalah bagian dari jawaban, selalu pesimis selalu bagian dari persoalan. »NN«

1 Raja-raja 17:8-10a "Maka datanglah firman TUHAN kepada Elia: "Bersiaplah, pergi ke Sarfat yang termasuk wilayah Sidon, dan diamlah di sana. Ketahuilah, Aku telah memerintahkan seorang janda untuk memberi engkau makan." Sesudah itu ia bersiap, lalu pergi ke Sarfat. Setelah ia sampai ke pintu gerbang kota itu, tampaklah di sana seorang janda sedang mengumpulkan kayu api."
                                       
Ketika kita takut setengah mati dan galau, ketika kita tak tahu kemana harus pergi, ketika kita tak tahu berapa lama lagi ini berlangsung, dan tak tahu apa yang akan terjadi, apa yang harus kita lakukan?

Allah menyuruh Elia berjalan lebih dari 100 kilometer di masa kekeringan, melewati wilayah berbahaya, dimana semua orang tahu siapa dia, dan semua orang tahu Raja Ahab menginginkannya dengan menghadiahi siapa pun yang bisa menangkapnya.

Ketika Elia akhirnya berhasil sampai ke Sarfat, ia bertemu dengan seorang janda miskin yang diperintahkan Allah untuk memberinya makan, tapi bagaimana bisa janda miskin itu membela dan melindunginya dari sebuah kota yang menyembah berhala yang dipenuhi dengan orang-orang yang tak ragu membunuhnya?

Elia tidak pesimis dan berkata, "Tuhan, ada tiga hal yang salah dengan rencana ini. Satu, Engkau mengirimku ke arah yang salah. Dua, Engkau mengirimku ke tempat yang salah. Dan tiga, Engkau mengirimku ke orang yang salah."

Tapi, Elia optimis untuk tetap mematuhi perintah-Nya, mungkin saja saat ini kita tengah berada di satu titik kritis dalam hidup dimana finansial, emosi, hubungan, atau kesehatan sangat mencemaskan.


Sama seperti Elia, Allah ingin kita taat dan tetap optimis agar kita bisa melihat mujizat-Nya di ujung jalan itu.

Monday, December 1, 2014

Orang yang mengembangkan kualitasnya


People who develop qualities such as strength, tenacity, experience and wisdom are capable of sustaining their success »John Maxwell«

Orang yang mengembangkan kualitas kualitasnya seperti kekuatan, rajin, pengalaman dan hikmat mampu menjaga kesuksesannya »John Maxwell«

‎​‎​Matius 7:6  "Jangan buang mutiara pada babi"

Tuhan tidak akan pernah memberikan pemberianNya yang berharga, sampai seseorang bisa menghargai pemberianNya.

Bukankah Esau tidak pernah mendapat berkat kesulungannya sekalipun secara yuridis adalah haknya? Bukankah Ruben tidak pernah mendapatkan berkat kesulungannya sekalipun secara yuridis adalah haknya? Bahkan ada Manasye, anak sulung di perumpamaan anak yang hilang.

Mereka semua kehilangan sebuah pemberian Tuhan yang sangat berharga yaitu berkat kesulungan, karena mereka kurang mengingini dan menghargainya.

Seberapa kita bisa menghargai dan mengingini akan apa yang dari Tuhan; ini akan menentukan seberapa banyak pemberian yang Dia bisa percayakan ke dalam hidup kita.

Hidup bukan hanya mengandalkan kasih karunia, lalu bermalas malasan, tanpa mau bekerja dan berjuang, seperti Yakub yang sungguh sungguh untuk memperoleh haknya, seharusnya kita pun harus memiiliki sebuah "fighting spirit" untuk mengingini dan mendapatkan apa yang berasal dari Tuhan.


Galatia 3:14 Yesus Kristus telah membuat ini, supaya didalam Dia berkat Abraham sampai kepada bangsa bangsa lain, sehingga oleh iman kita menerima Roh yang telah dijanjikan.

KALIMAT PENDEK

KITAB 1 KORINTUS

RHEMA HARI INI

KITAB MATIUS