Tuesday, May 26, 2026

ALKITAB TIDAK PERNAH SALAH

ALKITAB TIDAK PERNAH SALAH

Martin Luther menegaskan: “Alkitab tidak akan pernah salah … [dan] Alkitab tidak dapat salah, yang pasti adalah Alkitab tidak dapat bertentangan dalam dirinya sendiri; pertentangan dalam Alkitab hanya nampak dalam mata orang-orang yang tidak berpengertian dan orang-orang munafik yang keras hati/tidak mau bertobat.”

Apa yang Martin Luther katakan adalah benar, orang yang sungguh-sungguh percaya Tuhan pasti tidak akan pernah berkata “Alkitab tidak dapat dipercayai” atau berkata bahwa “Alkitab tidak benar,” sebab ia memahami bahwa Alkitab bukanlah sekadar buku biasa yang ditulis oleh seorang manusia tetapi Alkitab adalah Firman Allah. Sebagai Firman Allah, penulis sebenarnya dari Alkitab adalah pribadi Allah sendiri yang berbicara melalui perantaraan manusia.

Alkitab sendiri bersaksi bahwa Alkitab adalah benar dan dapat dipercayai sebab di balik para penulis Alkitab ada Allah yang bekerja. Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. 2 Timotius 3:16. Yang terutama harus kamu ketahui, ialah bahwa nubuat nubuat dalam Kitab Suci tidak boleh ditafsirkan menurut kehendak sendiri, sebab tidak pernah nubuat dihasilkan oleh kehendak manusia, tetapi oleh dorongan Roh Kudus, orang-orang berbicara atas nama Allah. 2 Petrus 1:20-21.

Tidak ada bukti yang lebih kuat dapat meyakinkan kita bahwa Alkitab adalah benar dan dapat dipercayai selain dari kesaksian Alkitab sendiri. Klaim bahwa Alkitab adalah benar menjadi bukti penting dalam memahami otoritas Alkitab ataupun peran Alkitab dalam kehidupan manusia di sepanjang zaman.

Sebelum seseorang menafsirkan Alkitab, ada beberapa fondasi teologi yang perlu diperhatikan dan hal-hal tersebut menjadi paradigma awal bagi seseorang yang harus ada sebelum ia membaca dan menafsirkan kitab suci. Kevin Vanhoozer dalam bukunya “Is There Meaning in the Text?” mengingatkan bahwa masalah dalam penafsiran Alkitab bukan terletak pada metode yang sering kali tidak sempurna tetapi pada diri dan keyakinan sang penafsir. Ada perbedaan antara menafsir Alkitab dengan perspektif iman atau tanpa keyakinan iman.


No comments:

KALIMAT PENDEK

KITAB 1 KORINTUS

RHEMA HARI INI

KITAB MATIUS