Showing posts with label YOUTUBE 2026. Show all posts
Showing posts with label YOUTUBE 2026. Show all posts

Thursday, June 25, 2026

BERTOBAT - MARKUS 1:21-28

Video ini membahas khotbah Pdt. Karyadi M mengenai peristiwa di rumah ibadat di Kapernaum (Markus 1:21-28), di mana Yesus menunjukkan kuasa-Nya dengan mengajar dan mengusir roh jahat. Berikut adalah poin-poin utama dari video tersebut:

  • Yesus Mengajar dengan Kuasa: Berbeda dengan ahli Taurat, Yesus mengajar dengan otoritas yang membuat orang takjub (0:32-0:43). Namun, banyak orang di Kapernaum dan Nazaret hanya berhenti pada rasa kagum tanpa benar-benar percaya atau membangun hubungan pribadi dengan-Nya (2:33-3:15, 7:18-7:27).
  • Kehadiran Iblis di Gereja: Pdt. Karyadi menegaskan bahwa gereja bukanlah tempat yang bebas dari pengaruh iblis. Orang yang dirasuki setan di gereja seringkali bukan orang dengan manifestasi fisik yang mencolok, melainkan mereka yang memiliki sikap buruk seperti sombong, suka nyinyir, suka mengadu domba, atau memamerkan kekayaan dan jabatan (8:45-11:06, 17:38-17:49).
  • Respons terhadap Firman Tuhan: Ketika firman Tuhan ditegaskan, orang yang kerasukan iblis cenderung merasa "panas" atau marah alih-alih bertobat. Pdt. Karyadi menasihati agar jemaat mawas diri dan segera bertobat saat ditegur oleh firman, bukan justru membenci hamba Tuhan yang menyampaikan pesan tersebut (14:06-14:55, 16:38-16:50).
  • Kesimpulan: Fokus utama kekristenan bukanlah sekadar terkagum-kagum pada mukjizat atau khotbah yang hebat, melainkan memiliki hubungan pribadi yang nyata dengan Yesus, mentaati firman-Nya, dan membiarkan Roh Kudus memimpin hidup sehingga kita menjadi saksi yang benar (20:14-20:58, 26:11-27:01).

Tuesday, June 23, 2026

HIKMAT MENGGUNAKAN KARUNIA: UNTUK SAYA ATAU SESAMA? - 1 KORINTUS 14:15-20 - PDT KARYADI M

 

Berdasarkan khotbah Pdt. Karyadi M. dalam pembahasan 1 Korintus 14:15-20, menjadi dewasa dalam pemikiran memiliki beberapa makna penting:

  • Memiliki Hikmat dan Akal Budi (28:44-28:56): Kedewasaan berarti tidak lagi bersikap egosentris seperti anak-anak. Orang dewasa menggunakan logika dan akal budi yang dikaruniakan Tuhan untuk mengambil keputusan, bukan hanya mencari kepuasan emosi atau pamer karunia pribadi (24:25-24:31).
  • Fokus pada Pembangunan Sesama (24:31-24:54): Kedewasaan rohani diukur dari kerinduan untuk membangun orang lain (edifikasi). Seseorang yang dewasa akan memastikan bahwa tindakan atau karunia yang ia gunakan dapat dimengerti dan memberi manfaat bagi orang di sekitarnya, bukan justru menjadi batu sandungan atau kebingungan (17:21-17:50).
  • Mampu Melihat Kebutuhan Orang Lain (28:47-28:50): Berbeda dengan anak-anak yang cenderung hanya memikirkan diri sendiri, orang yang dewasa secara pemikiran mampu melihat situasi, menempatkan diri, dan bertindak dengan cara yang tepat sesuai konteks (seperti memilih menggunakan bahasa yang dimengerti jemaat daripada bahasa roh yang tidak dipahami orang lain dalam ibadah raya) (26:26-26:30).
  • Ketulusan yang Berpadu dengan Pengetahuan (27:54-28:00): Menjadi dewasa bukan berarti kehilangan ketulusan, tetapi menyeimbangkan antara sifat anak-anak yang murni/tidak jahat dengan hikmat dan pengetahuan yang matang (27:42-27:57).

Secara singkat, pesan utamanya adalah bahwa iman dan akal budi tidak untuk dipertentangkan, melainkan berjalan bersama untuk memuliakan Tuhan dalam komunitas yang sehat dan tertib (28:59-29:20).

Tuesday, June 9, 2026

AJARAN TENTANG ROH KUDUS, Kisah RASUL 5:3-4

 <iframe width="560" height="315" src="https://www.youtube.com/embed/s8skN87ioic?si=K1uG0ZVHlVGuWS3M" title="YouTube video player" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>

KALIMAT PENDEK

KITAB 1 KORINTUS

RHEMA HARI INI

KITAB MATIUS