Monday, August 4, 2014

Blessed are the poor in spirit, Matius 5:3

Indram642.blogspot.com

 Blessed are the poor in spirit- Matius 5:3
-          Blessed are the poor in spirit, For theirs is the kingdom of heaven (NKJV)
-          Blessed (happy, to be envied, and spiritually prosperous--with life-joy and satisfaction in God's favor and salvation, regardless of their outward conditions) are the poor in spirit (the humble, who rate themselves insignificant), for theirs is the kingdom of heaven!(Amplified Bible)

-          Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.
    makarioi oi    ptōchoi  tō   pneumati  oti   autōn
     blessed          the poor      the spirit   for   theirs
    estin   ē      basileia     tōn   ouranōn
     is       the   kingdom   the    heaven

I.     Arti dari kata ‘berbahagialah’.
Bahasa Yunani dari kata “Berbahagialah” ialah “Makarios” tetapi arti yang lebih tepat adalah ”blessed”  (diberkatilah) seperti dalam KJV, RSV, NIV, NASB. Memang ada yang menterjemahkan ‘happy’  (berbahagialah) seperti Good News Bible, tetapi ini merupakan terjemahan yang kurang tepat. Jadi artinya “Makarios” yaitu kemampuan rohani untuk mengalami sukacita dan damai, bahkan di waktu kesukaran atau kesengsaraan.
a)  Juga kata berbahagialah”, “diberkatilah ini tidak menunjuk pada kebahagiaan /keadaan diberkati menurut ukuran dunia/jasmani, seperti kaya, sukses, sehat dan sebagainya. Mengapa? Karena kalau demikian bagaimana bisa dikatakan ‘Berbahagialah/diberkatilah orang yang dianiaya, dicela, difitnah’ seperti dalam Matius 5:10-11.
b)   Kata berbahagialah’,  diberkatilah di sini menunjuk pada kebahagiaan, keadaan diberkati dalam pandangan Tuhan. Jadi, dalam pandangan Tuhan orang-orang seperti dalam Matius 5:3-12 adalah orang yang berbahagia/ diberkati. Bisa saja pandangan Tuhan ini bertentangan dengan pandangan manusia. Jadi bisa saja kita miskin, gagal, menderita, dianiaya, lemah dsb, tetapi dalam pandangan Tuhan kita berbahagia/diberkati. Sebaliknya bisa saja kita kaya, berkedudukan tinggi, sukses, dsb, tetapi dalam pandangan Tuhan kita celaka/terkutuk.

Bandingkan Lukas 6:24-26 - “Tetapi celakalah kamu, hai kamu yang kaya, karena dalam kekayaanmu kamu telah memperoleh penghiburanmu. Celakalah kamu, yang sekarang ini kenyang, karena kamu akan lapar. Celakalah kamu, yang sekarang ini tertawa, karena kamu akan berdukacita dan menangis. Celakalah kamu, jika semua orang memuji kamu; karena secara demikian juga nenek moyang mereka telah memperlakukan nabi-nabi palsu.’”.

Kalau kita melihat cerita tentang Lazarus dan orang kaya (Lukas 16:19-31), yang mana dari mereka yang berbahagia / diberkati menurut pandangan manusia? Pasti orang kayanya. Tetapi yang mana yang berbahagia / diberkati dalam pandangan Tuhan? Jelas Lazarusnya!

Tetapi ini tidak berarti bahwa semua orang yang miskin, gagal, menderita pasti berbahagia/diberkati dalam pandangan Tuhan! Adalah mungkin untuk menjadi miskin, gagal, menderita, dsb, dan sekaligus celaka/ terkutuk dalam pandangan Tuhan. Contoh: orang yang miskin, menderita dsb, tetapi tetap tidak percaya/ikut Tuhan.

Juga tidak berarti bahwa orang yang kaya, sukses, berkedudukan tinggi pasti celaka/terkutuk dalam pandangan Tuhan. Bisa saja seseorang kaya, sukses, berkedudukan tinggi, dan sekaligus berbahagia/diberkati dalam pandangan Tuhan. Contoh: Abraham, Daud, dan sebagainya.

II.    MAKNA “MISKIN DIHADAPAN ALLAH”
Ø Bahasa Yunani dari kata “MISKIN”:
1.  Penes/autodiakonos artinya orang yang miskin sehingga harus bekerja setiap hari untuk kebutuhan hidup
2.  Ptochos artinya kemiskinan yang mutlak (tidak punya apa-apa) dan yang mengharukan.

Ø Bahasa Ibrani dari kata “MISKIN”:
      Ani/Ebion artinya mengalami 4 tahap perkembangan :
1.   Miskin.
2.  Karena miskin maka tidak mempunyai pengaruh atau kuasa, atau penolong atau martabat.
3.  Karena tidak mempunyai pengaruh maka menjadi nista, merana, papa dan ditindas oleh orang lain.
4.  Akhirnya orang yang tidak mempunyai sumber harta apa-apa didunia ini meletakan nasib dan kepercayaannya kepada Allah sepenuhnya.

Makna seperti itulah yang dipakai pemazmur tentang orang yang miskin: Mazmur 34:7; Mazmur 9:19; Mazmur 35:10; Mazmur 68:11; Mazmur 72:4; Mazmur 107:41;Mazmur 132:15

Jadi pengertian diatas tentang Makna Miskin dihadapan Allah adalah Orang yang mengandalkan Tuhan yaitu :.
1.      Secara mutlak terpisah dari harta benda.
      Harta benda tidak membawa kebahagiaan dan ketentraman hidup dalam dirinya.
2.     Secara mutlak terpaut kepada Allah.
Hanya Allah saja yang dapat menolongnya memberikan pengharapan dan kekuatan.
          3.     Seperti Pengemis yang hanya bisa meminta-minta.
          Karena semua yang kita punyai adalah dari Dia.
4.     Seperti Anak yang di sapih dari ibunya.
Ia hanya bisa menunggu dan berharap di samping ibunya. Ia tahu bahwa pada waktu yang tepat, sang ibu akan menyediakan apa yang ia perlukan. 
5.   Mengakui kebutuhan yang mendalam akan belas Kasihan Tuhan.
Sulit bagi seseorang untuk merendahkan hati ketika ia merasa sempurna, semakin sukses.

III.   Konsep tentang “miskin” dan “diberkati”
a.  Pengertian yang salah:
-       yang diberkati adalah mereka yang mempunyai ratusan miliar rupiah di dalam deposito jangka panjang.
-       yang diberkati adalah mereka yang bisnisnya sedang meraih sukses.
- yang diberkati adalah mereka yang mendapat promosi jabatan.
- yang miskin ialah mereka yang tidak punya sesuatupun untuk dibanggakan.

b.     Pengertian yang benar :
-   Miskin di sini sama sekali bukanlah berarti tidak memiliki apa-apa, baik kekayaan atau kepemilikan  material.
-   Diberkati adalah sebuah kondisi yang berakar dari alam surgawi, dimana orang percaya mengalami penghiburan dari Tuhan, menerima kemurahan hati Tuhan, dan lain-lain. Bukanlah semata-mata kesejahteraan materi dan kebahagiaan emosional, yang menjadi fokus manusia modern.
-  Orang Kristen harus dapat memahami bahwa tanpa Tuhan, kita secara spiritual menjadi lemah/miskin. Sebab itu kita sangat membutuhkanNya.
- Hati yang miskin adalah ketika sadar bahwa kita telanjang dihadapan Tuhan.

IV.    GAYA HIDUP SESEORANG YANG MISKIN DIHADAPAN TUHAN
a.      Mengucap syukur. 1 Tesalonika 5:16; 1 Timotius 6:6
b.     Hidup Buat Tuhan. Filipi 310; Kolose 3:1-4
c.   Kerendahan Hati. 2 Korintus 8:9; Yakobus 4:13-16.


Bekasi, 23 Mei 2013


indram642.blogspot.com

Wednesday, July 16, 2014

Matius 5:1-3, KABAR BAHAGIA (Orang yang Miskin dihadapan Tuhan Yesus)

indram642.blogspot.com

KABAR BAHAGIA (Orang yang Miskin dihadapan Tuhan Yesus)
Matius 5:1-2,3
5:1 Ketika Yesus melihat orang banyak itu, naiklah Ia ke atas bukit dan setelah Ia duduk, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya.
5:2 Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya:
3 "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.

1   δν  δ  τος  χλους  νέβη  ες  τ  ρος,  κα  καθίσαντος  ατο  προσλθαν  ατ  ο  μαθητα  ατο· 
2   κα  νοίξας  τ  στόμα  ατο  δίδασκεν  ατος  λέγων·
3   Μακάριοι  οἱ  πτωχοὶ  τῷ  πνεύματι  ὅτι  αὐτῶν  ἐστιν  ἡ  βασιλεία  τῶν  οὐρανῶν.

1   idōn  de  tous  ochlous  anebē  eis  to  oros,  kai  kathisantos  autou  prosēlthan  autō  oi  mathētai  autou· 
2   kai  anoixas  to  stoma  autou  edidasken  autous  legōn·
3   makarioi  oi  ptōchoi  tō  pneumati oti  autōn  estin  ē  basileia  tōn  ouranōn.

וַיְהִי כִּרְאוֹתוֹ אֶת־הֲמוֹן הָעָם וַיַּעַל הָהָרָה וַיֵּשֶׁב שָׁם וַיִּגְּשׁוּ אֵלָיו תַּלְמִידָיו׃ א
וַיִּפְתַּח אֶת־פִּיו וַיּוֹרֵם וַיּׂאמַר׃ ב
אַשְׁרֵי עֲנִיֵּי הָרוּחַ כִּי לָהֶם מַלְכוּת הַשָׁמָיִם׃ ג

1. way’hiy kir’otho ‘eth-hamon ha`am waya`al haharah wayesheb sham
wayig’shu ‘elayu tal’miydayu.
2. wayiph’tach ‘eth-piyu wayorem wayo’mar.
3. ‘ash’rey `aniey haruach ki lahem mal’kuth hashamayim.

Mulai mengajar setelah Ia duduk.
1.     Mulai berbicara dan mengajar mereka.
Berbicara :
a.  Ucapan yang berwibawa, serius dan Khidmat.
b.  Membuka isi hatinya dengan tulus iklas.
Mengajar :
Didalam bahasa Yunani kata ini dalam bentuk lampau :
a.    AORIST. Menyatakan ssesuatu yang sudah terjadi dan selesai.
b.    INPERFEK. terjadi berulang-ulang, terus-menerus, bahkan menjadi kebiasaan.
      Yesus mengajar dalam bentuk INPERFEK ini dan berulang-ulang mengajar.

Khotbah Dibukit :
-          Ajaran resmi/penting.
-          Seluruh pikiran Yesus.
-          Ringkasan pengajaran yang berulang-ulang.

Matius 5:3, 10                 (MISKIN – rendah hatinya, terjemahan lama)
Berbahagilah orang yang miskin dihadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.

BERBAHAGIALAH (aram) (kata seru) (artinya selamat).
-          Kata yang khusus BERBAHAGIALAH (MAKARIOS) artinya kesukacitaan Ilahi.

Yunani pulau SIPRUS (HE MAKARIA) pulau bahagia.
Yohanes 16:22. Kebahagiaan yang tidak dapat disentuh oleh kesedihan, kehilangan, kesakitan, kedukaan dan kuasa-kuasa lainnya.

MISKIN (PTOKHOS, PENES)
-          PENES : orang yang bekerja untuk mencari nafkah.
Tidak mempunyai kelebihan apa-apa, tidak kaya juga tidak miskin
 Arti yang hampir sama yaitu autodiakonos = orang yang mencari keperluannya melalui tangan dan tenaganya sendiri.

-          PTOKHOS : Kemiskinan yang sangat/mutlak
Artinya sama sekali tidak punya apa-apa.

BERBAHAGIALAH ORANG YANG MUTLAK MISKIN.

Dalam bahasa Ibrani tentang kata miskin ada 4 pengertian yang berkembang :
Ibrani = ANI. Yunani = EBION.

4 perkembangan makna :
1.     Sederhana = miskin.
2.    Karena miskin maka tidak punya pengaruh/kuasa martabat.
3.    Karena tidak punya pengaruh maka menjadi miskin, merana, Papa ditindas orang lain.
4.    Akhirnya karena tidak punya apa-apa jadi berharap hanya kepada Tuhan.
Mazmur 9:19, 35:10, 68:11, 72:4, 107:41.

Atas hal diatas itu karena kemiskinanya dia akhirnya berharap kepada tuhan maka ada 2 hal yang terjadi untuk orang itu :
a.    Orang tersebut secara mutlak terpisah dari harta benda.
b.    Orang tersebut secara mutlak terpaut kepada Allah.
Maksudnya bukan bahagia miskin benda.

Kemiskinan yang diberkati dan yang membahagiakan adalah kemiskinan di hadapan Allah.
Yaitu kemiskinan yang diketahui oleh orang yang merasa tidak mempunyai sumber kehidupan apa-apa kecuali dihadapan Tuhan yaitu kemiskinan yang dirasakan oleh setiap orang yang merasa menemukan pertolongan dan kekuatan hanya di dalam Allah saja.


Kemiskinan semacam itulah yang menjadikan manusia memiliki Kerajaan Surga.


Indram642.blogspot.com

KALIMAT PENDEK

KITAB 1 KORINTUS

RHEMA HARI INI

KITAB MATIUS