Tuesday, March 24, 2020

Matius 26:26-30, Perjamuan Malam (DARAH PERJANJIAN)




DARAH PERJANJIAN
(Markus 14:22-25; Lukas 22:15-20; 1 Kor 11:23-25)
26 Dan ketika mereka sedang makan, Yesus mengambil roti, mengucap berkat, memecah-mecahkannya lalu memberikannya kepada murid-murid-Nya dan berkata: “Ambillah, makanlah, inilah tubuh-Ku.”
27 Sesudah itu Ia mengambil cawan, mengucap syukur lalu memberikannya kepada mereka dan berkata: “Minumlah, kamu semua, dari cawan ini.
28 Sebab inilah darah-Ku, darah perjanjian, yang ditumpahkan bagi banyak orang untuk pengampunan dosa.
29 Akan tetapi Aku berkata kepadamu: mulai dari sekarang Aku tidak akan minum lagi hasil pokok anggur ini sampai pada hari Aku meminumnya, yaitu yang baru, bersama-sama dengan kamu dalam Kerajaan Bapa-Ku.”
30  Sesudah menyanyikan nyanyian pujian, pergilah Yesus dan murid-murid-Nya ke Bukit Zaitun.

Ada kata yang luar biasa dari Perikop ini, didalam ayat 27,28 Yesus berkata “minumlah, kamu semua, dari cawan ini. Sebab inilah darah-Ku, darah perjanjian”.

Kata Perjanjian (covenant), tetapi Lukas 22:20 menuliskan ‘perjanjian baru’.
Perjanjian Lama: di Sinai, dengan darah binatang (Keluaran 24:5-8).
Perjanjian Baru: dengan darah Kristus (Efesus 1:7; 1 Yohanes 1:7).

Yesus berbicara tentang darah-Nya sebagai darah perjanjian. Apakah yang yang Dia maksudkan? Suatu perjanjian ialah sebuah hubungan antara dua orang; tetapi perjanjian yang disebutkan Yesus bukanlah hubungan antar-manusia; melainkan antara Allah dan manusia.

Didalam Imamat 17:11. Karena nyawa makhluk ada di dalam darahnya dan Aku telah memberikan darah itu kepadamu di atas mezbah untuk mengadakan pendamaian bagi nyawamu, karena darah mengadakan pendamaian dengan perantaraan nyawa.

1.     Ayat ini memberikan alasan bagi penumpahan darah binatang yang dikorbankan, dan maknanya bagi pendamaian. Darah binatang itu disamakan dengan nyawanya jadi, darah itu megadakan pendamaian bagi dosa manusia itu dengan mengorbankan nyawa. Dengan kata lain, manusia tidak perlu lagi menyerahkan nyawanya karena telah dilunasi dengan nyawa binatang.

Prinsip pendamaian pengganti dengan darah pihak lain membantu kita memahami pentingnya darah Kristus dalam menerima keselamatan di bawah Perjanjian Baru. Ketika Yesus Kristus mencurahkan darah-Nya di salib, Ia menggantikan nyawa orang berdosa. Roma 5:1.

Karena hidup-Nya itu tanpa dosa dan sempurna di hadapan Allah, nilai darah-Nya tak terbatas dan menghasilkan keselamatan sempurna bagi semua orang yang menerima dan mengikuti Dia. Kolose 1:14; Ibrani 9:13-14; 1 Yohanes 1:7; Wahyu 7:14.

     2.    Hal inilah yang mendasari mengapa Tuhan melarang Israel memakan darah. Melalui   peraturan ini, tuhan mengjarkana beberapa hal kepada Israel :

Inilah makna kesakralan darah dari Imamat 17;11 kesakralan darah ini memiliki spiritual yang penuh bagi keKristenan.:
a.    Prinsip ini digenapi oleh kematian Kristus yang menggantikan dosa manusia. Roma 5:11.
b.    Kristen dibenarkan, diampuni dan diselamatakn melalui darah Kristus. Roma 5:9; Efesus 1:17.
c.    Melalui darah-Nya kita memperoleh akses langsung dengan Allah. Ibrrani 10:19-22.
d.    Mengalamai kemenangan atas yagn jahat. Wahyu 12;10-11.
e.    Berdiri melayani Tuhan dihadapan kemuliaan-Nya yang kekal. Wahyu 7:14-15.

Jadi Yesus mau menjelaskan kepada murid-Nya “oleh karena hidup-Ku, dan terutama oleh karena kematian-Ku, suatu hubungan yang baru telah terjalin Antara kamu dan Allah.”

Karena perbuatan Yesus, jalan bagi manusia terbuka bagi hubungan yang baru dengan Allah yang penuh dengan keindahan.

Suatu bagian penting dalam upacara Paskah ialah menyanyikan Hallel. Hallel berarti Pujilah Allah. Hallel meliputi Mazmur 113-118, yang semuanya merupakan mazmur pujian.
Selama Perayaan Paskah Mazmur-mazmur ini dinyanyikan menurut bagian-bagiannya; pada akhir perayaan dinyanyikan Hallel Agung, yaitu mazmur 136. Inilah nyanyian yang mereka nyanyikan sebelum menuju ke Bukit Zaitun.

Dan satu hal yang harus diketahui perbedaan antara Perjamuan Malam Terakhir ini dengan Sakramen Perjamuan Kudus yang kita lakukan.

Perjamuan Malam Terakhir adalah acara makan sungguhan; sebenarnya, hukum menetapkan bahwa daging anak domba dan semua yang lain itu harus dimakan sampai habis, tanpa sisa.

Mereka tidak makan sepotong kecil roti dan meminum seteguk anggur, tetapi menyantap hidangan sungguhan untuk orang yang lapar.

Ini mengajarkan kita tidak hanya berkumpul di gereja dan merayakan Perayaan ritual. Ia juga mengajar kita agar setiap kali kita duduk makan, makanan itumerupakan peringatan akan Dia.

Yesus bukan saja Tuhan atas meja Perjamuan; Ia harus menjadi Tuhan atas meja makan kita juga.

Yang terakhir bagi Yesus, Salib bukan kekalahan, melainkan jalan menuju kemuliaan. Menuju takhta Kemuliaan.

Jesus Institutes the Lord’s Supper
26  Ενώ έτρωγαν, πήρε ο Ιησούς το ψωμί και αφού είπε ευχαριστήρια προσευχή, το έκοψε κομμάτια και το έδωσε στους μαθητές του λέγοντας: «Λάβετε και φάγετε· αυτό είναι το σώμα μου».
27  Ύστερα πήρε το ποτήρι και, αφού είπε ευχαριστήρια προσευχή, τους το έδωσε λέγοντας: «Πιείτε από αυτό όλοι,
28  γιατί αυτό είναι το αίμα μου, που επισφραγίζει τη νέα διαθήκη και χύνεται για χάρη όλων, για να τους συγχωρηθούν οι αμαρτίες.
29  Σας βεβαιώνω πως δεν θα ξαναπιώ από τούτο τον καρπό του αμπελιού ως την ημέρα που θα το πίνω καινούριο μαζί σας στη βασιλεία του Πατέρα μου».
30  Αφού έψαλαν τους καθιερωμένους ψαλμούς, βγήκαν για να πάνε στο όρος των Ελαιών.

INSTITUTES HIS HOLY SUPPER;
26 esthiontōn  de  autōn  labōn  o  iēsous  arton  kai  eulogēsas  eklasen  kai  dous  tois  mathētais  eipen·  labete  phagete,  touto  estin  to  sōma  mou. 
27 kai  labōn  potērion  kai  eucharistēsas  edōken  autois  legōn·  piete  ex  autou  pantes, 
28 touto  gar  estin  to  aima  mou  tēs  diathēkēs  to  peri  pollōn  ekchunnomenon  eis  aphesin  amartiōn. 
29 legō  de  umin,  ou    piō  ap  arti  ek  toutou  tou  genēmatos  tēs  ampelou  eōs  tēs  ēmeras  ekeinēs  otan  auto  pinō  meth  umōn  kainon  en    basileia  tou  patros  mou.
30 kai  umnēsantes  exēlthon  eis  to  oros  tōn  elaiōn.

Tuesday, March 10, 2020

Matius 26:17-25 - YESUS MAKAN PASKAH




Matius 26:17-25 - YESUS MAKAN PASKAH DENGAN MURID-MURID-NYA
(Penjelasan akan ada seorang murid-Nya yang akan menyerahkan Yesus)
(Markus 14:12-21; Lukas 22:7-14, 21-23; Yohanes 13:21-30)
17 Pada hari pertama dari hari raya Roti Tidak Beragi datanglah murid-murid Yesus kepada-Nya dan berkata: “Di mana Engkau kehendaki kami mempersiapkan perjamuan Paskah bagi-Mu?”
18 Jawab Yesus: “Pergilah ke kota kepada si Anu dan katakan kepadanya: Pesan Guru: waktu-Ku hampir tiba; di dalam rumahmulah Aku mau merayakan Paskah bersama-sama dengan murid-murid-Ku.”
19  Lalu murid-murid-Nya melakukan seperti yang ditugaskan Yesus kepada mereka dan mempersiapkan Paskah.
20  Setelah hari malam, Yesus duduk makan bersama-sama dengan kedua belas murid itu.
21  Dan ketika mereka sedang makan, Ia berkata: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya seorang di antara kamu akan menyerahkan Aku.”
22  Dan dengan hati yang sangat sedih berkatalah mereka seorang demi seorang kepada-Nya: “Bukan aku, ya Tuhan?”
23 Ia menjawab: “Dia yang bersama-sama dengan Aku mencelupkan tangannya ke dalam pinggan ini, dialah yang akan menyerahkan Aku.
24  Anak Manusia memang akan pergi sesuai dengan yang ada tertulis tentang Dia, akan tetapi celakalah orang yang olehnya Anak Manusia itu diserahkan. Adalah lebih baik bagi orang itu sekiranya ia tidak dilahirkan.”
25  Yudas, yang hendak menyerahkan Dia itu menjawab, katanya: “Bukan aku, ya Rabi?” Kata Yesus kepadanya: “Engkau telah mengatakannya.”

Jesus Celebrates Passover with His Disciples
17  Now on the first day of the Feast of Unleavened Bread the disciples came to Jesus, saying to Him, “Where do You want us to prepare for You to eat the Passover?”
18  And He said, “Go into the city to a certain man, and say to him, ‘The Teacher says, “My time is at hand; I will keep the Passover at your house with My disciples.” ’ ”
19  So the disciples did as Jesus had directed them; and they prepared the Passover.
20  When evening had come, He sat down with the twelve.
21  Now as they were eating, He said, “Assuredly, I say to you, one of you will betray Me.”
22  And they were exceedingly sorrowful, and each of them began to say to Him, “Lord, is it I?”
23  He answered and said, “He who dipped his hand with Me in the dish will betray Me.
24  The Son of Man indeed goes just as it is written of Him, but woe to that man by whom the Son of Man is betrayed! It would have been good for that man if he had not been born.”
25  Then Judas, who was betraying Him, answered and said, “Rabbi, is it I?”
He said to him, “You have said it.”

Selama perayaan Paskah semua orang Yahudi diharuskan tinggal di dalam kota Yerusalem, tetapi jumlah peziarah yang sangat banyak tak mungkin di tampung kota itu; dan untuk maksud-maksud resmi, desa-desa seperti Betania, tempat Yesus menginap, disetarakan dengan kota itu.

Namun, pada saat hari perayaan berlangsung harus dirayakan  di dalam kota Yerusalem. Para murid menanyakan kepada Yesus apa yang harus mereka persiapkan untuk menyambut hari Raya. Yesus telah mengadakan persiapan dengan seorang kawan di Yerusalem, dan untuk itu berhubungan dengan orang tersebut yang tidak disebutkan namanya memakai kata sandi “Pesan Guru: waktu-Ku hampir tiba.” Maka para murid diutus untuk menyampaikan kata sandi itu dan melakukan semua persiapan yang diperlukan.

Sepanjang pekan perayaan Paskah itu, malam yang pertama disebut perayaan Roti Tidak Beragi. Untuk orang Yahudi hari yang baru dimulai pada pkl.06.00 petang. Pada kasus ini Perayaan roti Tidak Beragi dimulai pada hari kamis pagi, pada hari itu setiap ragi yang ada harus ditiadakan/dibuang dari rumah-rumah orang Yahudi.

Dalam Peristiwa ini ada beberapa alasan yang terjadi dan yang dilakukan oleh orang Yahudi :
a.    Memperingati peristiwa yang paling penting dalam sejarah Israel. Saat umat Israel akan berangkat meninggalkan Mesir, mereka harus berangkat tergesa-gesa sehingga mereka tak punya waktu lagi untuk memanggang roti dengan ragi (Keluaran 12:34).
Adonan tanpa ragi lebih cepat matang, tetapi menghasilkan roti yang agak keras. Roti seperti inilah yang dimakan oleh bangsa Israel pada saat meninggalkan Mesir dan perbudakan.
b.    Dalam pemikiran orang Yahudi ragi melambangkan pembusukan. Ragi membuat adonan terfermentasi dengan pembusukan; ragi melambangkan semua yang busuk dan rusak, dan karena itu, sebagai tanda pemurniaan, ragi disingkirkan.
c.    Bahan utama lainnya untuk perayaan Paskah adalah anak domba Paskah. Untuk menandai rumah mereka pada malam sebelum esok mereka meninggalkan Mesir, orang Israel harus membunuh seekor anak domba dan melumurkan darahnya pada ambang pintu dan tiang pintu rumah mereka sehingga malaikat yang melihat tanda itu akan melewati (Ibr.Pesakh; Ing. Passover = melewati) rumah-rumah itu (Keluaran 12:21-23).

Pada hari Raya itu Pada Kamis siang, anak domba itu harus dibawa ke Bait Allah dan disembelih, dan darahnya, yang adalah kehidupan, harus dipersembahkan kepada Allah.
Ada beberapa hal lain yang patut ada dalam perayaan ini :
1.     Sebuah mangkuk berisi air asin harus ditaruh di meja, untuk mengingatkan mereka akan air mata yang telah ditumpahkan ketika mereka menjadi budak di Mesir dan akan air Laut Merah yang melaluinya tangan Allah telah menuntun mereka secara ajaib.
2.    Sayur pahit harus disiapkan, terdiri dari lobak, cikori (semacam akar pahit yang dapat menggantikan kopi), daun selada dan sejenisnya. Ini mengingatkan mereka akan kepahitan perbudakan dan akan seikat hisop yang digunakan untuk melumurkan darah anak domba pada ambang pintu dan tiang pintu.
3.    Pasta yang disebut kharoset, campuran apel, kurma, delima, dan kacang-kacangan.
Ini untuk mengingatkan mereka akan tanah liat yang harus mereka olah menjadi batu bata di Mesir. Dalam pasta itu juga dijatuhkan potongan-potongan kayu manis untuk mengingatkan mereka akan jerami untuk membuat batu bata.
4.    Yang terakhir ialah empat cawan anggur. Ini mengingatkan mereka akan empat janji dalam Keluaran 6:5-6.”Aku akan membebaskan kamu dari kerja paksa orang Mesir; Aku akan melepaskan kamu dari perbudakan mereka; Aku akan menebus kamu dengan tangan yang teracung dan dengan hukuman-hukuman yang berat; Aku akan mengangkat kamu menjadi umat-Ku dan Aku akan menjadi Allahmu, supaya kamu mengetahui, bahwa Akulah, Allahmu.

Inilah semua hal yang dipersiapan untuk Kamis pagi dan siang oleh para murid; dan sesudah pukul 18.00, ketika hari Jumat dimasuki pada Tanggal 15 bulan Nisan, semua orang sudah hadir.

Dan makanlah Yesus dengan ke dua belas muridnya, ketika mereka sedang makan, Yesus berkata-kata kepada murid-muridnya kesedihan-Nya karena ada muridnya yang akan menyerahkan dirinya.

Yesus sudah tahu siapa yang akan menyerahkan-Nya (berkhianat), Yudas melakukan rencananya dengan diam-diam tanpa diketahui murid-murid, tetapi Yesus tahu pengkhiatan Yudas ini. Ini menunjukan kepada kita semua apa saja yang kita lakukan Tuhan Yesus tahu sampai kedalaman hati kita.

Namun yang dilakukan Yesus sekalipun mengetahui pengkhianatan Yudas dia tidak memakai kuasa-Nya untuk menghukumnya, tetapi menegurnya melalui himbauan dengan Kasih, inilah mistery Allah yaitu menghargai kehendak bebas manusia, Allah tidak memaksa, Ia hanya menghimbau.

Disinilah kita dapat melihat kedasyatan dosa dalam kesengajaan yang mengerikan. Sekalipun sudah diberi imbauan kasih yang terakhir kali dan peringatan hukuman atas dosa itu sangat mengerikan. Yudas tidak mau berpaling dari dosanya untuk mengkhianati Yesus. Inilah dasyatnya dosa dan yang lebih buruk ialah dosa yang disengaja, yang direncanakan, yang sadar benar apa yang sedang dilakukan, sekalipun Yesus sudah menghimbau hal itu namun masih tetap berkeras mengambil jalannya sendiri.

Bukankah ini juga sering kita lakukan, sekalipun kita tahu kita sudah melakukan dosa, dan itu menyebabkan kesedihan Tuhan terhadap kita, toh tetap terus kita lakukan dosa-dosa kita.

Jadikanlah Firman Tuhan dalam perikop ini menjadi peringatan akan kita.

Το τελευταίο δείπνο
(Μarκ 14:12-26· Λκ 22:7-23)
17   Την πρώτη μέρα της γιορτής των Αζύμων πήγαν στον Ιησού οι μαθητές και τον ρώτησαν: «Πού θέλεις να σου ετοιμάσουμε να φας το πασχαλινό δείπνο;»
18   Αυτός τους απάντησε: «Να πάτε στην πόλη, στον τάδε, και να του πείτε: “ο Διδάσκαλος λέει: Κοντεύει η ώρα μου· θα γιορτάσω στο σπίτι σου το Πάσχα μαζί με τους μαθητές μου”».
19   Οι μαθητές έκαναν όπως τους πρόσταξε ο Ιησούς κι ετοίμασαν το πασχαλινό τραπέζι.
20   Όταν βράδιασε, κάθισε στο τραπέζι με τους δώδεκα.
21   Κι εκεί που έτρωγαν τους είπε: «Αλήθεια σας λέω, ένας από σας θα με προδώσει».
22   Αυτοί λυπήθηκαν κατάκαρδα κι άρχισαν ένας ένας να ρωτούν: «Μήπως εγώ, Κύριε;»
23   Εκείνος τους έδωσε τούτη την απάντηση: «Όποιος βούτηξε μαζί μου το χέρι στην πιατέλα, αυτός θα με παραδώσει.
24   Ο Υιός του Ανθρώπου θα πεθάνει, όπως έχουν πει γι’ αυτόν οι Γραφές. Αλίμονο όμως στον άνθρωπο εκείνον που θα προδώσει τον Υιό του Ανθρώπου. Θα ’ταν καλύτερα γι’ αυτόν να μην είχε γεννηθεί».
25   Ρώτησε κι ο Ιούδας, που τον πρόδωσε: «Μήπως είμαι εγώ, Διδάσκαλε;» Κι ο Ιησούς του απάντησε: «Και βέβαια, όπως το είπες».

Jesus eats the Passover;
17   de  prōtē  tōn  azumōn  prosēlthon  oi  mathētai    iēsou  legontes·  pou  theleis  etoimasōmen  soi  phagein  to  pascha; 
18 o  de  eipen  upagete  eis  tēn  polin  pros  ton  deina  kai  eipate  autō·  o  didaskalos  legei·  o  kairos  mou  engus  estin,  pros  se  poiō  to  pascha  meta  tōn  mathētōn  mou. 
19 kai  epoiēsan  oi  mathētai  ōs  sunetaxen  autois  o  iēsous  kai  ētoimasan  to  pascha. 
20 opsias  de  genomenēs  anekeito  meta  tōn  dōdeka  mathētōn. 
21 kai  esthiontōn  autōn  eipen·  amēn  legō  umin  oti  eis  ex  umōn  paradōsei  me. 
22 kai  lupoumenoi  sphodra  ērxanto  legein  autō  eis  ekastos·  mēti  egō  eimi,  kurie; 
23 o  de  apokritheis  eipen·  o  embapsas  met  emou  tēn  cheira  en    trubliō  outos  me  paradōsei. 
24 o  men  uios  tou  anthrōpou  upagei  kathōs  gegraptai  peri  autou,  ouai  de    anthrōpō  ekeinō  di  ou  o  uios  tou  anthrōpou  paradidotai·  kalon  ēn  autō  ei  ouk  egennēthē  o  anthrōpos  ekeinos. 
25 apokritheis  de  ioudas  o  paradidous  auton  eipen·  mēti  egō  eimi,  rabbi;  legei  autō  su  eipas.

KALIMAT PENDEK

KITAB 1 KORINTUS

RHEMA HARI INI

KITAB MATIUS